Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Petani di Subak Jaka mengikuti audit penerapan standar pertanian organik (Dok.IDNTimes/Istimewa)
  • Petani Subak Jaka di Desa Kukuh, Tabanan, mengikuti audit standar pertanian organik untuk pengajuan sertifikasi pada lahan seluas 2 hektare 71 are.
  • Audit menemukan batas lahan organik belum jelas, filtrasi irigasi belum memadai, serta pencatatan OPT, peralatan, panen, dan pemasaran masih perlu dilengkapi.
  • Kelompok Tani Jaka Organik berkomitmen memperbaiki sarana, SOP, administrasi, dan pencatatan guna memenuhi persyaratan sertifikasi serta menjaga ketelusuran produk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tabanan, IDNTimes- Petani Subak Jaka, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan gigih mempertahankan pertanian organik. Salah satunya adalah mengikuti audit penerapan standar pertanian organik sebagai tahapan awal pengajuan sertifikasi. Adapun lahan yang diikutkan dalam audit seluas 2 hektare 71 are.

Audit yang dilakukan tim dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali bersama Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) Kerta Bali Sejahtera (KBS), berlangsung pada Kamis (5/11/2026). Audit mencakup pemeriksaan lahan, sarana prasarana, hingga kelengkapan administrasi kelompok.

1. Masih ditemukan kekurangan dalam standar pertanian organik

Petani di Subak Jaka mengikuti audit penerapan standar pertanian organik (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Ketua Tim Audit Lembaga Sertifikasi Organik Kerta Bali Sejahtera, Siswi, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan masih ditemukan beberapa aspek yang perlu mendapatkan perhatian dan tindak lanjut dari kelompok tani.

Temuan tersebut antara lain belum tersedianya batas pemisah (border) yang jelas antara lahan pertanian konvensional dan lahan organik untuk mencegah potensi kontaminasi; fasilitas filtrasi atau penyaringan air irigasi yang belum tersedia secara memadai; serta belum lengkapnya pencatatan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang menyerang tanaman padi dalam SOP pengendalian OPT. "Teman ini diharapkan bisa ditindak lanjuti oleh petani,"katanya, Sabtu (7/11/2026)

2. Petani Subak Jaka perlu melakukan penyempurnaan dokumentasi

Petani di Subak Jaka mengikuti audit penerapan standar pertanian organik (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Siswi melanjutkan tim audit juga menemukan perlunya penyempurnaan dokumentasi mengenai peralatan yang digunakan dalam kegiatan prapanen dan pascapanen. "Pada tahapan panen, kelompok tani juga perlu melengkapi pencatatan mengenai umur tanaman saat dipanen, identitas atau pihak yang melaksanakan pemanenan, serta tujuan pemasaran hasil panen," ujarnya.

Menurut Siswi, kelengkapan dokumentasi tersebut sangat penting untuk menjamin ketelusuran produk organik dari proses budidaya hingga diberikan ke konsumen.

3. Petani di Subak Jaka berkomitmen menindaklanjuti temuan

Lahan sawah di Subak Jaka (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Pekaseh Subak Jaka, I Wayan Yusa mengatakan, Kelompok Tani Jaka Organik menyatakan komitmennya segera menindaklanjuti seluruh temuan melalui perbaikan sarana pendukung, penyempurnaan SOP, serta pembenahan administrasi dan pencatatan kegiatan usaha tani.

"Langkah perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan konsistensi penerapan sistem pertanian organik sekaligus memperkuat kesiapan kelompok dalam memenuhi persyaratan sertifikasi organik," ujarnya.

Menurutnya, pertanian organik bukan sekadar menghindari penggunaan bahan kimia sintetis, tetapi merupakan sistem produksi yang harus menjamin integritas lahan, mencegah kontaminasi, menjaga kelestarian lingkungan, serta menerapkan pengelolaan usaha tani yang transparan dan dapat ditelusuri. Oleh karena itu, keberadaan SOP dan pencatatan yang lengkap menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan terhadap produk organik.

"Melalui sinergi antara kelompok tani, lembaga sertifikasi, dan pemerintah daerah, pendampingan serta audit penerapan standar diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pemeriksaan administratif, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan perbaikan berkelanjutan," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article