Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
2 Bocah Hilang Terseret Arus Pantai Kuta, SAR Lakukan Pencarian
Pantai Kuta 31 Desember 2025 (IDN Times/Ayu Afria)
  • Dua bocah berinisial AA dan NAS hilang terseret arus saat bermain bola di Pantai Kuta pada Minggu sore, setelah ombak besar menghantam mereka di depan Patung Baruna.
  • Saksi MH tidak mampu menolong karena ombak semakin besar, lalu meminta bantuan warga hingga petugas Balawista dan Polairud yang segera melakukan pencarian awal di lokasi kejadian.
  • Pencarian malam hari terkendala jarak pandang terbatas, dilanjutkan pagi harinya dengan tim SAR gabungan menggunakan perahu karet, jet ski, dan penyisiran darat sejauh satu kilometer.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Badung, IDN Times - Dua orang anak laki-laki berinisial AA (13) dan NAS (8) masih dalam pencarian tim Search and Rescue (SAR) gabungan setelah dilaporkan terseret arus di Pantai Kuta pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 17.30 Wita.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan korban saat itu bermain bola dan berenang tepat di depan Patung Baruna, Kecamatan Kuta. Sesaat sebelum kejadian, mereka sedang bermain bola di bibir pantai. Beberapa kali bolanya terlempar ke laut. Saat sedang mengambil bola, korban terseret ombak dan menghilang.

"Tiba-tiba datang ombak besar dan menghantam kedua korban yang masih di dalam laut. Saat itu saksi melihat kedua korban diseret arus dan saling berpegangan tangan," ungkapnya pada Senin (8/6/2026).

1. Korban terseret ombak saat bermain bola

ilustrasi sepak bola (unsplash.com/janoschphotos)

Korban AA mengajak NAS dan saksi MH (13) berangkat ke pantai untuk bermain bola sekitar pukul 16.30 Wita. Ketiganya berjalan kaki menuju lokasi. Sesampainya mereka, mereka menuju pinggir pantai dekat ombak untuk bermain bola sambil bermain air laut. Saat itu saksi menyampaikan ketinggian air laut sebatas lutut.

Setelah beberapa menit, saksi MH bergegas mengambil bola yang terlempar ke tepian. Di saat yang bersamaan, MH mengimbau korban untuk ikut ke pinggir, namun ajakan tersebut ditolak. Korban AA meminta NAS menemaninya berada di dalam air laut.

"Saksi MH  ketepian sendiri untuk mengambil bola sembari beristirahat karena merasa lelah," ungkapnya.

2. Saksi tidak bisa menolong temannya karena ombak yang besar

Operasi SAR di Pantai Kuta (Dok.IDN Times/istimewa)

Saksi MH  saat itu tidak berani memberikan bantuan karena takut melihat ombak yang semakin membesar dan kemudian berusaha meminta tolong kepada orang sekitar. Kejadian tersebut lalu dilaporkan ke Balawista Badung dan Polairud Pantai Kuta.

Petugas Balawista langsung melakukan pencarian menggunakan board rescue (papan penyelamat) di tempat kejadian. Setelah 30 menit pencarian, korban belum ditemukan karena situasi sudah mulai gelap, maka  pencarian  dihentikan dan kembali ke pos pantau Balawista serta langsung menghubungi Basarnas Bali untuk membantu melakukan pencarian.

3. Pencarian terkendala jarak pandang

Operasi SAR di Pantai Kuta (Dok.IDN Times/istimewa)

Petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi pada pukul 18.50 Wita, kemudian memberangkatkan 6 personel menuju lokasi untuk pencarian korban. Pencarian korban terkendala dengan jarak pandang yang terbatas. Upaya pencarian kemarin malam dilakukan dengan penyisiran sepanjang pantai. Hingga pukul 22.00 Wita hasil pencarian masih nihil.

Kemudian, pada Senin pagi, Search and Rescue Unit (SRU) darat dan SRU laut kembali digerakkan dengan menurunkan satu unit rubber boat. Sementara itu, Balawista Kuta melakukan penyisiran menggunakan satu unit jet ski. SRU darat penyisiran ke arah selatan sejauh kurang lebih satu kilometer. Rencana operasi SAR hari kedua akan menyisiri seputar lokasi kejadian seluas 3 NM² oleh SRU laut.

Editorial Team

Related Article