Denpasar, IDN Times - Masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan Bali diharapkan hati-hati dan mewaspadai gelombang laut yang dapat mencapai 4 meter atau masuk kategori tinggi.
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan rentang mulai 7-10 Juni 2026 terkait potensi gelombang tinggi di wilayah Bali, dengan ketinggian gelombang laut dapat mencapai 2,5 - 4,0 meter, berpeluang terjadi di Selat Lombok bagian Selatan, Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung dan Perairan Selatan Pulau Bali.
Kondisi tersebut diungkap berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter, dan kapal Feri dengan kecepatan angin 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.
Sementara itu, ketinggian gelombang air laut dapat mencapai 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Lombok bagian Utara dan Perairan Utara Pulau Bali. Kondisi tersebut diungkap berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, serta kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.
Pada rentang tersebut, pola angin di wilayah Perairan Utara bertiup dari arah Timur - Tenggara dengan kecepatan antara 4 - 20 knot. Sedangkan di Perairan Selatan Bali bertiup dari arah Timur - Tenggara dengan kecepatan antara 4 - 25 knot. BMKG mengimbau agar masyarakat waspada potensi peningkatan kecepatan angin di Perairan Utara dan Selatan Bali.
Kecepatan arus di perairan Utara Pulau Bali 0,97 - 1,11 kt; Perairan Selatan Pulau Bali 0,82 - 1,42 kt; Selat Bali bagian Selatan 0,84 - 1,01 kt; Selat Badung 1,29 - 1,92 kt; Selat Lombok bagian Utara 1,20 - 1,91 kt; dan Selat Lombok bagian Selatan 1,25 - 2,15 kt.
