BMKG Peringatkan Gelombang 4 Meter di Bali hingga 4 Oktober 2026

- BMKG memperingatkan gelombang tinggi 2,5–4 meter di Samudra Hindia selatan Bali serta sejumlah perairan selatan Jawa, Lampung, Banten, dan NTB pada 1–4 Oktober 2026.
- Gelombang 1,25–2,5 meter juga berpotensi melanda banyak perairan Indonesia, termasuk Laut Jawa, Laut Bali, Natuna Utara, Selat Makassar, Maluku, Papua, dan Laut Arafuru.
- Kondisi laut berisiko bagi perahu nelayan, tongkang, dan feri; angin terkuat terpantau di Samudra Hindia barat Lampung, selatan Banten, Selat Makassar, serta Laut Arafuru.
Denpasar, IDN Times - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan gelombang tinggi 2,5 - 4 meter yang terjadi di wilayah Bali dan Indonesia mulai 1 hingga 4 Oktober 2026.
Gelombang tinggi tersebut selain berpotensi terjadi di Samudra Hindia Selatan Bali, juga di beberapa wilayah lainnya yaknniSamudra Hindia Barat Lampung, Samudra Hindia Selatan Banten, Samudra Hindia Selatan Jawa Barat, Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia Selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia Selatan Jawa Timur, dan Samudra Hindia Selatan NTB.
Kondisi tersebut berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter, dan kapal Feri dengan kecepatan angin 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.
Ketinggian gelombang laut dapat mencapai 1,25 - 2,5 meter di wilayah Indonesia berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, Selat Malaka bagian Utara, Samudra Hindia Barat Aceh, Samudra Hindia Barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia Barat Kepulauan Mentawai, Samudra Barat Kepulauan Bengkulu, Laut Jawa bagian Barat, Laut Jawa bagian Tengah, Laut Jawa bagian Timur, Laut Bali, Samudra Hindia Selatan NTT, Selat Makassar bagian Tengah, Selat Makassar bagian Selatan, Laut Maluku, Samudra Pasifik Utara Maluku, Samudra Pasifik Utara Papua Barat Daya, Samudra Pasifik Utara Papua Barat, Laut Seram, Laut Banda, Laut Arafuru bagian Utara, Laut Arafuru bagian Timur, Laut Arafuru bagian Tengah, dan Laut Arafuru bagian Barat. Kondisi tersebut diungkap berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, serta kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.
Pada rentang tersebut, pola angin di wilayah Utara ekuator Indonesia bergerak dari arah Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 5-20 knot. Sedangkan di wilayah Selatan ekuator Indonesia bagian Selatan bergera dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan antara 6 - 25 knot. Kecepatan angin tertiggi terpantai di wilayah Samudra Hindia Barat Lampung, Samudra Hindia Selatan Banten, Selat Makassar, dan Laut Arafuru.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)








![[QUIZ] Menolak Lupa Jejak Pembantaian Massal 1965-1966 di Bali](https://image.idntimes.com/post/20240930/img-20240930-wa0014-7f91e6ac96809a3b31a5e7e49d82f79a.jpg)
![[OPINI] Refleksi Peristiwa 65 dan Ketergantungan Pariwisata Bali](https://image.idntimes.com/post/20240927/whatsapp-image-2024-09-27-at-223431-85e5f66c552112cdb4fe65679fd0d657.jpeg)
![[OPINI] Misteri di Balik Lubang Buaya, Kontroversi G30S](https://image.idntimes.com/post/20240927/whatsapp-image-2024-09-27-at-222845-788070e62cabb1a6a752d01b1753c97a.jpeg)









