Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lestarikan Seni Lukis Kamasan, SMADARA Dapat Penghargaan Inovasi
Siswa SMADARA sedang melukis Seni Wayang Kamasan di media keben. (Dok. IDN Times/SMA N 2 Semarapura)

Klungkung, IDN Times - Upaya mengintegrasikan seni lukis Wayang Kamasan ke dalam proses belajar mengajar membuahkan hasil bagi SMA Negeri 2 Semarapura (SMADARA).

Inovasi pembelajaran yang dikembangkan sekolah tersebut berhasil meraih Juara I Kategori Inovasi Digital dalam ajang Anugerah Bali Swacitta Nugraha 2026 yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali.

Prestasi itu ditetapkan melalui surat BRIDA Provinsi Bali tertanggal 24 Juli 2026. Penghargaan akan diserahkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-68 Provinsi Bali pada 14 Agustus 2026.

Inovasi yang mengantarkan SMADARA meraih penghargaan bertajuk RESIK (Revitalisasi Seni Kamasan): Integrasi Seni Lukis Wayang Kamasan dalam Pembelajaran sebagai Upaya Pelestarian Kearifan Lokal bagi Generasi Muda.

Kepala SMAN 2 Semarapura, I Wayan Janiarta, mengatakan program tersebut lahir dari keprihatinan sekolah terhadap semakin berkurangnya minat generasi muda mempelajari seni lukis Wayang Kamasan, yang merupakan warisan budaya khas Kabupaten Klungkung.

"Kami ingin seni lukis Wayang Kamasan tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari proses belajar siswa. Harapannya, minat generasi muda terhadap seni ini dapat terus tumbuh," ujar Janiarta, Minggu (26/7/2026).

1. Siswa diajak mengembangkan karya Wayang Kamasan pada berbagai media

Siswa SMADARA sedang melukis Seni Wayang Kamasan di media keben. (Dok. IDN Times/SMA N 2 Semarapura)

Melalui program RESIK, pembelajaran seni tidak hanya menitikberatkan pada teknik melukis di atas kanvas. Siswa juga didorong mengembangkan kreativitas dengan mengaplikasikan motif Wayang Kamasan ke berbagai produk yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Beberapa media yang digunakan di antaranya tumbler, kipas, hingga berbagai produk kreatif lainnya.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat seni tradisional lebih mudah diterima generasi muda sekaligus membuka peluang lahirnya produk kreatif berbasis budaya lokal.

2. Proses penilaian berlangsung selama beberapa bulan

Siswa SMADARA sedang melukis Seni Wayang Kamasan di media keben. (Dok. IDN Times/SMA N 2 Semarapura)

Janiarta menjelaskan, pencapaian tersebut diraih setelah melalui rangkaian seleksi yang berlangsung selama beberapa bulan.

Tim inovasi yang beranggotakan delapan guru mulai menyusun program sejak Februari 2026.

Selanjutnya, inovasi tersebut mengikuti tahapan penilaian mulai dari seleksi proposal, presentasi di hadapan dewan juri, hingga visitasi langsung ke SMAN 2 Semarapura.

“Ada beberapa tahap penilaian, mulai dari proposal, presentasi, dan terakhir visitasi atau kunjungan tim juri langsung ke sekolah,” ungkap Janiarta.

3. Penghargaan jadi motivasi sekolah untuk terus berinovasi pada pembelajaran berorientasi pelestarian budaya

Kepala SMAN 2 Semarapura, I Wayan Janiarta.

Menurut Janiarta, penghargaan ini menjadi penyemangat bagi sekolah untuk terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang berorientasi pada pelestarian budaya Bali.

sekaligus mendorong kreativitas peserta didik agar seni lukis Wayang Kamasan tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

"Sebagai pendidik kami berkewajiban untuk melestarikan sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terdapat seni lukis ini,” ungkapnya.

Editorial Team

Related Article