Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi poster menyuarakan keresahan atas kebakaran hutan di Kalimantan dan sejumlah wilayah Indonesia. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Rabu, 4 November 2026, bertepatan dengan Pagerwesi, diawali kala mretyu yang dinilai baik untuk membuat senjata, membela kebenaran, dan memberi nasihat.
  • Kalender Bali Digital mencatat hari ini baik untuk membuat sumur, kolam, saluran air, menyadap nira, potong rambut, serta membangun tembok pekarangan dan alat penangkap ikan.
  • Hari ini juga baik memulai pemeliharaan ternak, tetapi sejumlah aktivitas dihindari, termasuk pernikahan, ngaben, membangun rumah, yadnya, memulai pekerjaan penting, pindah tempat, dan bepergian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Selamat merayakan hari suci Pagerwesi bagi umat Hindu Bali yang merayakan. Semoga selalu berlimpah semangat dan kekuatan menjalani hari-hari ya.

Ramalan hari baik Hindu Bali dari Kalender Bali Digital, Rabu (4/11/2026) diawali dengan kala mretyu. Hari ini baik untuk membuat senjata, mulai berperang membela kebenaran, dan memberi nasihat kepada orang lain.

Namun, tidak baik untuk bersenggama dan segala yadnya. Bagaimana dengan ramalan lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.

1. Baik membuat sumur

ilustrasi sumur resapan (IDN Times/Aryodamar)

Banyu milir adalah hari baik untuk membuat sumur, kolam, membuka jalan air, dan ngirisin (menyadap nira). Carik walangati artinya tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. 

Cintamanik artinya baik untuk melakukan upacara potong rambut. Geheng manyinget adalah hari yang tidak baik untuk segala pekerjaan yang penting-penting termasuk melakukan yadnya karena banyak gangguan. Kala brahma adalah hari yang mengandung arti kepanasan atau kesakitan. 

2. Baik membangun tembok pekarangan

Pembatas tembok rumah warga yang jebol di perumahan daerah Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. (IDN Times/Irma Yudistirani)

Kala dangastra adalah hari baik untuk membangun tembok pekarangan, membuat alat-alat penangkap ikan. Namun, tidak baik untuk memulai pekerjaan penting, tidak baik melakukan upacara (gawe ayu).

Kala dangu artinya tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan, pindah tempat, dan bepergian. Kala siyung artinya hari tidak baik yang harus diwaspadai karena mengandung pengaruh buas. 

Kala sudukan adalah hari yang tidak baik untuk memindahkan orang sakit, menunjukkan unsur perombakan. Kala tampak merupakan hari yang tidak baik untuk dewasa nikah (perkawinan). 

3. Baik memelihara hewan ternak

Ibu Sutami, Ni Ketut Genten setiap hari mencari rumput di hutan untuk pakan ternak sapi. (IDN Times/Yuko Utami)

Kala upa artinya baik untuk memulai mengambil/memelihara ternak (wewalungan). Purwanin dina adalah hari yang tidak baik sebagai dewasa ayu.

Salah wadi adalah hari yang tidak baik untuk melakukan upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya. Pararasan: Laku Surya, Pancasuda: Lebu Katiup Angin, Ekajalaresi: Buat Suka, Pratiti: Widnyana.

Curated For You

Editorial Team

Related Article