Comscore Tracker

Starbucks Buka Coffee Sanctuary di Bali, Satu-Satunya di Dunia

Tempatnya gokil banget deh. Perlu dicoba

Badung, IDN Times - Ada kabar baik nih bagi para pecandu kopi di Pulau Dewata. Tepatnya pada Sabtu (12/1), Starbucks Indonesia resmi membuka gerai kopi dengan konsep Coffee Sanctuary di Jalan Sunset Road Nomor 77 Seminyak, Kuta. Di atas lahan seluas 1.850 kaki persegi, Starbucks Dewata berkomitmen untuk menyajikan pengalaman minum kopi terbaik di dunia.

Tidak sekadar menikmati pahitnya kopi. Setiap pengunjung juga bisa belajar melalui interactive video wall bagaimana proses pengolahan kopi, mulai dari pembibitan, pemilahan biji, pemanggangan, hingga penyajiannya. Starbucks Reserve Dewata menjadi satu-satunya dari 24 ribu gerai di berbagai belahan dunia yang mengusung tema "edutainment".

"Dari 400 gerai Starbucks di Indonesia, akhirnya kami memutuskan untuk membangun yang unik. Di sini, kami ingin memadukan kopi dengan budaya dan kopi dengan pertunjukan, karenanya kami menyebut ini sebagai edutainment," ujar Anthony Cottan, Managing Director Starbucks Indonesia.

1. Salah satu Starbucks Reserve Bar terbaik di dunia

Starbucks Buka Coffee Sanctuary di Bali, Satu-Satunya di DuniaIDN Times/Vanny El Rahman

Gerai kopi dengan kapasitas 360 pengunjung ini merupakan salah satu Starbucks Reserve Bar terbaik di dunia. Mereka yang ingin merasakan biji kopi pilihan tentu jumlahnya terbatas, dan bisa melihat secara langsung bagaimana cara pembuatannya. Pastinya disajikan oleh barista yang sudah melewati berbagai uji kompetensi. Kebayang gak gimana nikmatnya?

"The Coffee Sanctuary merupakan gerai Starbucks Reserve Bar yang ke-10 di Indonesia, yang merupakan salah satu dari 185 gerai terbaik di dunia. Inilah puncak Starbucks setelah komitmen kami memakai kopi Indonesia sejak lebih dari empat dekade lalu," tambah Kevin Johnson, CEO Starbucks Coffee Company.

2. Memiliki lahan kopi seluas 10x10 meter

Starbucks Buka Coffee Sanctuary di Bali, Satu-Satunya di DuniaIDN Times/Vanny El Rahman

Gerai ini memiliki dua bangunan yang dipisahkan oleh lahan kopi seluas 10x10 meter. Setiap pengunjung bisa menyeruput kopi dengan 100 pilihan makanan yang tentunya dimanjakan oleh Coffee Tree Lot yang berbaris rapi. Teriknya Pulau Bali bisa-bisa tak terasa meski berada di luar ruangan.

"Kami benar-benar menghargai 'perjalanan' setiap biji kopi. Di sisi lain, ini merupakan komitmen kami terhadap budaya kopi Indonesia. Melalui gerai ini, kami ingin mereka yang berkunjung ke Indonesia, khususnya Bali, merasakan kesan tersendiri," tambah Kevin.

3. Arsitektur bergaya modern dengan sentuhan kearifan lokal

Starbucks Buka Coffee Sanctuary di Bali, Satu-Satunya di DuniaIDN Times/Vanny El Rahman

Setiap gedung di gerai ini terdiri dari dua lantai dengan konsep rumah kaca beratapkan panel kaca, sehingga menawarkan pengalaman open air. Kesan ramah lingkungan semakin terasa dengan anyaman bambu raksasa dan ayunan yang terbuat dari rotan.

"Komitmen kami terhadap lingkungan adalah dengan mengurangi penggunaan plastik. Kami mengganti kemasan kopi dengan gelas kertas," kata Ni Putu Patricia, seorang barista di Starbucks Dewata.

Berada di pusat kota dengan nilai budaya yang amat kental, sentuhan kearifan lokal menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Setiap pengunjung yang baru menginjakkan kakinya akan disambut oleh Palinggih Tugu Karang. Bali banget kan? Ya. Palinggih memang selalu ada di setiap tempat karena bagian dari Tri Hita Karana (Hubungan manusia dengan Tuhan).

Terlebih gerai ini juga ramah difabel lho. Meski memiliki dua lantai, gerai ini menyediakan lift. Begitu pula dengan kamar mandinya, disediakan juga bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

4. Akan menjadi satu-satunya Coffee Sanctuary di Indonesia

Starbucks Buka Coffee Sanctuary di Bali, Satu-Satunya di DuniaIDN Times/Vanny El Rahman

Anthony kembali menegaskan bahwa Starbucks Reserve Dewata akan menjadi satu-satunya Coffee Sanctuary di Indonesia. Hingga saat ini "warung" kopi yang memiliki 48 barista ini termasuk terbesar kedua di dunia dan menjadi nomor wahid di Asia Tenggara.

"Kami tidak akan membuka di kota lain di Indonesia. Lantas kenapa di Bali? Karena semua orang mengenal Bali. Orang Jakata, Sumatera, Sulawesi akan berlibur ke Bali. Pulau ini merupakan salah satu gerbang masuk ke Indonesia," tandas dia.

Topic:

  • Irma Yudistirani
  • Septi Riyani

Berita Terkini Lainnya