Tabanan, IDN Times - Semua tahu bahwa pandemik COVID-19 membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Termasuk Pulau Bali, yang sebagian besar perekonomiannya bergantung kepada pariwisata. Tetapi ada satu kelompok lagi yang ikut terimbas. Yaitu penyandang disabilitas netra.
Meskipun kesulitan untuk mencari pendapatan, tetapi ada saja yang membuat mereka tetap berpikiran positif. Tunanetra yang terimbas pandemik COVID-19 adalah Anak Agung Made Wirawan (39). Ia merupakan warga Banjar Bangkiang Sidem, Desa Gunung Salak, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan.
Tempat jasa pijatnya tutup dan istri meninggal dunia, tetapi Wirawan tetap berpikiran positif. Berharap kondisinya akan semakin membaik. Seperti apa ceritanya? Berikut ini hasil wawancara IDN Times bersama Wirawan melalui sambungan telepon, Jumat (26/3/2021):
