Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Operasi SAR di Pantai Keramas (Dok.IDN Times/istimewa)
  • I Gede Yuda Pratama (19) dilaporkan terseret arus dan tenggelam saat mandi di Pantai Keramas, Gianyar, pada Minggu sekitar pukul 18.10 Wita.
  • Korban disebut mandi di area berarus berbahaya meski telah diimbau, lalu menghilang dari permukaan laut; pencarian awal Balawista Pantai Lebih belum membuahkan hasil.
  • Pada hari kedua, Tim SAR Denpasar melanjutkan pencarian dengan lima personel, RIB, dan perahu karet untuk menyisir perairan lokasi korban diduga hilang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • baliWhat?
    Operasi SAR dilakukan untuk mencari I Gede Yuda Pratama, 19 tahun, yang terseret arus dan tenggelam saat mandi di Pantai Keramas.
  • Who?
    I Gede Yuda Pratama menjadi korban. Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar serta Balawista Pantai Lebih terlibat dalam pencarian.
  • Where?
    Korban hilang di perairan Pantai Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali.
  • When?
    Korban dilaporkan terseret arus pada Minggu, 1 November 2026, sekitar pukul 18.10 Wita. Pencarian memasuki hari kedua pada Senin, 2 November 2026.
  • Why?
    Korban terseret arus saat mandi di kawasan pantai yang memiliki arus berbahaya, setelah imbauan yang diberikan tidak diindahkan.
  • How?
    Balawista melakukan pencarian awal dan melapor kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Lima personel dikerahkan, dengan RIB dan perahu karet disiapkan untuk menyisir perairan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gianyar, IDN Times - Seorang pemuda bernama I Gede Yuda Pratama (19) dilaporkan terseret arus dan tenggelam saat mandi di Pantai Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 18.10 Wita.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan hingga Senin (2/11/2026) pagi, korban masih belum ditemukan dan operasi pencarian memasuki hari kedua.

"Korban sedang mandi di kawasan pantai yang memiliki arus berbahaya. Telah diimbau tapi tidak mengindahkannya hingga akhirnya terseret arus, tenggelam, dan menghilang dari permukaan laut," jelasnya.

Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh petugas Balawista Pantai Lebih, namun korban belum berhasil ditemukan. Koordinator Balawista Pantai Lebih, Wayan Joni, kemudian melaporkan kejadian tersebut dan meminta pertolongan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Pada pukul 19.25 Wita, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar mengerahkan 5 personel menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian.

Memasuki hari kedua, Senin (2/11/2026), operasi SAR kembali dilanjutkan dengan rencana pengerahan Rigid Inflatable Boat (RIB) dan perahu karet (rubber boat) untuk menyisir area perairan yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban.

Operasi SAR akan terus diupayakan dengan mengoptimalkan unsur dan sarana yang tersedia guna menemukan korban.

Editorial Team

Related Article