Denpasar, IDN Times - Disleksia disebut satu dari beberapa penyebab ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Buleleng yang belum bisa membaca dengan lancar. Angkanya sekitar 10-15 persen. Psikolog Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah, Lyly Puspa Palupi, mengatakan disleksia adalah gangguan neurologi di mana seseorang mengalami kesulitan belajar secara spesifik. Ini ditandai dengan adanya kesulitan dalam membaca, mengeja, dan menulis yang tidak disebabkan oleh masalah penglihatan, pendengaran kecerdasan atau keterampilan berbahasa yang normal.
"Jadi disleksia itu ketidakmampuan belajar yang berbasis bahasa. Jadi disleksia merujuk pada sekumpulan gejala yang menyebabkan orang-orang mengalami kesulitan dalam menggunakan bahasa tertentu. Khususnya membaca," ungkapnya.
