Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Doa Hindu untuk Orang Meninggal, Arti dan Bacaannya
Ilustrasi ngaben di Bali. (IDN Times/Diantari Putri)
  • Ngaben di Bali berarti kremasi, sekaligus proses penyempurnaan jiwa dan pengembalian unsur tubuh manusia ke asalnya.
  • Dalam ajaran Hindu, tubuh tersusun dari Panca Maha Bhuta: tanah, air, api, udara, dan ruang angkasa.
  • Doa untuk orang meninggal memohon agar atma memperoleh surga, moksa, keheningan tanpa derita, serta pengampunan dosa dan kesempurnaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Doa Hindu dibacakan ketika melayat atau mendengar seseorang meninggal, dengan permohonan agar atma memperoleh surga, moksa, keheningan, bebas dari derita, serta pengampunan dan kesempurnaan.
  • Who?
    Umat Hindu memanjatkan doa kepada Hyang Widhi Wasa untuk atma orang yang telah meninggal.
  • Where?
    Doa dapat dibacakan saat melayat atau ketika menerima kabar seseorang baru meninggal; lokasi khusus per saat ini belum ada kepastian.
  • When?
    Doa dibacakan ketika seseorang melayat atau saat mendengar kabar kematian.
  • Why?
    Doa dipanjatkan untuk mengantar atma menuju keadaan yang lebih baik dan memohon agar memperoleh surga, moksa, keheningan, serta terbebas dari derita.
  • How?
    Doa dibaca dengan mantra: “Om atma tattwatma naryatma swadah, Ang Ah. Om swargantu, moksantu, sunyantu murcantu. Om ksama sampurna ya namah swaha.”
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kematian adalah rahasia Tuhan yang pasti akan datang. Hanya saja waktu kedatangannya itu sebuah misteri. Kalau di Bali, ada istilah pengabenan untuk orang yang sudah meninggal. Pengabenan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya pembakaran jenazah atau kremasi.

Namun, ngaben memiliki makna yang luas. Menurut Lontar Yama Purwana Tattwa, ngabe berasal dari kata 'beya' yang artinya bekal atau biaya. Sehingga ngaben dapat diartikan sebagai penyempurnaan jiwa, mengembalikan unsur-unsur yang membentuk tubuh manusia ke asalnya.

Dalam ajaran Hindu, tubuh manusia itu terdiri dari lima unsur alam yang biasa disebut dengan nama Panca Maha Bhuta. Yaitu pertiwi (tanah), apah (air), teja (api), bayu (udara), dan akasa (ruang angkasa).

Selain itu, proses ngaben dapat diartikan sebagai proses melepas keterikatan sang atma (roh) dengan badan kasarnya. Sehingga tubuhnya perlu dilebur untuk dikembalikan ke alam. Proses pengembalian ini semakin cepat, makin baik agar atma tidak tersesat jalannya untuk menyatu bersama Sang Pencipta.

foto hanya ilustrasi ngaben (IDN Times/Irma Yudistirani)

Meski seseorang telah pergi meninggalkan dunia fana, namun kita juga patut mengirimkan doa untuk mengantar kepergiannya menuju tempat yang lebih baik.

Berikut ini doa Hindu melayat atau ketika mendengar seseorang yang baru meninggal:

Om atma tattwatma naryatma swadah, Ang Ah.

Om swargantu, moksantu, sunyantu murcantu.

Om ksama sampurna ya namah swaha

Artinya:

Oh Hyang Widhi Wasa, semoga atma (yang meninggal) mendapat alam surga, alam moksa, mencapai keheningan, tanpa derita. Ampunilah segala dosanya, semoga ia mencapai kesempurnaan, demikian puja hamba.

Editorial Team

Related Article