Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BMKG Denpasar Peringatkan Gelombang 4 Meter di Perairan Bali
ilustrasi ombak(unsplash.com/Matt Paul Catalano)
  • BMKG Denpasar memperingatkan gelombang 2,5–4 meter di Selat Bali selatan, perairan selatan Bali, dan Selat Lombok selatan pada 10–13 September 2026.
  • Gelombang 1,25–2,5 meter juga berpotensi terjadi di perairan utara Bali, Selat Badung, dan Selat Lombok utara, berisiko bagi perahu nelayan serta kapal tongkang.
  • Angin di utara Bali mencapai 4–30 knot, sedangkan selatan 4–25 knot; arus 11 September tertinggi tercatat di Selat Lombok selatan hingga 3,12 knot.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BMKG Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan gelombang tinggi 2,5–4 meter serta gelombang 1,25–2,5 meter di sejumlah perairan Bali.
  • Who?
    Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan bagi perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal feri.
  • Where?
    Gelombang 2,5–4 meter berpotensi terjadi di Selat Bali selatan, Perairan Selatan Bali, dan Selat Lombok selatan; gelombang 1,25–2,5 meter di Perairan Utara Bali, Selat Badung, dan Selat Lombok utara.
  • When?
    Peringatan berlaku pada 10–13 September 2026. Data kecepatan arus yang disampaikan BMKG berlaku untuk 11 September 2026.
  • Why?
    Kondisi dipengaruhi angin di Perairan Utara Bali dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 4–30 knot, serta di Perairan Selatan Bali dari tenggara hingga selatan dengan kecepatan 4–25 knot.
  • How?
    Risiko meningkat bagi perahu nelayan pada angin 15 knot dan gelombang 1,25 meter, tongkang pada 16 knot dan 1,5 meter, serta feri pada 21 knot dan 2,5 meter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

DenpasarIDN Times - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan gelombang tinggi 2,5 - 4 meter rentang 10 - 13 September 2026. Potensi tersebut terjadi di Selat Bali bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Bali, dan Selat Lombok Bagian Selatan.

Kondisi tersebut berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter, dan kapal Feri dengan kecepatan angin 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.

Sementara itu, ketinggian gelombang laut dapat mencapai 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Utara Pulau Bali, Selat Badung dan Selat Lombok bagian Utara. Kondisi tersebut diungkap berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, serta kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.

Pada rentang tersebut, pola angin di wilayah Perairan Utara Bali bergerak dari arah Timur Laut - Tenggara dengan kecepatan 4 - 30knot. Sedangkan di Perairan Selatan Bali bertiup dari arah Tenggara - Selatan dengan kecepatan antara 4 - 25 knot.

Pada 11 September 2026 kecepatan arus di Perairan Utara Pulau Bali 0,79 - 0,96 kt; Selat Badung 1,70 - 2,35 kt; Selat Bali bagian Selatan 1,00 - 1,24 kt; Perairan Selatan Pulau Bali 1,38 - 1,70 kt; Selat Lombok bagian Utara 1,08 - 1,88 kt; dan Selat Lombok bagian Selatan 1,65 - 3,12 kt.

Editorial Team

Related Article