Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hari Baik Hindu Bali 1 November 2026, Saatnya Menangkap Ikan
Ilustrasi nelayan di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)
  • 1 November 2026 bertepatan dengan Banyu Pinaruh dan Kala Katemu, yang dinilai baik untuk menangkap ikan, berburu, memasang jerat, serta mengadakan pertemuan.
  • Banyu Urug baik untuk membuat bendungan, sementara Kala Gotongan mendukung memulai usaha; beberapa penanda hari melarang kegiatan seperti pernikahan, ngaben, dan membangun rumah.
  • Kala Rau dinilai baik untuk meramu obat alami, membuat senjata, dan menjadi penjaga, tetapi tidak dianjurkan membangun atau mengatapi rumah serta mengawinkan orang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Penetapan hari baik Hindu Bali pada 1 November 2026, termasuk waktu yang dinilai baik untuk menangkap ikan, memulai usaha, membuat bendungan, serta meramu obat alami.
  • Who?
    Umat Hindu Bali yang menggunakan perhitungan hari baik untuk menentukan pelaksanaan kegiatan sehari-hari dan upacara.
  • Where?
    Di Bali, dalam konteks perhitungan hari baik Hindu Bali.
  • When?
    Pada 1 November 2026, bertepatan dengan awal bulan November dan peringatan Banyu Pinaruh.
  • Why?
    Perhitungan ini digunakan untuk memilih waktu kegiatan yang dinilai baik serta menghindari kegiatan yang dianggap tidak baik dilakukan pada hari tersebut.
  • How?
    Kegiatan ditentukan berdasarkan kala dan penanda hari, seperti Kala Katemu untuk menangkap ikan, Kala Gotongan untuk memulai usaha, serta Kala Rau untuk meramu obat alami.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rahajeng rahina Banyu Pinaruh sareng sami (Selamat hari raya Banyu Pinaruh semuanya). Semoga kita dapat menyisihkan waktu untuk membersihkan jiwa dan raga. Mengawali awal bulan November 2026, ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali menyambutmu.

Kala katemu adalah hari baik untuk menangkap ikan, berburu, mapikat, memasang jerat, kungkungan, dan mengadakan pertemuan. Bagaimana dengan ramalan lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.

1. Baik membuat bendungan

Ilustrasi bendungan. (IDN Times/Dhana Kencana)

Banyu urug adalah hari baik untuk membuat bendungan. Namun, tidak baik untuk membuat sumur. Carik walangati merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. Kala prawani artinya tidak baik untuk semua kegiatan, hari ini mengandung pengaruh yang kurang baik. 

2. Baik memulai suatu usaha

Penjual bakso cuanki di Festival Kuliner Ramadan Kampung Sunda Bali. (IDN Times/Yuko Utami)

Kala gotongan merupakan hari baik untuk memulai suatu usaha. Namun, tidak baik untuk mengubur atau membakar mayat. Kala mretyu artinya baik untuk membuat senjata, mulai berperang membela kebenaran, dan memberi nasehat kepada orang lain. 

Namun, tidak baik untuk bersenggama dan segala yadnya. Salah wadi merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya, seperti wiwaha, mapendes, potong rambut, dan lainnya. Termasuk tidak baik memaksakan upacara Pitra Yadnya, misalnya penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan lainnya. 

3. Baik meramu obat alami

Ilustrasi hutan di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)

Kala rau adalah hari baik untuk meramu obat-obatan alami, sadek, membuat senjata, dan upas (penjaga). Namun, tidak baik untuk membangun dan mengatapi rumah. Batasi berbicara yang dapat menimbulkan kekeliruan dan mengawinkan orang. 

Sri tumpuk merupakan hari baik untuk mencari burung (mepikat). Pararasan: Laku Bulan, Pancasuda: Wisesa Segara, Ekajalaresi: Suka Pinanggih, Pratiti: Separsa.

Editorial Team

Related Article