Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BPOM Uji Kandungan 22 Menu Takjil di Denpasar
Petugas BPOM Kota Denpasar mengecek kandungan makanan di laboratorium keliling. (IDN Times/Yuko Utami)

Denpasar, IDN Times - Ubur-ubur ikan lele, kamu semua sudah berburu takjil lee? Kalau belum, jangan asal beli ya. Kali ini IDN Times akan spill (menginformasikan) hasil intensifikasi pengawasan pangan dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar. Pengecekan makanan kali ini berlokasi di sentra takjil Kota Denpasar, yaitu Masjid Baiturrahmah, Jalan Ahmad Yani Nomor 72A.

Kata Kepala Balai Besar POM Kota Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, intensifikasi pengawasan pangan ini sebagai upaya pencegahan makanan atau minuman mengandung bahan berbahaya. Ada 22 sampel yang diuji laboratorium di mobil keliling BBPOM Kota Denpasar, dan hasilnya langsung dibagikan lho. Gimana, penasaran kan? Aman atau…

1. Hasil pengujian 22 sampel

Sampel makanan dan minuman dalam tabung ukur. (IDN Times/Yuko Utami)

Sampel makanan dan minuman yang diuji ada berbagai jenis di antaranya es biji, lontong, dimsum, bakso, sate, gorengan, dan sebagainya. Dari pengujian sekitar satu jam itu, seluruh sampel dinyatakan aman.

“Ada 22 sampel yang diuji lab pada takjil Kampung Jawa. Hasilnya seperti tahun lalu, semuanya memenuhi syarat. Tidak kita temukan lagi penggunaan bahan-bahan berbahaya,” ujar Aryapatni saat diwawancarai IDN Times di lokasi, Selasa (4/3/2025) sore.

2. Pengawasan telah berlangsung sejak 24 Februari 2025

Pedagang takjil di kawasan Masjid Baiturrahmah, Kota Denpasar. (IDN Times/Yuko Utami)

Aryapatni juga menjelaskan, pengawasan ini sudah dimulai sejak minggu lalu. Tepatnya 24 Februari 2025, dan akan berlanjut hingga 27 Maret 2025, menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Ini preventif di awal, kami melakukan pembinaan agar menggunakan bahan baku yang sesuai dan aman dikonsumsi,” kata dia. 

Selain makanan dan minuman takji, intensifikasi ini juga berlaku untuk portir, distributor, retail, dan parcel. Selama kegiatan pengawasan ini, BBPOM Denpasar juga bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Denpasar, Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dan Dinas Perdagangan Kota Denpasar.

3. Hasilnya langsung tersingkap di lapangan

Makanan para pedagang aman dikonsumsi pembeli. (IDN Times/Yuko Utami)

Sistem tes langsung di lokasi ini juga dilakukan di beberapa wilayah Bali. Misalnya Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Tabanan. Adapun kandungan berbahaya yang diwaspadai berupa formalin, rhodamin B, metanil yellow, dan boraks.

Petugas BBPOM Denpasar melakukan pengecekan awal dengan melihat warna makanan dan minuman yang mencolok. Selanjutnya makanan dan minuman tersebut dicek. Misalnya makanan berwarna merah dan kuning mencolok, dicurigai mengandung pewarna berbahaya. Bakso dicek sebagai sampel untuk mengetahui apakah ada boraks di dalamnya, dan begitu seterusnya.

4. Tetap waspada dengan metode Cek Klik

Kepala Balai Besar POM Kota Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni. (IDN Times/Yuko Utami)

Aryapatni menjelaskan, makanan dengan kandungan rhodamin b dan zat berbahaya lainnya bersifat karsinogenik. Ini pemicu pertumbuhan kanker. Ia mengimbau kepada masyarakat agar waspada dalam memilih makanan dan minuman dengan metode ala BPOM. Yaitu Cek Klik dengan cek kemasan, cek label, cek izin edar, cek kedaluwarsa.

“Untuk masyarakat kami imbau di bulan puasa butuh stamina fit harus jaga kesehatan dengan makanan yang memenuhi syarat dan gizi. Kalau takjil tentu dengan sanitasi yang menjual dan kebersihan, jadi pemerintah sudah bantu upaya preventifnya dengan pengujian,” tutup Aryapatni.

Editorial Team

Related Article