Agenda hari ini adalah pemeriksaan saksi pelapor Suteja. Ia memasuki Ruang Cakra dan langsung duduk di kursi persidangan untuk dimintai keterangannya sebagai saksi pelapor.
“Tadi di sana yang pertama bagaimana saya selaku Ketua IDI bisa melaporkan seperti ini. Itulah yang saya sampaikan. Yang kedua kenapa bisa dilaporkan, kenapa tidak ada mediasi. Kenapa dilaporkan kenapa tidak berdiskusi,” ungkap Suteja.
Suteja menjelaskan, kasus ini dilaporkan karena saat ini masih dalam penanganan COVID-19, tetapi postingan Jerinx dinilai dapat menurunkan semangat kerja IDI.
“Menuduh-menuduh ini itu. Padahal di belakang saya, adik-adiknya, dokter bekerja sekuat tenaga. Dengan ada perkataan-perkataan demikian, menyebabkan kami menjadi lemah. Menyebabkan masyarakat tidak percaya dengan apa yang kami laksanakan di lapangan. Kan begitu. Itu saja,” katanya.
Sidang yang berlangsung sampai pukul 12.20 Wita tersebut, Suteja mengakui bisa menatap mata Jerinx secara langsung. Hal ini sesuai permintaan Jerinx sebelumnya, yang ingin bertatap mata dengan Suteja.
“Saya tatap dia. Saya biasa saja. Saya sudah bilang dia orang baik. Tetapi tatap juga anggota saya yang di belakang. Delapan jam pakai APD (Alat Pelindung Diri). Tidak bertemu dengan keluarga berapa hari. Diikuti dengan narasi-narasi begini kan juga saya sebagai anggota profesi menjaga marwahnya teman-teman. Marwah profesi saya jaga,” jelas Suteja.
“Dia orang baik tetapi narasi dia yang membuat kita tidak bisa. Kan kegiatan sosial dia banyak.”