Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hadir di MNEK 2025, Rusia Kirim 3 Kapal Perang ke Bali
ilustrasi bendera Rusia (pexels.com/Сергей Велов)
  • Rusia menjadi negara pertama yang menyatakan hadir dalam Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025 dengan mengirim 3 kapal perang.
  • Iran adalah negara kedua yang mengirimkan kapal perang, diikuti oleh angkatan laut Australia dan Jepang dengan alutsista berukuran besar.
  • 38 kapal perang, termasuk 17 KRI TNI AL dan alutsista asing, dijadwalkan tiba sebelum 15 Februari 2025 untuk melakukan manuver lapangan di Selat Badung pada 22 Februari 2025.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times - Rusia menjadi salah satu negara yang memastikan hadir dalam agenda Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025. Rusia menjadi negara pertama yang langsung menyatakan kesanggupannya hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi negara yang mengirim paling banyak alat utama sistem senjata atau alutsista.

Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada II sekaligus Komandan Satgas 5th MNEK 2025, Laksmana Pertama TNI Amrin Rosihan Hendrotomo mengatakan, gelaran event itu dilaksanakan 15 Februari mendatang. 

"Kelebihannya Rusia dia yang paling banyak ngirim, 3 kapal. Jadi begitu ini di-launching akan dilaksanakan MNEK, itu Rusia merupakan negara pertama yang 'Saya akan berpartisipasi dan saya akan mengirim 3 kapal perang'. Di saat yang lain masih menunggu," kata Amrin, Kamis (9/1/2025).

1. Rusia mengirim kapal perang terbanyak, Australia dan Jepang mengirim kapal perang terbesar

ilustrasi bendera Rusia (unsplash.com/Egor Filin)

Amrin menjelaskan, delegasi Rusia yang akan hadir dalam kegiatan MNEK 2025 di Bali ini adalah Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Rusia. Setelah Rusia, negara terbanyak kedua yang mengirimkan kapal perang adalah Iran sebanyak 2 alutsista.

Sementara itu, angkatan laut Australia dan Jepang mengirimkan alutsista yang berukuran besar. "Jadi kapal-kapal yang paling besar itu adalah kapal-kapal sekelas destroyer. Destroyer yang ngirim itu ada Australia, Jepang.  Australia itu ngirim satu destroyer dan satu kapal coast guard," terangnya.

2. Kapal perang akan melakukan manuver lapangan di Selat Badung

KRI I Gusti Ngurah Rai (IDN Times/Ayu Afria)

Sementara itu, kedatangan 38 kapal perang yang merupakan alutsista milik TNI AL maupun alutsista asing dijadwalkan sebelum hari pelaksanaan 15 Februari 2025. Alutsista TNI AL, 17 KRI dipastikan telah lengkap berada di perairan Bali pada 14 Februari 2025. Sedangkan 21 kapal perang asing, 6 helikopter dan 3 MPA datang sekitar tanggal 13 Februari 2025. Pihaknya mengatakan total perkiraan ABK, partisipan dan satgas dalam kegiatan ini mencapai 5000 orang.

"Kalau yang dari asing mereka masuk mulai tanggal 13 sampai 14 (Februari 2025)" ungkapnya.

Keseluruhan alutsista ini dijadwalkan akan melakukan manuver lapangan dengan melakukan latihan SAR atau Search and Rescue di laut, Selat Badung pada 22 Februari 2025. Pada kegiatan manuver lapangan tersebut akan didukung juga beberapa kapal dari Bakamla RI, dan komponen maritim di Bali.

3. Situasi keamanan laut di Bali relatif aman

Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025 (IDN Times/Ayu Afria)

Lebih lanjut, Amrin mengatakan situasi keamanan wilayah laut Bali relatif aman. Hal ini dikarenakan Bali di-cover oleh kapal perang dari Armada II yang beroperasi untuk patroli kemanan maritim sepanjang tahunnya.

"Sepanjang tahun itu ada 10 kapal TNI. Saya sebar di seluruh wilayah Armada II, salah satunya Bali sampai Nusa Tenggara," terangnya.

Sementara itu, dukungan keamanan saat pelaksanaan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025 pada 15-22 Februari 2025 dilaksanakan oleh satgas di bawah Koarmada II, diantaranya patroli laut oleh Kopaska hingga pasukan Inteligen yang telah disebar.

"Jadi, kami harus meyakinkan mereka bahwa kita ini aman, untuk selama kegiatan mereka di sini," ungkapnya.

Editorial Team

Related Article