Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Direktur Penyediaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ika Trisia (IDN Times/Ayu Afria)
  • Kemenkes menyoroti ketimpangan tenaga kesehatan, terutama di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan, meski Indonesia memiliki 180.327 dokter teregistrasi atau 0,62 dokter per 1.000 penduduk.
  • Sebanyak 63 persen puskesmas telah memenuhi sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai standar, sementara 80,8 persen RSUD sudah memiliki tujuh jenis dokter spesialis dasar.
  • Kemenkes menyiapkan perencanaan berbasis data, sekaligus mendorong mobilitas internasional untuk peningkatan kompetensi, transfer pengetahuan, dan penguatan institusi pendidikan tanpa mengabaikan kebutuhan nasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Konferensi AAAH ke-14 membahas penguatan sumber daya manusia kesehatan, termasuk tantangan pemerataan tenaga kesehatan di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan Indonesia.
  • Who?
    Kementerian Kesehatan RI, Asia Pacific Action Alliance on Human Resources for Health, Ika Trisia, serta delegasi dari 22 negara kawasan Asia Pasifik terlibat dalam konferensi.
  • Where?
    Konferensi berlangsung di Bali, sementara persoalan distribusi tenaga kesehatan menjadi perhatian terutama di wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan Indonesia.
  • When?
    Kegiatan digelar pada 2–5 November 2026. Ika Trisia menyampaikan kondisi dan langkah Kementerian Kesehatan pada Rabu, 4 November 2026.
  • Why?
    Indonesia masih menghadapi kebutuhan dokter spesialis dan pemerataan tenaga kesehatan agar masyarakat di seluruh wilayah memperoleh akses layanan serta tenaga kesehatan yang kompeten.
  • How?
    Kementerian Kesehatan akan memperkuat perencanaan berbasis data, meningkatkan kualitas data SDM kesehatan, serta mendorong kemitraan pendidikan, kurikulum, pelatihan profesional, dan transfer pengetahuan internasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Badung, IDN Times - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Asia Pacific Action Alliance on Human Resources for Health (AAAH) menggelar Konferensi AAAH ke-14 di Bali, pada 2-5 November 2026 yang diikuti delegasi dari 22 negara kawasan.

Dalam kegiatan tersebut, Direktur Penyediaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ika Trisia, mengatakan bahwa Indonesia berkontribusi dalam upaya memperkuat SDM kesehatan di kawasan Asia Pasifik. Bagi Indonesia, pengembangan SDM kesehatan merupakan prioritas mendasar dalam mewujudkan sistem kesehatan yang lebih kuat, lebih berkeadilan, dan juga lebih tangguh.

"Sebagai negara kepulauan yang besar dan juga memiliki keberagaman geografis, Indonesia terus berusaha meningkatkan ketersediaan tenaga kesehatan. Namun, kita juga masih menghadapi banyak tantangan yang signifikan dalam memastikan setiap masyarakat kita memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan dan juga terhadap tenaga kesehatan yang kompeten dan juga profesional," jelasnya, Rabu (4/11/2026).

1. Tantangan pemerataan distribusi tenaga kesehatan

Konferensi AAAH ke-14 di Bali (IDN Times/Ayu Afria)

Menurut Direktur Penyediaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ika Trisia, berdasarkan data yang ada, Indonesia memiliki 180.327 dokter teregistrasi dengan rasio 0,62 dokter per 1.000 penduduk. Data nasional menunjukkan bahwa 63 persen puskesmas atau 6.520 dari 10.337 puskesmas telah memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai dengan standar. Sementara itu, 80,8 persen RSUD atau 681 dari 843 rumah sakit telah memiliki tujuh jenis dokter spesialis dasar.

"Kami masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan spesialis serta memastikan pemerataan distribusi tenaga kesehatan, khususnya di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan," jelasnya.

2. Indonesia harus memastikan tenaga kesehatan tersedia di tempat yang tepat

ilustrasi perawat (pexels.com/Cedric Fauntleroy)

Indonesia harus menjalankan pendekatan yang komprehensif dalam transformasi SDM kesehatan. Pertama, Kementerian Kesehatan akan memperkuat perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan berdasarkan data. Kemudian melalui peningkatan kualitas data SDM kesehatan dan juga perencanaan nasional, Kementerian Kesehatan berupaya mengantisipasi kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia.

"Tantangan kita bukan hanya menghasilkan lebih banyak tenaga kesehatan, tapi juga memastikan bahwa tenaga kesehatan yang tepat tersedia di tempat yang tepat dengan kompetensi yang tepat," terangnya.

3. Kebermanfaatan mobilitas tenaga kesehatan internasional

ilustrasi dokter dan perawat (pexels.com/Los Muertos Crew)

Mobilitas tenaga kesehatan internasional juga bukan semata-mata tentang mengirimkan tenaga kesehatan ke luar negeri. Lebih dari itu, mobilitas juga harus menjadi sarana untuk memperkuat kapasitas institusi pendidikan, meningkatkan kompetensi, serta membuka peluang transfer pengetahuan.

"Kami ingin memastikan bahwa tenaga kesehatan Indonesia memiliki kesempatan untuk bisa mengembangkan karir di dunia internasional dengan tetap menjaga agar sistem kesehatan nasional memiliki tenaga kesehatan yang dibutuhkan," terangnya.

Hal tersebut, akan menjadikan kemitraan dalam pendidikan, pengembangan kurikulum, dan juga pelatihan profesional serta penguatan kapasitas institusi menjadi sangat penting.

Editorial Team

Related Article