Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Daftar Gunung Aktif di Bali dan Statusnya Hari Ini
Keindahan pemandangan Gunung Agung yang menjulang di Kabupaten Karangasem (Dok.Pribadi/Natalia Indah)
  • Bali memiliki dua gunung api aktif, Gunung Agung dan Gunung Batur, yang berdasarkan MAGMA Indonesia sama-sama berstatus Level 1 atau normal.
  • Gunung Agung setinggi 3.142 mdpl tercatat meletus enam kali; erupsi terparah pada 1963 berlangsung hampir setahun dan berkekuatan VEI VI.
  • Warga serta wisatawan diminta membatasi aktivitas di kawah, tidak bermalam atau turun ke kawah, waspada lahar, dan mengikuti arahan resmi pemerintah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gunung Agung dan Gunung Batur di Bali saat ini berstatus Level 1 atau normal berdasarkan pengecekan peta gunung api aktif MAGMA Indonesia.
  • Who?
    Warga, pendaki, wisatawan, penambang, BPBD Provinsi Bali, BPBD Kabupaten Karangasem, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, serta Pos Pengamatan Gunung Agung terlibat dalam pemantauan dan mitigasi.
  • Where?
    Gunung Agung berada di Kabupaten Karangasem, Bali, dengan Pos Pengamatan di Desa Rendang, Kecamatan Rendang. Gunung Batur berada di Bali, termasuk kawasan kaldera dan kawah Gunung Batur.
  • When?
    Status normal kedua gunung berlaku saat ini. Gunung Agung terakhir meletus pada 2017, sedangkan Gunung Batur memiliki riwayat letusan dengan jeda antarperiode 1 hingga 39 tahun.
  • Why?
    Rekomendasi keselamatan diterapkan karena Gunung Agung dan Gunung Batur merupakan gunung api aktif, meski kondisi aktivitas vulkaniknya saat ini berada pada Level 1 atau normal.
  • How?
    Warga dan pengunjung diminta membatasi kegiatan dekat kawah, tidak bermalam atau turun ke kawah, mewaspadai lahar di aliran sungai Gunung Agung, serta mengikuti arahan BPBD dan informasi resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gianyar, IDN Times - Bali masih memiliki dua gunung berapi aktif, yakni Gunung Agung dan Gunung Batur. Berdasarkan hasil pengecekan peta gunung api aktif MAGMA Indonesia, Gunung Agung dan Gunung Batur saat ini Level 1 atau normal. 

Ada empat level gunung api aktif mulai dari Level 1 (normal), Level 2 (waspada), Level 3 (siaga), dan Level 4 (awas). Lalu, bagaimana dengan Gunung Agung dan Gunung Batur? Apa yang harus dilakukan jika berada di area gunung api aktif Level 1? Baca selengkapnya di bawah ini.

1. Gunung Agung sudah enam kali meletus

Ilustrasi Gunung Agung. (IDN Times/Ayu Afria)

Gunung Agung adalah gunung tertinggi di Pulau Bali dengan ketinggian 3.142mdpl (meter di atas permukaan laut). Gunung Toh Langkir ini tercatat mengalami letusan sekitar enam kali.

Letusan pertama yang tercatat yakni pada 1710, tercatat dalam Lontar Babad Gumi dan Babad Tusan. Kemudian, Gunung Agung kembali meletus tahun 1808, 1821, 1843, 1963, dan terakhir 2017.

Letusan terparah terjadi pada 1963. Letusan ini masuk ke dalam VEI (Daya Ledak Vulkanik) VI dan terjadi selama satu tahun, dari tanggal 18 Februari 1963 dan berakhir 27 Januari 1964.

Dentuman keras disertai keluarnya asap tebal dari puncak gunung sudah terjadi sejak 18 Februari 1963. Lalu lahar mulai mengalir pada 24 Februari 1963. 

2. Ada empat rekomendasi kepada warga yang berada di kawasan Gunung Agung

Gunung Agung. (IDN Times/Irma Yudistirani)

Kini, jika mengecek situs MAGMA Indonesia, Gunung Agung termasuk dalam gunung api aktif level 1 atau normal. Ada empat rekomendasi kepada warga terhadap kondisi ini. 

Pertama, warga di sekitar Gunung Agung, baik itu pendaki maupun wisatawan, direkomendasikan agar membatasi aktivitas di sekitar kawah, tidak berada di sekitar kawah saat mendung atau hujan, dilarang bermalam di sekitar kawah dan dilarang turun ke kawah.

Kedua, warga dan penambang agar mewaspadai potensi lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Agung. Ketiga, warga di sekitar Gunung Agung diharapkan tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi yang informasinya tidak terverifikasi. Warga diminta agar mengikuti semua arahan dari pemerintah daerah (BPBD Provinsi Bali dan BPBD Kabupaten Karangasem).

Keempat, warga dapat menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi (022) 7272606 di Bandung, Provinsi Jawa Barat, atau Pos Pengamatan Gunung Agung, Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem.

3. Jejak letusan Gunung Batur dan kini berada di level normal

Ilustrasi Gunung Batur. (IDN Times/Irma Yudistirani)

Situs resmi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia menyebutkan bahwa sejarah pembentukan Gunung Batur dan kalderanya dimulai dari pertumbuhan kerucut gunung api purba dengan ketinggian sekitar 300mdpl.

Terjadi letusan awan panas sekitar 29.300 tahun yang lalu. Letusan tersebut mengandung batu apung berkomposisi dasit. Setelah letusan itu, terjadilah amblasan pada bagian atas kerucut yang membentuk Kaldera Batur I, dengan Gunung Ambang lebih dari 2152 meter merupakan sisa tubuh kerucut purba.

Letusan besar kedua terjadi sekitar 20.150 tahun yang lalu, diikuti oleh pembentukan beberapa kerucut serta kubah seperti Gunung Payang dan Gunung Bunbulan. Amblasan kedua terjadi, kemudian membentuk Kaldera Batur II. Periode letusan Gunung Batur umumnya berlangsung lama (bulanan) dengan intensitas relatif kecil atau lemah. 

Sedangkan tenggang waktu antarkejadian letusan dalam satu periode berlangsung beberapa menit atau detik hingga beberapa jam. Waktu istirahat antarperiode letusan tercatat 1 sampai 39 tahun. Sama dengan Gunung Agung, Gunung Batur termasuk dalam gunung api aktif Level 1 (normal).

Magma Indonesia merekomendasikan agar warga dan pengunjung atau wisatawan tidak memasuki dan bermalam di kawah-kawah Gunung Batur.

Editorial Team

Related Article