Denpasar, IDN Times - Dalam situasi darurat kebencanaan, penyintas kerap menghadapi keterbatasan akses terhadap makanan yang cukup, aman, dan bergizi. Bantuan pangan pada masa tanggap darurat masih sering didominasi oleh makanan tinggi kalori dan garam, tetapi rendah kandungan nutrisi. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kerentanan kesehatan, termasuk memperburuk penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Bali, Ida Bagus Gede Widnyana, mengatakan situasi ini mendorong pengembangan inovasi menu sehat untuk bencana yang dirancang berdasarkan kebutuhan gizi berbagai kelompok usia yang diusung oleh Poltekkes Kemenkes Denpasar.
Inovasi penelitian ini diakuinya dapat membantu meningkatkan layanan pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya pangan, saat bencana terjadi.
"Tidak hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas gizinya. Produk ini berpotensi menjadi salah satu pilihan logistik yang dapat kami gunakan dalam penanganan bencana di Bali,” terangnya.
