4 Alasan Bekerja Sesuai Passion Itu Terkadang Omong Kosong

Seperti yang kita ketahui, passion merupakan antusiasme, rasa cinta, pun perasaan gembira atas sesuatu atau aktivitas tertentu. Dalam urusan pekerjaan, maka bekerja sesuai passion artinya bekerja sesuai dengan bakat maupun minat. Ya, pekerjaan yang kamu ambil ialah sesuatu yang kamu suka, nyaman, dan mampu.
Namun, meski sudah berada di lingkungan pekerjaan yang sesuai dengan passion, nyatanya belum tentu memberikan kenyamanan untukmu, lho. Hal tersebut karena passion, yang dalam berjalannya waktu, menjadi omong kosong. Bagaimana mungkin? Langsung saja simak ulasan berikut, berdasarkan pengalaman pribadi penulis.
1. Memiliki orientasi uang

Kalau membahas soal uang dalam bekerja, tentunya uang akan menjadi banyak ketika output kerja juga banyak, ya. Sederhananya, penghasilan dari penjualan 10 produk tentu lebih besar daripada hanya 5 produk. Masalahnya, passion terkadang tidak bisa berdampingan lurus dengan penghasilan secara finansial.
Mengapa demikian? Coba bayangkan jika bekerja sempurna sesuai passion, harusnya hanya mampu menghasilkan 5 produk saja dalam sebulan. Namun, karena tujuan bekerja bergeser menjadi mengejar target secara finansial, maka dalam sebulan harus bisa menghasilkan 10 produk. Tentu saja, di sini kamu akan mengabaikan passion, yang penting bisa menghasilkan banyak uang.
2. Tercampur oleh keinginan customer

Definisi bekerja sesuai passion ya ketika bisa menguasai secara dominan pekerjaan yang ada dengan nyaman. Akan tetapi, tak jarang customer turut mencampuri urusan dapurmu. Begitu banyak permintaan mereka yang terkadang di luar kemampuan dan kenyamananmu.
Bahkan banyak juga customer yang permintaannya begitu menganggu apa yang sudah menjadi passion kamu. Namun sebagai pekerja yang baik, kamu tak bisa hanya memikirkan passion di bidang versi kamu. Ya, kamu juga harus berdiskusi dan mendengarkan pendapat customer, yang mungkin keinginannya itu jauh melenceng dari passion kerjamu.
3. Terdapat budaya kerja dalam setiap perusahaan

Sadar atau tidak, dalam setiap lingkungan akan selalu ada peraturan yang mengatur di dalamnya. Baik secara tertulis maupun tidak, untuk bisa bertahan hingga berkembang di lingkungan terkait, ya harus mengikuti aturan yang ada. Hal tersebut juga berlaku dalam lingkungan pekerjaan.
Dalam dunia kerja akan selalu ada budaya kerja yang menjadi pedoman dalam menjalani setiap tugas kerja. Nah, mungkin saja kamu merasa bidang pekerjaan yang diambil itu sesuai passion. Namun, terdapat budaya kerja yang menjadi template kerja, yang tak selalu sesuai dengan cara kerja yang membuatmu nyaman.
4. Menyesuaikan trend terkait

Atas nama pengembangan pekerjaan yang kamu tekuni, mau tak mau ya harus mengikuti trend yang ada, ya. Sejatinya trend tersebut lumayan jauh dari passion kamu. Misalnya, passion kamu itu dalam bidang promosi verbal secara langsung.
Namun, saat ini tengah viral promosi melalui media sosial (medsos) dengan pembuatan konten. Di sini, kamu harus belajar editing konten foto atau video, hingga penulisan caption yang menarik. Bahkan kamu juga bisa beralih dimensi menjadi promosi dengan tulisan melalui copywriting jika memang trend yang berlaku seperti itu.
Sejatinya, bekerja dengan passion memang begitu membahagiakan, terlebih membuat nyaman. Namun untuk bisa bertahan hingga berkembang, tentu harus bisa beradaptasi dengan menjadikan diri sebagai pribadi yang fleksibel. Nah, itulah alasan di saat passion kerja berubah menjadi omong kosong, nih. Kamu punya pendapat yang berbeda? Yuk, diskusi di kolom komentar.



















