Comscore Tracker

Mengenal Teknologi Ultrasound, Mengencangkan Kulit Tanpa Operasi  

Tubuh perlu memenuhi asupan nutrisi untuk kulit

Badung, IDN Times – Kesehatan kulit menjadi aset berharga yang perlu dijaga setiap saat. Tubuh juga harus memenuhi asupan nutrisi untuk kulit. Nutrisi bisa diperoleh dari bahan makanan yang mengandung kolagen. Namun dengan kondisi cuaca yang kerap tak terduga, asupan makanan tidak selamanya cukup memenuhi kebutuhan nutrisi kulit.

Nah seiring kemajuan teknologi, berbagai temuan teknologi kesehatan berbasis penelitian kian berkembang. Satu di antaranya teknologi Ultrasound yang diklaim bisa membantu membuat kulit tetap kencang dan terlihat lebih muda tanpa operasi.

Baca Juga: 5 Skincare dengan Kandungan Jamur, Bikin Kulit Kencang! 

1. Asupan kolagen bisa didapat dari cokelat, kaldu ayam, dan sumber lainnya

Mengenal Teknologi Ultrasound, Mengencangkan Kulit Tanpa Operasi  Foto alat Ultrasound yang digunakan untuk mengencangkan kulit tanpa bedah. (Dok.IDN Times/istimewa))

Teknologi mengencangkan kulit ini diungkap oleh dokter kecantikan yang juga President Director Miracle Aesthetic Clinic, dr Lanny Juniarti, saat ditemui pada Kamis (15/9/2022) di Kuta, Kabupaten Badung. Ia mengungkapkan bahwa kolagen penting untuk menjaga kekencangan kulit. Kolagen bisa didapatkan dari beberapa jenis makanan. Misalnya, dengan mengonsumsi cokelat, kaldu ayam, garlic, salmon, berries, dan alpukat.

“Makanan tertentu bisa memperbaiki kolagen. Tapi kan terbatas. Mau seberapa banyak yang dimakan, kan kita nggak mungkin misalnya makan kacang-kacangan berkilo-kilo hanya untuk mendapatkan manfaat pada kolagen,” jelasnya.

Lalu seberapa mampukah bahan makanan tersebut menjadi booster kolagen dalam tubuh? Lanny mengaku hal ini menjadi pertanyaan bagi setiap orang.

"Cuaca Bali yang hangat, paparan sinar matahari, gaya hidup, tingkat stres, dan bertambahnya usia menjadi faktor penuaan kulit," ungkapnya.

Perawatan kulit yang sederhana, mulai dari pengolesan vitamin C, juga membantu pembentukan kolagen pada jaringan kulit. 

2. Gelombang Ultrasound akan merangsang pembentukan kolagen di dalam kulit

Mengenal Teknologi Ultrasound, Mengencangkan Kulit Tanpa Operasi  Foto alat Ultrasound yang digunakan untuk mengencangkan kulit tanpa bedah. (Dok.IDN Times/istimewa))

Menurut Lanny, bahwa pengencangan kulit saat ini bisa dilakukan tanpa melalui operasi atau non bedah dengan menggunakan teknologi Ultrasound. Gelombang Ultrasound ini akan merangsang pembentukan kolagen di dalam kulit, tanpa menggunakan bahan kimia sama sekali.

Treatment menggunakan teknologi ini diungkapkan memungkinkan untuk melihat permukaan kulit lebih dalam. Selain itu juga aman merangsang area yang paling membutuhkan peningkatan kolagen.

Selain itu perawatan ini tidak membutuhkan downtime atau masa pemulihan setelah melakukan perawatan. Dengan begitu, dapat menjadi alternative bagi masyarakat. 

"Teknologi ini pengencangan kulit tanpa pembedahan. Kedalaman kulitnya bisa diatur dan bisa menembak di lapisan. Ini kecanggihan teknologi. Dengan kecanggihan ini tanpa surgery, tidak perlu disayat, tidak perlu dibedah," ungkapnya.

Sebelum adanya teknologi ini, treatment kekencangan kulit inilah yang banyak dicari hingga ke Singapura. Teknologi ini pertama kali ia terapkan di Indonesia pada tahun 2011.

3. Apabila tanpa perawatan, kolagen pada tubuh setiap tahunnya berkurang 1 persen

Mengenal Teknologi Ultrasound, Mengencangkan Kulit Tanpa Operasi  ilustrasi kulit wajah tampak cerah dan sehat (freepik.com/pressfoto)

Kekencangan kulit hasil teknologi yang disebut Ul therapy ini bisa bertahan selama satu tahun. Kemudian jika ingin kembali mendapatkan kekencangan kulit, maka treatment akan kembali diulang. Kecanggihan teknologi ini sangat berbeda jauh dengan teknologi Ultrasound sebelumnya yang treatmentnya perlu diulang per bulan.

“Kalau di usia lanjut 60-70 tahun, kadang-kadang kolagennya sudah lebih banyak yang menurun. Makanya, 8 bulan sampai 10 bulan perlu diulang,” jelasnya.

Lalu bagaimana kondisi ketersediaan kolagen jika tanpa perawatan? Ia ungkapkan bahwa ketersediaan kolagen dalam tubuh akan berkurang 1 persen setiap tahunnya tanpa perawatan.

“Di atas 30, terus, terus, terus, tambah banyak kolagen yang hilang karena kerusakan gitu. Apalagi kalau suka berjemur, merokok. Itukan damaging our collagen. Polusi stres,” ungkap Lanny.

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya