Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jurusan Pariwisata SMK Bali Ramai Peminat, DPRD Usul Kelas Ditambah
Ilustrasi siswa SMA. (IDN Times/Sukma Sakti)
  • Minat siswa SMK di Bali bergeser ke jurusan pariwisata dan perhotelan, membuat pendaftar melebihi kuota yang tersedia dibandingkan jurusan lain seperti perbankan dan tata niaga.
  • DPRD Bali mengusulkan penambahan kelas di jurusan pariwisata, namun tetap menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia serta tenaga pendidik di setiap sekolah.
  • Wakil Gubernur Bali menyoroti kekurangan guru sebagai kendala utama dan berencana memetakan kebutuhan tenaga pengajar termasuk menghitung jumlah guru yang akan pensiun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Jurusan pariwisata dan perhotelan di sejumlah SMK di Bali mengalami lonjakan pendaftar hingga melebihi kuota yang tersedia, sementara jurusan lain seperti perbankan dan tata niaga mulai sepi peminat.
  • Who?
    Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Suwirta, serta Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, bersama Dinas Pendidikan Provinsi Bali terlibat dalam pembahasan penambahan kuota dan kebutuhan tenaga pendidik.
  • Where?
    Kondisi ini terjadi di beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Bali, salah satunya SMK Negeri 1 Klungkung. Pembahasan dilakukan di Gedung DPRD Provinsi Bali.
  • When?
    Pernyataan dan pembahasan berlangsung pada Selasa, 14 Juli 2026, menjelang tahun ajaran baru 2026 ketika pendaftaran siswa SMK sedang berlangsung.
  • Why?
    Peningkatan minat terhadap jurusan pariwisata dipicu oleh peluang kerja yang lebih luas di sektor tersebut, sedangkan jurusan lain dinilai kurang diminati oleh calon siswa pada tahun ajaran mendatang.
  • How?
    DPRD mengusulkan penambahan kelas untuk jurusan pariwisata dengan mempertimbangkan ketersediaan guru. Pemerintah provinsi akan memetakan kebutuhan tenaga pengajar dan menghitung jumlah guru yang memasuki masa pensiun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times - Pergeseran minat siswa dalam mencari jurusan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terjadi pada tahun ajaran 2026. Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali, I Nyoman Suwirta, mengungkapkan jurusan pariwisata dan perhotelan kini diserbu pendaftar hingga melebihi kuota yang tersedia. Sementara jurusan lain seperti perbankan dan tata niaga justru mulai ditinggalkan calon siswa.

“Saya sudah sampaikan kemarin sama Pak Kadis, ini kejadian betul ini dimana jurusan pariwisata kuota yang tersedia itu, yang mendaftar melebihi daripada kuota. Kemudian jurusan seperti perbankan, tata niaga itu sekarang sudah tidak terlalu diminati,” ujar Suwirta di Gedung DPRD Bali, pada Selasa (14/7/2026).

1. Usulkan tambah kuota kelas di jurusan pariwisata

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali I Nyoman Suwirta (IDN Times/Yuko Utami)

Ia mencontohkan SMK Negeri 1 Klungkung sebagai satu sekolah yang mengalami kondisi tersebut. Suwirta berharap Kepala Dinas Pendidikan menambah kuota untuk jurusan perhotelan, namun tetap mempertimbangkan ketersediaan sumber daya manusia dan tenaga pendidik di masing-masing sekolah.

“Jadi ditambah dulu lagi misalnya satu kelas, lalu ruang-ruang belajar, kemudian berikutnya tentu bagaimana mempersiapkan sekolah itu menjadi sekolah pariwisata yang dalam batas maksimal,” imbuhnya.

2. Tantangan jumlah tenaga pendidik

Ilustrasi guru/ belajar mengajar. (IDN Times/ Agung Sedana)

Menanggapi usulan itu, Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, mengakui persoalan mendasar di balik penambahan kuota jurusan favorit adalah keterbatasan jumlah guru. Ia menyebutkan, Bali saat ini masih kekurangan tenaga pengajar, sehingga sebagian sekolah harus mengandalkan guru dengan status tenaga BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

“Kalau bicara masalah guru ini kita di Bali kurang. Kita di Bali ini juga ada dengan tenaga BOS,” kata Giri Prasta. pada Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan, karena guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dapat ditempatkan di daerah mana pun, alhasil pemerintah perlu memberikan insentif tambahan yang layak, khususnya bagi guru yang ditempatkan di wilayah terpencil. Sebagai contoh, ia menyebut sebaran penempatan guru di Kabupaten Karangasem yang cukup luas dan memerlukan perhatian khusus dari sisi tunjangan.

“Saya kira itu bagaimana kita harus memberikan tambahan insentif karena guru itu harus mendapatkan tunjangan yang layak, misalkan yang dapat tempat terpencil,” jelasnya.

3. Menghitung kembali jumlah guru pensiun

Ilustrasi guru SLB mengarahkan siswa dengan disabilitas tuli untuk memainkan lakon drama tari. (IDN Times/Yuko Utami)

Giri mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas Pendidikan untuk memetakan kebutuhan guru secara menyeluruh. Termasuk menghitung jumlah guru yang memasuki masa pensiun, sebab hingga kini belum terdata secara pasti.

“Nanti kita akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan karena ada guru pensiun belum kita hitung secara pasti,” pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article