3 Cara Mengamankan Akun Media Sosial dari Peretasan

Waspada kalau akun media sosial (medsos) kamu diambil alih dan tidak bisa kembali. Itu adalah bentuk peretasan. Peretasan merupakan tindakan membobol sistem maupun komputer dengan izin maupun tanpa izin. Individu yang melakukan peretasan disebut sebagai peretas atau hacker. Ada sederet cara melindungi akun media sosial dari peretasan. Berikut tips selengkapnya.
1. Memperhatikan kebersihan perangkat

Sebelum membicarakan keamanan akun media sosial, hal utama yang harus diperhatikan adalah kebersihan perangkat elektronik yang kamu gunakan untuk bermedsos. Kamu harus memulai kebiasaan sehat dengan memperhatikan pengaturan kebersihan, keamanan, dan privasi pada laptop maupun gawai. Pastikan laptop dan gawai kamu ada kata sandi yang aman ya, supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti upaya peretasan.
2. Cek keamanan akun kamu

Keamanan akun kamu harus dicek secara berkala, setidaknya tiga bulan sekali. Keamanan akun ini meliputi pemahaman kamu terhadap jejak digital, melindungi akun, mengelola identitas digital, dan sebagainya. Perlindungan terhadap akun media sosial dapat diupayakan dalam perlindungan perangkat lunak. Perlindungan ini meliputi kata sandi, firewall, antivirus, dan enkripsi.
Pencegahan peretasan dapat kamu lakukan dengan membuat kata sandi rumit, dan menyimpan kata sandi di tempat yang aman. Ada beberapa rekomendasi aplikasi untuk menyimpan kata sandi seperti Bitwarden, Keypass, dan lainnya. Jika kamu penasaran seberapa aman kata sandi kamu, dapat dites melalui www.security.org atau dapat dicari dengan kata kunci How Secure Is My Password?
3. Keamanan komunikasi

Pada keamanan komunikasi, ada sederet langkah yang harus diperhatikan seperti memilih peramban, memahami protokol, memilih mesin pencari, menggunakan layanan email, dan lainnya. Jika kamu tertarik bermedia sosial dengan aman sebagai sarana berkomunikasi, ada sederet aplikasi pilihan. Satu di antaranya Signal sebagai alternatif dari WhatsApp. Kamu sudah pernah coba?
Jika sudah telanjur jadi korban peretasan, ada berbagai upaya yang bisa dilakukan. Namun, yang paling penting segera membuat aduan kepada organisasi terkait seperti Trace Indonesia, hingga SAFEnet. Kalau kamu ada rekomendasi organisasi lainnya? Ramaikan kolom komentar ya.



















