Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Persiapan Wajib Sebelum Mendaki Pertama Kali, Biar Gak Nyusahin!
ilustrasi mendaki gunung (magnific.com/pressfoto)

Mendaki gunung kini semakin diminati anak muda yang ingin menikmati alam dari dekat. Namun, keindahan jalur dan pemandangan puncak tetap menyimpan risiko yang tidak boleh diremehkan. Pendakian pertama perlu disiapkan dengan matang agar tidak membahayakan diri sendiri maupun rombongan.

Stamina yang lemah dan minimnya pengetahuan tentang jalur sering menjadi masalah bagi pendaki pemula. Kamu tentu tidak ingin merepotkan teman karena datang tanpa persiapan yang cukup. Karena itu, pahami beberapa panduan penting berikut sebelum memulai pendakian pertamamu.

1. Bangun stamina dengan latihan kardio konsisten

ilustrasi pria sedang jogging untuk persiapan mendaki (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Berjalan di jalur menanjak selama berjam-jam tentu membutuhkan tenaga dan daya tahan yang kuat. Supaya tubuh tidak kaget, mulailah berolahraga secara rutin minimal dua minggu sebelum mendaki. Jogging santai dan latihan naik-turun tangga sudah cukup efektif untuk membangun stamina secara bertahap.

Tubuh yang terbiasa berolahraga akan lebih mudah mengatur pernapasan saat berada di daerah berketinggian. Latihan tersebut juga memperkuat lutut dan otot kaki agar tetap stabil ketika membawa tas pendakian. Jangan abaikan persiapan fisik karena kelelahan dan kram dapat mengacaukan ritme perjalanan seluruh kelompok.

2. Pilih gunung yang ramah untuk pendaki pemula

ilustrasi gunung yang tidak ramah pendaki pemula (unsplash.com/Aliaksei Lepik)

Jangan memaksakan diri memilih gunung tinggi hanya demi terlihat hebat pada pendakian pertama. Destinasi di bawah 2.000mdpl (meter di atas permukaan laut) lebih cocok untuk menguji stamina dan kesiapanmu. Supaya tidak terlalu menguras tenaga, pilih jalur menuju puncak yang bisa diselesaikan sekitar empat jam.

Perhatikan pula kondisi lintasan karena jalur yang rapi akan memudahkan kamu mengikuti arah pendakian. Adanya pos resmi dan sumber air bersih menjadi nilai tambah yang penting saat menghadapi kendala di perjalanan. Medan yang ringan juga membantu kamu membiasakan diri dengan udara dingin dan suasana malam di pegunungan.

3. Pahami cara memilih dan memakai sepatu gunung

ilustrasi sepatu gunung (pexels.com/Pixabay)

Sepatu yang tepat berperan besar dalam menjaga keselamatan selama pendakian. Jangan mengandalkan sneakers biasa karena solnya belum tentu mampu mencengkeram tanah, lumpur, atau batu dengan baik. Hiking boots maupun trail running shoes lebih aman digunakan karena dirancang untuk menghadapi medan alam.

Sebaiknya, pilih sepatu yang ukurannya sedikit lebih longgar atau satu nomor di atas ukuran normal. Ruang di ujung sepatu akan mencegah jari kaki terus terbentur ketika kamu berjalan menuruni lereng. Kaki yang nyaman membuat perjalanan terasa lebih aman dan mengurangi risiko nyeri sepanjang jalur.

4. Patuhi aturan emas sistem layering pakaian

ilustrasi layering pakaian mendaki yang benar (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Cuaca di gunung bisa berubah dalam waktu singkat, dari panas menyengat pada siang hari menjadi sangat dingin saat malam. Agar suhu tubuh tetap stabil, jangan hanya mengandalkan satu jaket tebal sebagai perlindungan. Gunakan sistem pakaian berlapis dengan base layer berbahan nilon yang cepat mengalirkan keringat dari kulit.

Hindari pakaian berbahan katun karena mudah menyerap air dan membutuhkan waktu lama untuk kering. Lengkapi perlindungan dengan windbreaker serta jas hujan yang diletakkan di bagian atas tas agar mudah diambil. Tubuh yang tetap kering akan lebih terlindungi dari penurunan suhu drastis dan risiko hipotermia.

5. Pelajari manajemen logistik dan packing ransel (carrier)

ilustrasi packing ransel mendaki yang benar (unsplash.com/Dmytro Matsiuk)

Packing ransel bukan hanya soal memastikan seluruh perlengkapan berhasil masuk ke dalam tas. Susunan barang yang tepat diperlukan agar beban tetap stabil saat kamu melewati medan miring, berbatu, atau menanjak. Barang ringan dan berukuran besar, seperti kantong tidur serta pakaian, sebaiknya diletakkan di bagian dasar.

Sementara itu, air minum, bahan makanan, dan alat masak perlu disimpan di area tengah dekat punggung. Posisi ini membuat beban lebih seimbang karena titik beratnya bertumpu pada pinggul, bukan hanya pada pundak. Dengan begitu, langkah terasa lebih ringan, postur tetap tegak, dan tubuh tidak mudah kelelahan.

Keselamatan saat mendaki dimulai dari persiapan yang kamu lakukan sebelum berangkat. Kondisi fisik yang kuat dan perlengkapan yang sesuai akan membantu kamu menghadapi jalur dengan lebih percaya diri. Nikmati pendakian pertamamu, tetapi jangan lupa bahwa kembali ke rumah dengan aman tetap menjadi prioritas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article