Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bali Vaksinasi HPV Gratis untuk 29 Ribu Anak Laki-Laki
Jumpa pers imunisasi vaksin HPV di Bali di Kantor Dinas Kesehatan Bali pada Minggu, 16 Agustus 2026. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Pemprov Bali memulai vaksinasi HPV gratis bagi 29 ribu anak laki-laki usia 11 tahun atau kelas 5 SD pada Agustus 2026, bertepatan dengan BIAS.
  • Perluasan imunisasi HPV bertujuan membentuk kekebalan dan perlindungan jangka panjang; Dinkes menyatakan vaksin aman, dengan reaksi umum seperti demam ringan atau ruam.
  • Komda KIPI akan memantau kejadian pascavaksinasi, sementara BPOM Denpasar mengawasi keamanan rantai pasok dan menyiapkan 70 ribu dosis vaksin dari Pemerintah Pusat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemprov Bali memperluas vaksinasi HPV gratis kepada 29 ribu anak laki-laki usia 11 tahun atau siswa kelas 5 SD dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah.
  • Who?
    Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Komda KIPI Bali, Balai Besar POM Denpasar, serta 29 ribu anak laki-laki usia 11 tahun menjadi pelaksana, pengawas, dan sasaran program.
  • Where?
    Vaksinasi dilaksanakan di Bali. Keterangan program disampaikan di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar.
  • When?
    Program dimulai bersamaan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah pada Agustus 2026. Penjelasan Dinkes Bali disampaikan pada Minggu, 16 Agustus 2026.
  • Why?
    Perluasan sasaran dilakukan untuk membentuk kekebalan tubuh dan memberikan perlindungan jangka panjang kepada anak laki-laki dari infeksi Human Papillomavirus.
  • How?
    Pemerintah Pusat menyediakan 70 ribu dosis vaksin. BPOM mengawasi keamanan dan rantai pasok, sedangkan Komda KIPI memantau reaksi pascavaksinasi melalui kajian tim ahli.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Denpasar, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mendorong perluasan cakupan imunisasi Human Papillomavirus (HPV). Kini tidak hanya menyasar anak perempuan, tetapi juga anak laki-laki. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom, menjelaskan perluasan sasaran imunisasi HPV kepada anak laki-laki bertujuan memberikan perlindungan jangka panjang dari infeksi virus tersebut. Ia menegaskan, manfaat utama imunisasi adalah membentuk kekebalan tubuh sekaligus melindungi generasi muda di masa depan.

“Sangat-sangat aman untuk imunisasi. Hampir sama dengan imunisasi yang lain juga. Jadi, tidak ada sesuatu yang mengkhawatirkan,” ujar Anom di Kantor Dinkes Provinsi Bali, pada Minggu (16/8/2026).

1. Sasaran vaksinasi HPV kepada 29 ribu anak laki-laki

Dari kiri ke kanan, Kepala Balai Besar POM di Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa; Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom; dan Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Provinsi Bali, Sugita. (IDN Times/Yuko Utami)

Pelaksanaan vaksinasi HPV di Bali bertepatan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), yang akan dimulai pada Agustus 2026. Sasarannya adalah 29 ribu anak laki-laki usia 11 tahun atau kelas 5 sekolah dasar (SD).

“Ini imunisasi program nasional ada 14 sekarang, jadi imunisasi ini diberikan secara gratis untuk anak-anak kita,” imbuh Anom.

Ada tiga provinsi di Indonesia yang akan memulai proses vaksinasi HPV bertepatan dengan BIAS yakni Bali, Yogyakarta, dan Jakarta.

2. Komda KIPI Bali akan pantau efek vaksinasi HPV

Ilustrasi imunisasi vaksin HPV (IDN Times/Arief Rahmat)

Sebelumnya, Provinsi Bali telah memulai vaksinasi HPV kepada anak-anak perempuan sejak 2016 hingga 2022. Selama proses dan pascavaksinasi tidak ada pengaduan efek samping berat. Anom mengatakan, reaksi yang ditimbulkan setelah vaksinasi ini bersifat ringan, seperti vaksinasi lainnya. 

“Reaksi seperti demam ringan dan ruam merupakan hal yang wajar terjadi akibat masuknya zat asing ke dalam tubuh, dan bukan merupakan efek samping berat,” kata dia.

Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Provinsi Bali, Sugita, menegaskan efek samping ringan maupun berat akan selalu dipantau.

“Nanti ada tim ahli yang akan melakukan kajian itu dan memberikan kesimpulan bersama-sama dengan Komda dan KIPI Pusat,” jelas Sugita.

3. BPOM Denpasar pastikan ketersediaan vaksin HPV

ilustrasi vaksin HPV (unsplash.com/Mufid Majnun)

Sementara itu, Kepala Balai Besar POM di Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa, menyatakan dukungan penuh terhadap program imunisasi HPV ini.

Ia menjelaskan bahwa sejak program ini digulirkan, BPOM secara konsisten memastikan keamanan vaksin di lapangan, termasuk pengawasan pada seluruh rantai pasok (cold chain) yang menggunakan sistem terstandar.

Bali mendapatkan 70 ribu dosis vaksin HPV dari Pemerintah Pusat. Sisa dari 29 ribu target utama akan didistribusikan kepada siswa yang belum menerima manfaat vaksinasi HPV.

Selain pengawasan distribusi, BPOM turut melakukan pengawasan pasar (market surveillance) serta pemantauan efek samping obat.

“Kami memastikan ketersediaan vaksin di lapangan itu adalah aman dan juga termasuk di semua rantai pasok ya,” tegasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article