4 Hal Bijak Ketika Kamu Menyerah saat Orang Bilang Bertahan

Dalam kehidupan ini rasanya selalu ada yang namanya keraguan dalam mengambil keputusan. Terlebih keputusan untuk bertahan atau menyerah saja atas suatu hal. Hal yang menyulitkan dalam mengambil keputusan ialah saat orang-orang sekitar mengatakan untuk bisa bertahan dikit lagi. Sayangnya, dari kamu ternyata rasanya sudah tidak kuat lagi.
Di satu sisi apa yang orang katakan ada benarnya juga. Namun di sisi lain, fisik dan mentalmu rasanya sudah berteriak untuk menyerah saja. Pada saat ini tentu kamu akan merasa bingung untuk membuat pilihan yang tepat. Dengan begitu, coba simak hal bijak saat orang bilang bertahan dikit lagi tapi kamu tak mampu berikut ini, berdasarkan pengalaman pribadi penulis.
1. Cerna dengan logis alasannya menyuruhmu bertahan

Sadar atau tidak terkadang kita memang membutuhkan masukan dari orang lain, lho. Bagaimana tidak, sebagai pelaku utama dalam kehidupanmu sendiri, tentu tak jarang apa yang kamu putuskan itu dipengaruhi oleh emosional semata. Nah, adanya orang lain yang objektif ini mampu membantu memberikan pendapat yang rasional.
Coba deh kamu pikirkan, apakah alasan yang mereka lontarkan agar kamu bertahan sedikir lagi itu masuk akal? Memberikan manfaat bagi kehidupanmu secara jangka panjang? Coba pahami sebentar dengan fokus tanpa melibatkan jiwa dan ragamu yang rasanya sudah tak sanggup lagi, ya.
2. Cerna dengan logis alasanmu tak ingin bertahan

Selain mendengar alasan orang lain yang terasa begitu logis, tentu kamu sebagai pelaku utamanya juga penting alasannya. Coba tanya pada dirimu sendiri, apa kamu sudah benar-benar tidak mampu bertahan? Coba buat perbandingan kemampuan dengan situasi dan kondisi berat yang kamu hadapi saat ini.
Sebaliknya, apakah sebenarnya tidak mungkin untuk diperbaiki lagi selain harus menyerah? Coba diskusi lebih dalam dengan dirimu sendiri. Siapa tahu ternyata kamu itu telanjur lelah untuk mencari solusinya. Dengan kata lain, yang kamu butuhkan itu istirahat, bukan menyerah.
3. Pikirkan untung dan ruginya

Namanya juga hidup, tentu setiap keputusan yang diambil harus berdasarkan penghitungan untung dan ruginya, ya. Terlebih lagi, jika kamu tidak mampu bertahan ini dalam urusan yang besar.
Misalnya saja dalam hal pekerjaan, jika kamu merasa sudah tidak mampu bertahan dan ingin menyerah, bayangkan bagaimana hidupmu ke depannya. Apakah kamu sudah punya rencana hidup yang matang setelah meninggalkan pekerjaan yang sekarang? Jika belum, tentu hidupmu lebih berantakan lagi setelahnya.
Sebaliknya, jika tetap dipaksakan untuk bertahan dalam pekerjaan yang menyusahkanmu, bagaimana kehidupanmu ke depannya. Apakah kamu jadi tidak bisa hidup dengan baik? Bahkan, kamu akan jatuh sakit yang berakhir menyulitkan diri sendiri? Jika iya, tentu prioritaskan kebaikan hidupmu sendiri, ya.
4. Ambil keputusan dengan mempertimbangkan kemampuanmu

Pada akhirnya, urusan kamu harus bertahan sedikit lagi atau menyerah saja ialah sepenuhnya menjadi hak pilihmu, ya. Hal trader dikarenakan hidupmu ya sepenuhnya milikmu, terlebih kamu yang menjalaninya, bukan orang lain.
Jadi, ketika kamu setuju untuk bertahan sedikit lagi, meski berasal dari argumentasi logis orang sekitarmu, namun tetap pertimbangan kemampuanmu. Ya, pendapat mereka mungkin sangat rasional, tetapi mereka tidak pernah tahu batas kemampuanmu, dan yang paham tentu hanya kamu. Sebaliknya, ketika kamu memilih untuk menyerah, pastikan bahwa hal tersebut bukan keputusan emosional belaka, melainkan atas dasar logika atas ketidakmampuan dirimu.
Mau kamu memilih bertahan atau menyerah, keduanya tetaplah membutuhkan kemampuan untuk bisa melanjutkan hidup dengan baik. Saat kamu memilih bertahan, artinya kamu harus mampu beradaptasi dan menoleransi rasa yang membuatmu ragu untuk bertahan itu. Pun ketika kamu menyerah atas suatu hal, artinya kamu harus memulai hingga mengembangkan kemampuanmu untuk bisa melanjutkan hidup dengan bijak secara jangka panjang.



















