Denpasar, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali mengirim lima orang tim medis darurat ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini sebagai respon cepat terhadap bencana gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Korban meninggal dunia akibat gempa ini sebanyak 51 jiwa dan terluka 64 orang sejak berita ini diterbitkan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom, mengatakan pihaknya telah memberangkatkan lima orang tenaga medis darurat ke Maumere yang terdiri dari dokter, perawat, dan apoteker. Tugas mereka adalah mengumpulkan data valid terlebih dahulu dan membuat laporan. Setelah itu, pihak Dinkes Bali akan mengirim tim medis (dokter spesialis) lengkap dan logistik kesehatan sesuai kebutuhan.
"Mereka melakukan kajian cepat kesehatan sekaligus berkoordinasi dengan Dinas kesehatan Provinsi NTT, untuk mendata kebutuhan apa saja yang diperlukan di sana," ujar Anom kepada IDN Times Minggu (16/8/2026).
Para tenaga medis darurat ini berasal dari berbagai rumah sakit daerah di Bali. Kata Anom, mereka akan diberangkatkan ke NTT jika data kebutuhan tenaga medis telah dikirimkan. Tujuannya agar tenaga medis sesuai dengan kebutuhan nyata di lokasi bencana.
