Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Gula Darah Membawa Beban Emosional Keluarga dan Finansial

Gula Darah Membawa Beban Emosional Keluarga dan Finansial
ilustrasi penderita diabetes (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Share Article

Badung, IDN Times - Masyarakat diharapkan tidak menyepelekan gula darah meski belum terdeteksi menderita diabetes. Head of Medical Kalbe Nutritionals, dr Muliaman Mansyur, mengatakan risiko prediabetes dan diabetes bisa menghampiri siapa pun. Tanpa deteksi dini dan pengelolaan yang tepat, prediabetes dapat berkembang menjadi diabetes, dan diabetes dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius yang sebenarnya dapat dicegah.

Pihaknya mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dengan rutin melakukan pemeriksaan gula darah.

"Pentingnya pemeriksaan gula darah secara berkala sebagai langkah awal yang krusial dalam mendeteksi kadar gula darah dan menjaga kualitas hidup," terangnya.

1. Masyarakat Indonesia belum sepenuhnya sadar risiko gula darah

ilustrasi pemeriksaan kadar gula darah (pexels.com/Artem Podrez)
ilustrasi pemeriksaan kadar gula darah (pexels.com/Artem Podrez)

Data dari hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa 8 dari 10 orang tidak menyadari mereka berisiko atau telah mengidap prediabetes hingga diabetes. Dengan pemeriksaan rutin dan dukungan nutrisi yang tepat, prediabetes dapat dicegah, dan diabetesi dapat mengelola gula darahnya dengan baik.

Selanjutnya, data dari International Diabetes Federation menunjukkan Indonesia berada di peringkat kelima dunia untuk jumlah diabetesi, dan diperkirakan naik ke peringkat keempat pada 2045. Fakta ini diperkuat oleh Riset Kesehatan Dasar Kemenkes RI 2023 yang mencatat peningkatan prevalensi diabetes menjadi 11,7 persen pada usia di atas 15 tahun.

"Sayangnya, masih banyak mitos dan kesalahpahaman seputar diabetes, termasuk anggapan bahwa ini hanya menyerang orang tua atau hanya karena konsumsi gula berlebih," terangnya.

2. Dampak gula darah merembet hingga ke finansial

ilustrasi gambar alat pengukur penyakit tekanan darah (halodo.com),
ilustrasi gambar alat pengukur penyakit tekanan darah (halodo.com),

Dampak diabetes tidak hanya dirasakan oleh diri penderitanya sendiri, namun keluarga dan orang-orang terdekat pun ikut merasakan beban emosional dan tantangan finansial. Kondisi ini bisa menimbulkan tekanan psikologis dan mengganggu keseimbangan kehidupan sehari-hari.

Perubahan kecil dalam pola hidup seperti makan lebih sehat, lebih aktif bergerak, dan rutin memantau gula darah, jika dilakukan secara konsisten diungkap mampu membawa perubahan besar.

"Risiko diabetes bisa dikendalikan, dan kualitas hidup pun meningkat secara nyata. Pola makan seimbang, olahraga teratur, dan manajemen stres juga menjadi faktor penting dalam pencegahan diabetes dan pengelolaan gula darah," jelas Ketua Persadia Surabaya, Doktor Soebagijo Adi Soelistijo.

3. Pola hidup masyarakat Indonesia harus berubah

Ilustrasi skrining diabetes (Pexels.com/ Pavel Danilyuk)
Ilustrasi skrining diabetes (Pexels.com/ Pavel Danilyuk)

Dalam kampanye kesehatan Kalbe Nutritionals melalui produknya DiabetaCare dan Diabetasol juga mengajak masyarakat Indonesia untuk melakukan aksi nyata dengan melakukan perubahan pola hidup yang lebih sehat. Pola hidup di antaranya mencakup pengaturan pola makan, cek gula darah, dan olahraga, serta mengingatkan bahwa kepedulian terhadap prediabetes dan diabetes adalah tanggung jawab bersama.

"Perubahan kecil memberikan dampak yang besar untuk perbaikan kualitas hidup bagi masyarakat Indonesia. Kami mengajak masyarakat untuk memulai dari satu langkah kecil yang berarti," ungkap Group Brand Manager Kalbe Nutritionals, Helly Oktaviana.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ayu Afria Ulita Ermalia
Irma Yudistirani
Ayu Afria Ulita Ermalia
EditorAyu Afria Ulita Ermalia

Latest News Bali

See More

Polisi Selidiki Video Viral Limbah di Pantai Segara Ayu

21 Jun 2026, 11:44 WIBNews