Denpasar, IDN Times - Masyarakat yang beraktiivitas di wilayah perairan sekitar Bali diharapkan mewaspadai gelombang laut mencapai 4-6 meter di Selat Lombok Bagian Selatan rentang waktu mulai 9-12 Juni 2026.
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengungkapkan kondisi tersebut berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter, serta kapal Feri dengan kecepatan angin 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter. Kapal Besar seperti kapal kargo atau pesiar pada kecepatan angin 27 knot dan tinggi gelombang 4 meter.
Sementara itu, gelombang laut kategori tinggi 2,5 - 4,0 meter berpeluang terjadi di Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung dan Perairan Selatan Pulau Bali. BMKG mengungkap kondisi tersebut berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter, dan kapal feri dengan kecepatan angin 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.
Sedangkan, ketinggian gelombang laut dapat mencapai 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Lombok bagian Utara. Kondisi tersebut diungkap berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, serta kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.
Pada rentang tersebut, pola angin di wilayah Perairan Utara dan Perairan Selatan Bali bertiup dari arah Timur - Selatan dengan kecepatan antara 4 - 25 knot. BMKG mengimbau agar masyarakat waspada potensi peningkatan kecepatan angin di Perairan Utara dan Selatan Bali.
Kecepatan arus di perairan Utara Pulau Bali 1,08 - 1,13 kt; Perairan Selatan Pulau Bali 0,83 - 1,83 kt; Selat Bali bagian Selatan 0,82 - 1,07 kt; Selat Badung 1,22 - 1,91 kt; Selat Lombok bagian Utara 1,11 - 1,59 kt; dan Selat Lombok bagian Selatan 1,56 - 2,58 kt.
