Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Barang di Rumah yang Jadi Sarang Bakteri
ilustrasi mencuci gelas (unsplash.com/Laura Ohlman)
  • Banyak benda rumah tangga seperti spons, remot, gagang pintu, dan sikat gigi ternyata bisa menjadi sarang bakteri berbahaya meski tampak bersih.
  • Spons cuci piring dan sikat gigi mudah lembap sehingga memicu pertumbuhan E.coli, Salmonella, serta jamur jika tidak rutin dibersihkan atau diganti.
  • Remot televisi dan gagang pintu sering disentuh tanpa cuci tangan, menjadikannya media penyebaran kuman yang perlu dibersihkan dengan antiseptik secara berkala.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banyak orang yang menganggap bahwa kebersihan rumah sudah cukup hanya dengan mengepel, menyapu, atau membersihkan permukaan yang mungkin terlihat kotor. Kenyataannya ada banyak benda sehari-hari yang terlihat bersih, namun sebetulnya diam-diam bisa menjadi sarang bagi berbagai jenis bakteri berbahaya.

Tanpa disadari ternyata ada barang-barang yang jika disentuh justru bisa menyimpan potensi besar sebagai sumber penyebaran penyakit. Oleh sebab itu, perhatikan beberapa benda di rumah yang justru diam-diam bisa menjadi sarang bakteri, sehingga bisa membuatnya berkembang biak dan pada akhirnya mengancam kesehatan dari seluruh keluarga di rumah.

1. Spons cuci piring

ilustrasi spons cuci piring (unsplash.com/Volodymyr Hryshchenko)

Spons cuci piring merupakan benda yang paling kotor di dapur, sebab sering bersentuhan dengan sisa-sisa makanan, minyak, dan juga air kotor. Pada kondisi lembab yang bertahan di dalam spons justru bakteri E.coli dan Salmonella bisa berkembang biak dengan sangat cepat.

Mungkin terlihat sepele, tapi spons tersebut harus diganti secara berkala atau disterilkan secara rutin agar nantinya tidak sampai menyebarkan bakteri ke peralatan makan dan juga dapur lain. Menjemur spon hingga benar-benar kering atau merebusnya secara berkala dapat membantu untuk membunuh mikroorganisme yang menempel di permukaannya.

2. Remot televisi

ilustrasi remot tv (unsplash.com/Glenn Carstens-Peters)

Remot televisi merupakan benda yang sering disentuh oleh seluruh anggota keluarga tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, sehingga inilah yang menjadi masalah. Kebiasaan tersebut akan membuat permukaan remot berubah menjadi tempat berkumpulnya berbagai kuman dari kondisi tangan yang kotor, makanan, hingga keringat.

Karena bentuknya yang berlaku-lekuk dan jarang dibersihkan, maka wajar apabila remot menjadi tempat ideal untuk bakteri menetap dalam waktu yang relatif lama. Membersihkan remot secara rutin dengan menggunakan tisu antiseptik atau alkohol dapat membantu untuk menjaga kebersihannya, bahkan mencegah potensi penyebaran penyakit yang berbahaya.

3. Gagang pintu

ilustrasi gagang pintu (unsplash.com/Vidar Nordli-Mathisen)

Gagang pintu di rumah, terutama kamar mandi dan dapur merupakan titik sentuh yang paling aktif dan jarang memeroleh perhatian dalam hal kebersihan. Setiap kali seseorang membuka atau menutup pintu, justru kuman dari tangan akan sangat otomatis berpindah dan menempel pada bagian permukaannya.

Jika tidak segera dibersihkan secara rutin, maka gagang pintu akan menjadi jalur penularan kuman dari satu orang ke orang lain yang ada di dalam rumah. Penggunaan cairan pembersih atau desinfektan secara rutin pada bagian ini sangatlah disarankan agar bisa menjaga sanitasi lingkungan, sehingga tetap aman tanpa masalah.

4. Sikat gigi dan wadahnya

ilustrasi sikat gigi dan wadahnya (pexels.com/cottonbro studio)

Sikat gigi dan wadah tempatnya sering diletakkan di dekat wastafel, sehingga bagian tersebut rentan sekali terpapar cipratan air kotor dan uap yang mengandung kuman. Selain itu, kondisi lembap pada bulu sikat dan wadahnya mempercepat pertumbuhan bakteri dan jamur, sehingga inilah yang menjadi masalah.

Jika tidak dikeringkan dan dibersihkan dengan benar justru sikat gigi akan menyebarkan kuman ke dalam mulut pada saat digunakan. Pastikan untuk selalu menutup wadah sikat dan membersihkannya secara rutin hingga mengganti sikat gigi setidaknya 3 bulan sekali agar tetap aman tanpa masalah kesehatan.

Menjaga kebersihan rumah bukan hanya soal penampilan atau kenyamanan, namun juga berkaitan langsung dengan kesehatan seluruh penghuni. Setidaknya dengan memperhatikan kebersihan dari benda-benda di atas, maka bisa menghindari potensi berkembang biaknya bakteri secara agresif. Jangan remehkan benda-benda di atas agar kesehatan keluarga tetap terjamin dengan baik.

Sumber:

https://www.webmd.com/cold-and-flu/ss/slideshow-germiest-things

https://www.healthline.com/health/germy-places

https://www.reviewed.com/laundry/features/dirtiest-items-in-your-house

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article