Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Efek Musim Kemarau, BPBD Tabanan Salurkan Air Bersih ke Banjar
Ilustrasi layanan mobil tangki ke banjar-banjar terdampak kemarau di Tabanan (Dok.IDN Times/Humas TAB Tabanan)
  • BPBD Tabanan menyalurkan air bersih bertahap dengan mobil tangki 5.000 liter ke banjar terdampak kemarau di Kecamatan Selemadeg, Selemadeg Barat, dan Selemadeg Timur.
  • Distribusi dilakukan atas permintaan warga melalui PDAM Tabanan; BPBD meminjam mobil tangki dari BPBD Provinsi Bali karena belum memiliki kendaraan serupa.
  • Gangguan pasokan di Desa Antosari berlangsung sekitar sebulan akibat debit Sungai Yeh Otan menurun, berdampak pada sekitar 200 KK; pemerintah menyiapkan rencana sumur bor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BPBD Tabanan menyalurkan air bersih dengan mobil tangki kepada warga di sejumlah banjar yang mengalami gangguan pasokan air selama musim kemarau.
  • Who?
    BPBD Tabanan, Perumda Tirta Amertha Bhuana Tabanan, BPBD Provinsi Bali, serta warga di Kecamatan Selemadeg, Selemadeg Barat, dan Selemadeg Timur terlibat dalam penyaluran bantuan air.
  • Where?
    Distribusi berlangsung di sejumlah banjar di Kecamatan Selemadeg, Selemadeg Barat, dan Selemadeg Timur, termasuk Desa Antosari, Desa Bantas, serta Desa Serampingan, Kabupaten Tabanan.
  • When?
    Penyaluran dilakukan bertahap dalam sepekan hingga 30 September 2026. Gangguan pasokan air di Desa Antosari telah dirasakan warga sekitar satu bulan terakhir.
  • Why?
    Debit air dari sumber Sungai Yeh Otan menurun akibat musim kemarau, sehingga layanan PDAM terganggu, terutama bagi warga di wilayah dataran tinggi.
  • How?
    BPBD Tabanan menyalurkan air berdasarkan permintaan warga melalui PDAM menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter yang dipinjam dari BPBD Provinsi Bali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tabanan, IDN Times - Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki ke sejumlah wilayah terdampak akibat musim kemarau. Penyaluran air ini dilakukan di beberapa banjar wilayah Kecamatan Selemadeg, Selemadeg Barat dan Selemadeg Timur.

Penyaluran dilakukan menyusul permintaan warga melalui Perumda Tirta Amertha Bhuana (PDAM) Tabanan. BPBD Tabanan menyiapkan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter untuk memenuhi kebutuhan warga yang kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

1. Distribusi air bersih dilakukan secara bertahap

Ilustrasi layanan mobil tangki ke banjar-banjar terdampak kemarau di Tabanan (Dok.IDN Times/BPBD Tabanan)

Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika, mengatakan distribusi air bersih dilakukan secara bertahap sesuai permintaan warga. Dalam sepekan terakhir, penyaluran menyasar sejumlah banjar di tiga kecamatan, antara lain:

  • Pada Jumat (24/9/2026), distribusi dilakukan di Banjar Umaseka dan Banjar Petiles, Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat

  • Pada Sabtu (26/9/2026), BPBD menyalurkan air ke Banjar Jagatamu, Banjar Dukuh Pulu Kaja dan kawasan SOS Bantas (pengasuhan anak), Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur

  • Pada Senin (28/9/2026) di Banjar Umaseka, Banjar Anyar dan Banjar Petiles, Desa Antosari

  • Pada Selasa (29/9/2026), bantuan air bersih menyasar Banjar Munggu, Desa Serampingan, Kecamatan Selemadeg

  • Pada Rabu (30/9/2026), BPBD kembali mendistribusikan air ke Banjar Umaseka, Banjar Anyar, Banjar Petiles dan Banjar Dukuh Desa Antosari Kecamatan Selemadeg Barat.

Trisna melanjutkan, BPBD Tabanan terlibat dalam distribusi air karena permintaan bantuan dari PDAM Tabanan. Untuk kendaraan tangki yang digunakan milik BPBD Provinsi Bali.

“Kita meminjam kendaraan tangki air dari Provinsi Bali, karena BPBD Tabanan tidak memilikinya,” katanya, Kamis (1/10/2026).

2. Gangguan layanan air bersih dirasakan warga di Desa Antosari sejak satu bulan

Ilustrasi layanan mobil tangki ke banjar-banjar terdampak kemarau di Tabanan (Dok.IDN Times/BPBD Tabanan)

Satu desa yang terdampak musim kemarau sehingga mengalami gangguan layanan air bersih adalah Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Timur. Perbekel Antosari, I Wayan Agus Suriawan, mengatakan gangguan pasokan air di wilayahnya sudah dirasakan sejak sekitar sebulan terakhir.

Kondisi paling terasa di Banjar Gulingan, Banjar Umaseka dan Banjar Petiles yang sebagian besar warganya mengandalkan pasokan PDAM.

“Debit air dari layanan PDAM mulai terganggu sejak sebulan lalu. Untuk tiga banjar paling terdampak adalah Banjar Gulingan, Umaseka dan Petiles. Total ada sekitar 200 KK yang menggunakan air PDAM,” kata Agus.

Menurut dia, warga di wilayah dataran tinggi yang paling sering mengalami gangguan pasokan. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, sejumlah warga kembali tidak mendapatkan air.

“Selasa malam lalu kami minta bantuan air. Terutama di wilayah dataran tinggi, sudah tiga hari tidak dapat air. Warga dibantu dengan dibawakan mobil tangki,” ungkapnya.

3. Sumber air Sungai Yeh Otan debitnya mengecil karena musim kemarau

ilustrasi air sungai (unsplash.com/Anthony)

Agus Suriawan melanjutkan, terganggunya pasokan air terutama di dataran yang lebih tinggi karena debit sumber air yang menurun selama musim kemarau. Pasokan air di desanya bersumber dari mata air Yeh Otan. Air di sungai ini debitnya menurun karena musim kemarau.

Untuk mengantisipasi persoalan air bersih dalam jangka panjang, pemerintah juga menyiapkan upaya penambahan sumber pasokan.

“Salah satunya melalui rencana pembangunan sumur bor di wilayah Tiying Gading yang diharapkan dapat menambah suplai air untuk kawasan Selatan,” ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article