Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ABG di Karangasem Iseng Telepon 110, Langsung Dibina ke Polsek
ilustrasi telepon rumah (pexels.com/cottonbro studio)
  • Seorang remaja 12 tahun di Karangasem ditegur polisi setelah iseng menelepon layanan darurat 110 dan mengucapkan kata kasar kepada petugas.
  • Remaja tersebut dibawa ke Polsek Manggis untuk pembinaan, diminta meminta maaf, dan orang tuanya dipanggil agar lebih mengawasi penggunaan ponsel anak.
  • Polisi menegaskan panggilan iseng ke nomor 110 bisa mengganggu kinerja petugas karena setiap laporan wajib ditindaklanjuti meski belum pasti bersifat darurat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
25 Mei 2026

Pada Minggu malam sekitar pukul 22.00 Wita, seorang remaja di Kecamatan Manggis menelepon layanan darurat 110 dan mengucapkan kata-kata kasar kepada petugas. Polisi menelusuri nomor tersebut dan menemukan bahwa panggilan berasal dari Desa Antiga.

27 Mei 2026

Kapolres Karangasem I Made Santika menjelaskan bahwa setelah pelacakan, polisi mendapati penelepon masih anak-anak berusia sekitar 12 tahun. Remaja itu dibawa ke Mapolsek Manggis untuk pembinaan bersama orangtuanya serta diminta menyampaikan permintaan maaf.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Seorang remaja di Karangasem mendapat pembinaan dari polisi setelah melakukan panggilan iseng ke layanan darurat 110 dan mengucapkan kata-kata kasar kepada petugas.
  • Who?
    Remaja laki-laki berusia 12 tahun asal Desa Antiga, Kecamatan Manggis, serta aparat Polsek Manggis dan Kapolres Karangasem I Made Santika.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di wilayah Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali. Pembinaan dilakukan di Mapolsek Manggis.
  • When?
    Kejadian berlangsung pada Minggu malam, 25 Mei 2026 sekitar pukul 22.00 Wita. Keterangan resmi disampaikan Rabu, 27 Mei 2026.
  • Why?
    Tindakan dilakukan karena remaja tersebut menyalahgunakan layanan darurat yang seharusnya digunakan untuk situasi mendesak dan dapat mengganggu kinerja petugas.
  • How?
    Polisi melacak nomor penelepon melalui sistem layanan 110, mendatangi lokasi asal panggilan, membawa anak ke Polsek untuk pembinaan, serta memanggil orang tuanya untuk diberikan imbauan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada anak umur 12 tahun di Karangasem yang nelpon polisi cuma buat ngomong kasar. Polisi cari tahu nomornya dan datang ke rumahnya. Anak itu lalu dibawa ke kantor polisi buat dibina. Orang tuanya juga dipanggil dan disuruh jaga anaknya biar nggak main telepon darurat lagi. Sekarang anak itu sudah minta maaf.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Peristiwa di Karangasem menunjukkan pendekatan pembinaan yang humanis dari kepolisian terhadap anak yang menyalahgunakan layanan darurat. Dengan melibatkan orang tua dan memberikan pemahaman langsung tentang fungsi nomor 110, aparat tidak hanya menegakkan aturan, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab serta kesadaran penggunaan teknologi sejak dini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Karangasem, IDN Times- Seorang remaja di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, dibina personel kepolisian setelah diketahui menyalahgunakan layanan darurat 110.

Bocah laki-laki berusia 12 tahun itu sempat menghubungi call center kepolisian sambil melontarkan kata-kata kasar kepada petugas yang berjaga.

Peristiwa tersebut terjadi, Minggu (25/5/2026) sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itu, petugas SPKT Polsek Manggis menerima panggilan masuk melalui layanan pengaduan darurat 110.

Namun, bukannya menyampaikan laporan kejadian, penelepon justru berbicara tidak sopan dan memaki anggota polisi.

Kapolres Karangasem, I Made Santika, mengatakan, person langsung melakukan penelusuran terhadap nomor telepon yang digunakan. Dari hasil pelacakan, polisi mengetahui panggilan tersebut berasal dari wilayah Desa Antiga.

“Setelah anggota mendatangi lokasi, diketahui penelepon masih anak-anak, usianya sekitar 12 tahun,” ujar Santika, Rabu (27/5/2026).

1. Dibina ke Polsek Manggis

Ilustrasi bimbingan kelompok (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Polisi kemudian membawa remaja tersebut ke Mapolsek Manggis untuk dibina.

Kedua orangtuanya juga dipanggil agar memahami dampak dari penyalahgunaan layanan darurat yang seharusnya digunakan untuk kondisi mendesak.

2. Diminta sampaikan permintaan maaf

Ilustrasi permintaan maaf (Pexels.com/Brett Jordan)

Selain diminta menyampaikan permintaan maaf dan membuat klarifikasi, pihak keluarga juga diingatkan agar lebih mengawasi penggunaan ponsel oleh anak-anak, terutama saat malam hari.

"Kami mengimbau orangtuanya untuk mengawasi anak-anaknya," ungkap dia.

3. Panggilan iseng pada layanan 110 dapat menganggu kinerja petugas

Polisi memberikan pengarahan, untuk meminta petani waspada pencurian sapi. (Dok. IDN Times/istimewa)

Menurut polisi, layanan 110 disediakan untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan cepat atau ingin melaporkan kejadian darurat.

Panggilan iseng dinilai bisa mengganggu konsentrasi petugas dan berpotensi menghambat penanganan laporan penting lainnya.

Meski sering menerima laporan palsu atau panggilan bercanda, polisi tetap wajib merespons setiap telepon yang masuk.

"Sebab, pada saat panggilan diterima, petugas belum bisa memastikan apakah laporan tersebut benar-benar darurat atau tidak. Sehingga petugas wajib turun untuk memastikannya," ungkap Santika.

Editorial Team

Related Article