10 Sikap yang Dilarang saat Mendaki Gunung di Bali

Pulau Bali dikenal memiliki alam yang sangat indah, satu di antaranya perbukitan ataupun pegunungan. Beberapa daerah yang memiliki bukit atau gunung sering menjadi tujuan wisatawan untuk mendaki seperti Gunung Batur, Gunung Agung, Bukit Abang, Gunung Batukaru, dan lainnya.
Umumnya, perbukitan atau pegunungan di Bali terdapat tempat yang disucikan. Jadi rasanya wajib banget untuk dijaga kesucian maupun kebersihannya agar lestari. Bagi kamu yang berencana mendaki gunung di Bali, sebaiknya mematuhi larangan-larangan. Apa saja? Berikut ini 10 sikap yang dilarang saat mendaki gunung di Bali. Yuk, langsung dibaca.
Baca Juga: 6 Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Kintamani, Gak Bosenin
1. Berkata kasar atau tidak sopan selama melakukan pendakian sebaiknya tidak dilakukan. Berdasarkan kepercayaan masyarakat, berkata kasar dapat memberikan dampak yang kurang baik dalam pendakian
Baca Juga: 5 Desa Wisata di Jembrana Bali, Memesona Tapi Tak Populer
2. Sombong atau ampah atau campah, seperti merasa paling hebat atau paling tahu selama melakukan pendakian sebaiknya tidak dilakukan. Hal ini boomerang bagi diri sendiri maupun rombongan. Jadi selalu turuti panduan dari pemandu pendakian
3. Pegunungan kini dikotori oleh pemandangan tumpukan sampah. Jadi sebaiknya bawalah kantong kecil untuk menyimpan sampah-sampah bawaanmu. Kantongi sampah itu sampai kamu menuruni pegunungan, dan menemukan tempat sampah
4. Jangan sekali-sekali mengubah tanda arah pendakian yang memang diletakkan untuk memandu para pendaki agar tidak tersesat. Hal ini sangat membahayakan diri kamu maupun pendaki lainnya
5. Beberapa gunung atau bukit di Bali biasanya ada tempat suci yang digunakan untuk berdoa agar perjalanannya lancar dan selamat. Wajib diingat, bahwa sangat tidak diperbolehkan untuk masuk ke area tempat suci atau keramat ketika menstruasi
6. Hindari mencorat-coret pohon maupun tembok di sepanjang jalur pendakian. Hal ini akan membuat pemandangannya menjadi kumuh
7. Mungkin kamu tidak pernah melihat tanaman indah yang tumbuh di pegunungan, contohnya kasna atau edelweiss. Sehingga gatal rasanya ingin mencabut tanaman tersebut. Tetapi sebaiknya tidak usah dilakukan ya. Biarkan tanaman itu tumbuh subur secara alami dan jangan dirusak
8. Biasanya pendaki akan membuat api unggun untuk menghangatkan badan. Namun membakar kayu tidak boleh dilakukan di sembarang tempat. Bekas api unggunnya juga harus benar-benar disiram atau dipadamkan agar tidak menimbulkan kebakaran hutan
9. Akhir-akhir ini para remaja sering terlihat membawa speaker atau pengeras suara yang berlebihan. Sebaiknya hal ini tidak dilakukan ya, karena dapat mengganggu pendaki lainnya. Slain itu, tujuan pendakian adalah menikmati keindahan dan tenangnya alam pegunungan
10. Jika kebelet buang air bagaimana? Kamu bisa buang air di tempat-tempat tertentu, namun tidak dilakukan di area jalur pendakian, hingga tempat suci atau keramat. Biasakan sebelum buang air, memohon izin kepada penghuni gaib di tempat itu
Jadi kamu sudah mengerti kan larangan atau hal yang sebaiknya tidak dilakukan saat mendaki gunung di Bali? Hal ini tujuannya agar proses pendakian bisa berjalan lancar dan selamat. Sehingga kamu bisa menikmati alam pegunungan dengan lebih nyaman. Selamat mendaki ya, guys!
IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.