Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polisi Masih Buru Pelaku Perusakan SDN 3 Antiga Kelod
Polisi melakukan olah TKP kasus perusakan fasilitas sekolah di SD N 3 Antiga Kelod. (Dok.Polsek Manggis)
  • Polisi menyelidiki perusakan di SDN 3 Antiga Kelod, Karangasem, dengan memeriksa empat saksi, termasuk guru dan alumni yang kerap berkumpul di sekitar sekolah.
  • Kerusakan ditemukan Rabu pagi di ruang kelas VI dan ruang guru, termasuk delapan laptop sekolah. Kerugian sementara diperkirakan sekitar Rp50 juta, tanpa ada barang hilang.
  • Penyelidikan terkendala ketiadaan CCTV. Polisi belum mengungkap pelaku maupun motif dan masih mengumpulkan keterangan serta petunjuk lain di lokasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
dini hari sebelum kondisi sekolah diketahui oleh guru

Polisi menduga perusakan dilakukan, tetapi waktu pastinya masih didalami.

Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 06.30 WITA

Seorang guru menemukan sejumlah ruangan SD Negeri 3 Antiga Kelod berantakan. Kerusakan ditemukan di kelas VI dan ruang guru, termasuk delapan laptop sekolah.

sekitar pukul 07.00 WITA

Temuan perusakan di sekolah dilaporkan kepada kepolisian.

Kamis (3/9/2026)

Polisi telah memeriksa empat saksi, termasuk guru dan sejumlah alumni yang kerap berkumpul di sekitar sekolah. Polisi memastikan tidak ada barang hilang dan masih menyelidiki pelaku serta motif perusakan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Perusakan terjadi di SD Negeri 3 Antiga Kelod, merusak ruang kelas VI, ruang guru, dan delapan laptop sekolah. Tidak ada barang dilaporkan hilang. Kerugian sementara diperkirakan sekitar Rp50 juta.
  • Who?
    Polsek Manggis memeriksa empat saksi, termasuk guru yang pertama menemukan kondisi sekolah dan sejumlah remaja alumni yang kerap berkumpul di sekitar sekolah. Identitas pelaku hingga saat ini belum diketahui.
  • Where?
    Lokasi perusakan berada di SD Negeri 3 Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali.
  • When?
    Kerusakan diketahui guru pada Rabu, 2 September 2026, sekitar pukul 06.30 WITA dan dilaporkan sekitar pukul 07.00 WITA. Hingga Kamis, 3 September 2026, penyelidikan masih berlangsung.
  • Why?
    Motif perusakan masih menunggu informasi lebih lanjut dari penyelidikan. Polisi belum menemukan riwayat persoalan antara sekolah dengan orang tua, wali siswa, maupun siswa yang terkait kejadian.
  • How?
    Polisi mengumpulkan keterangan saksi dan mencari petunjuk di sekitar sekolah. Penyelidikan terkendala karena sekolah tidak memiliki CCTV; waktu pasti perusakan juga masih didalami.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ada orang merusak SD Negeri 3 Antiga Kelod saat malam. Kelas VI dan ruang guru jadi berantakan. Delapan laptop sekolah juga rusak. Tidak ada barang yang hilang. Polisi sudah bertanya kepada empat saksi, termasuk guru dan beberapa remaja. Sekolah tidak punya kamera CCTV. Polisi masih mencari siapa pelakunya dan kenapa sekolah dirusak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons cepat guru dalam melaporkan kondisi sekolah dan langkah polisi memeriksa empat saksi menunjukkan penanganan awal yang serius terhadap perusakan tersebut. Meski tanpa CCTV dan sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, tidak adanya barang yang hilang mempersempit dugaan pencurian, sementara keterangan saksi serta petunjuk di sekitar lokasi terus dikumpulkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Karangasem, IDN Times - Polisi masih menyelidiki aksi perusakan yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Sejumlah fasilitas sekolah rusak, namun tidak ada barang yang dilaporkan hilang.

Hingga Kamis (3/9/2026), polisi telah memeriksa empat orang saksi untuk mencari petunjuk mengenai pelaku maupun motif di balik aksi tersebut.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Manggis, Komisaris Polisi (Kompol) I Made Suadnyana, mengatakan saksi yang diperiksa antara lain guru yang pertama kali mengetahui kondisi sekolah pascakejadian.

Polisi juga meminta keterangan dari sejumlah remaja yang diketahui merupakan alumni sekolah dan kerap berkumpul di sekitar lingkungan sekolah.

“Tidak ada barang yang hilang, hanya perusakan saja,” ujar Suadnyana, Kamis (3/9/2026).

1. Guru menemukan sejumlah ruangan berantakan

Polisi melakukan olah TKP kasus perusakan fasilitas sekolah di SD N 3 Antiga Kelod. (Dok.Polsek Manggis)

Perusakan diketahui pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 06.30 Wita. Seorang guru melihat kondisi di beberapa ruangan sekolah sudah dalam keadaan berantakan. Ia melaporkan peristiwa ini ke polisi sekitar pukul 07.00 Wita.

Dari pemeriksaan awal, kerusakan ditemukan di ruang kelas VI dan ruang guru. Sejumlah fasilitas di dalam ruangan mengalami kerusakan, termasuk delapan unit laptop milik sekolah. Kerugian sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta. Polisi menduga perusakan dilakukan pada dini hari sebelum guru itu tiba. Namun, kepastian waktunya masih didalami.

2. Tidak ada barang yang hilang

Polisi melakukan olah TKP kasus perusakan fasilitas sekolah di SD N 3 Antiga Kelod. (Dok.Polsek Manggis)

Meski sejumlah fasilitas dirusak, polisi memastikan kasus tersebut tidak mengarah pada pencurian. Tidak ada barang milik sekolah yang hilang setelah pemeriksaan di lokasi. Karena itu, penyidik masih berupaya mencari tahu alasan pelaku merusak fasilitas sekolah.

Suadnyana mengatakan sejauh penyelidikan sementara, tidak ditemukan riwayat persoalan antara pihak sekolah dengan orangtua atau wali siswa maupun siswa yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Polisi masih membuka berbagai kemungkinan terkait motif perusakan.

3. Sekolah tak dilengkapi CCTV

Polisi melakukan olah TKP kasus perusakan fasilitas sekolah di SD N 3 Antiga Kelod. (Dok.Polsek Manggis)

Penyelidikan kasus ini menghadapi kendala karena lingkungan SD Negeri 3 Antiga Kelod tidak dilengkapi closed circuit television (CCTV). Sehingga polisi tidak memiliki petunjuk visual yang bisa membantu mengidentifikasi orang yang masuk ke lingkungan sekolah saat kejadian.

Meski demikian, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari para saksi serta mencari petunjuk lain di sekitar lokasi. Polisi juga belum mengungkap identitas pelaku. Penyidikan masih berjalan untuk mengetahui siapa yang melakukan perusakan dan apa motif di balik aksi tersebut.

Editorial Team

Related Article