Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hari Baik Hindu Bali 21 Mei 2026, Saatnya Mulai Usaha
Pedagang berjualan di pelataran Pasar Ubud. (IDN Times/Yuko Utami)

Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali berdasarkan Kalender Bali Digital yang akan menemani harimu pada Kamis, 21 Mei 2026. Memulai pagi ini ada hari amerta gati yang baik untuk memulai suatu usaha dan bercocok tanam. Ayu nulus artinya baik untuk segala usaha.

Amerta dewa adalah hari baik untuk melakukan Panca Yadnya khususnya Dewa Yadnya, membangun tempat-tempat suci atau ibadah, membuat lumbung maupun dapur. Carik walangati adalah hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. Bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.

1. Baik membangun tempat suci

Ilustrasi Pura Besakih. (IDN Times/Yuko Utami)

Dewa ngelayang adalah hari baik untuk membuat bangunan suci, Dewa Yadnya dan Pitra Yadnya. Dewasa mentas artinya baik untuk melakukan segala macam yadnya, upacara penyucian atau pembersihan, memberi petuah atau nasihat), memberi petunjuk jalan yang berguna, serta baik untuk membangun. 

Geheng manyinget adalah hari yang tidak baik untuk segala pekerjaan yang penting-penting termasuk melakukan yadnya karena banyak gangguan. Ingkel macan artinya baik untuk berburu, menangkap banteng/sapi, kerbau, kuda, kambing, dan sejenisnya. Kala dangu merupakan hari yang tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan, pindah tempat, dan bepergian. 

2. Baik membuat alat penangkap ikan

Ilustrasi nelayan di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)

Kala geger adalah hari baik untuk membuat alat-alat penangkap ikan, membuat kentongan, cagcag (perkakas tenun), kroncongan (genta sampi dari kayu), genta (bajra), kendang (bedug), gamelan, dan alat bunyi-bunyian lainnya. 

Kala pager artinya baik untuk membuat tembok, pagar, dan sejenisnya. Namun, tidak baik untuk bepergian. Kala sarang adalah hari yang mengandung sifat boros, tidak baik untuk berbelanja. Pepedan artinya baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Rangda tiga artinya tidak baik melakukan upacara pawiwahan atau perkawinan. 

3. Baik mulai belajar

Ilustrasi Belajar Online (IDN Times/Sunariyah)

Subacara adalah hari baik untuk melangsungkan segala jenis upacara, membuat program (rencana), membuat peraturan, mengangkat atau menunjuk petugas, serta mulai berlatih atau belajar. Sedana yoga artinya baik untuk membuat alat berdagang, tempat berdagang, mulai berjualan karena akan murah rejeki. 

Siwa sampurna artinya baik untuk segala jenis upacara, mulai belajar atau berlatih, membangun segala macam bangungan. Taliwangke adalah hari baik untuk memasang tali penghambat di sawah atau kebun, memperbaiki pagar, membuat tali pengikat padi atau benda-benda mati. Namun, tidak baik untuk mulai mengerjakan benang tenun, membuat tali ternak. Pararasan: Laku Surya, Pancasuda: Satria Wirang, Ekajalaresi: Kinasihan Amerta, Pratiti: Widnyana.

Editorial Team