Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dua WNA Iran Pelaku Hipnosis di Tabanan Ditangkap Di Kuta
ilustrasi Hipnotis (pexels.com/cottonbro studio)
  • Polsek Kuta menangkap dua WNA Iran, Bahman Mohamadiyan dan Manzourhossein Hamedani, di hotel Jalan Kartika Plaza setelah video dugaan hipnosis di Tabanan viral.
  • Keduanya diduga menghipnosis pedagang Pasar Bajera pada 18 September 2026 dan mengambil uang korban; mereka mengakui perbuatan lalu diserahkan ke Polres Tabanan.
  • Psikolog menjelaskan pelaku dapat memanfaatkan komunikasi, kepercayaan, pengalihan perhatian, kebingungan, dan tekanan waktu; hipnosis terapeutik berbeda karena dilakukan profesional dengan persetujuan klien.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Badung, IDN Times - Kepolisian Sektor Kuta menangkap dua orang laki-laki warga negara Iran bernama Bahman Mohamadiyan (47) dan Manzourhossein Hamedani (72) yang diduga menjadi pelaku tindakan pidana hipnosis di Kabupaten Tabanan.

Kapolsek Kuta, Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan, mengatakan petugas mengendus keberadaan pelaku yang diketahui menginap di salah satu hotel di kawasan Jalan Kartika Plaza. Mereka dibekuk pada Minggu (20/9/2026) setelah videonya viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, pelaku terekam menghipnosis korbannya yang merupakan pedagang di Pasar Bajera dan mengambil sejumlah uang pada 18 September 2026 sekitar pukul 15.39 Wita.

"Saat dimintai keterangan, mereka mengakui perbuatannya. Kedua WNA tersebut diserahkan kepada Polres Tabanan untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," jelasnya pada Selasa (22/9/2026).

Sementara itu, Psikolog Klinis Bali Bersama Bisa, Ni Luh Putu Diah Putri Rahayu, mengatakan dalam dunia hipnosis, pelaku lebih banyak memanfaatkan teknik komunikasi, membangun rasa percaya, mengalihkan perhatian korban, menciptakan kebingungan, atau membuat korban terburu-buru mengambil keputusan. Hipnosis digunakan untuk tujuan yang positif dalam dunia kesehatan misalnya membantu mengatasi kecemasan, mengelola nyeri, atau terapi tertentu. Namun, hipnosis terapeutik dilakukan oleh tenaga profesional, dengan persetujuan dari klien, dan bukan untuk mengendalikan seseorang,l.

"Siapa pun bisa menjadi korban ketika pelaku memang sudah terlatih memanfaatkan kelengahan seseorang yang menjadi targetnya," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article