Upacara di area Pura Batu Bolong, Canggu. (YouTube.com/Toney Julianz)
Sekitar abad XIV, Dang Hyang Dwijendra atau juga dikenal dengan sebutan Pedanda Sakti Wawu Rauh, melakukan perjalanan menuju Dalem Waturenggong di Kabupaten Gianyar. Dalam perjalanan itu, Maha Rsi yang berasal dari Kerajaan Majapahit ini singgah di daerah Canggu, tepatnya di Pantai Batu Bolong saat ini. Lontar Pedanda Sakti Wawu Rauh terdapat kutipan sebagai berikut:
"Tilar ring nyitdah, munggah ring samudra, sepenegaknya turun ring Canggu, kepernah putra apratistha pada, during ngasat babelanguangen wewecana, malih sungkan magerah, raris mekarya tirta empul sapteng tiri, malih kenak."
Artinya:
"Telah meninggalkan Desa Nyitdah melalui lautan, secepatnya tiba di Canggu. Lalu menampak seorang Brahmana (mediksa) yang mana belum sepakat di dalam pembicaraan lagi sakit merah (panas dingin), lalu membuat tirta empul 7 buah, dan selanjutnya beliau sembuh kembali."
Disebutkan, bahwa kekuatan yoga Dang Hyang Dwijendra dapat memunculkan air suci yang disebut dengan tirta empul di Pantai Batu Bolong. Makanya di Pantai Batu Bolong terdapat empat sumur yang mengeluarkan tirta empul. Untuk menghormati keberadaan keempat sumur tersebut, dibangunlah pura yang bernama Pura Batu Bolong.