Karangasem, IDN Times - Suara benturan rotan dengan perisai kayu bakal kembali mewarnai Seraya Culture Fest (SCF) ke 5.
Tradisi Gebug Ende yang menjadi ciri khas masyarakat Desa Adat Seraya, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, tetap dipertahankan sebagai pertunjukan utama dalam festival yang berlangsung 5-7 November 2026.
Dalam tradisi ini, dua kelompok pria saling berhadapan. Mereka menggunakan ende atau perisai sebagai pelindung dan penjalin berupa rotan sebagai senjata untuk saling menyerang dan menangkis pukulan.
Pertunjukan yang mengandalkan ketangkasan dan keberanian tersebut dijadwalkan berlangsung setiap hari selama festival, mulai pukul 16.00 hingga 18.00 Wita.
Kelian Desa Adat Seraya, I Made Salin, mengatakan Gebug Ende merupakan identitas budaya yang hingga kini masih dijaga oleh masyarakat setempat.
"Ini menjadi ikon Seraya. Gebug Ende tidak ada selain di Seraya. Tradisi ini merupakan satu-satunya yang dimiliki desa kami," ujarnya, Rabu (4/11/2026).