Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pullman Xchange 2026 Hidupkan Bali dengan Simfoni Seni dan Kreativitas

Kab. Badung
4 min read
Pullman Xchange 2026 Hidupkan Bali dengan Simfoni Seni dan Kreativitas
Pullman Xchange: Symphony of Elements di Pullman Bali Legian Beach (dok.pribadi/Natalia Indah)
  • Pullman Xchange: Symphony of Elements 2026 di Pullman Bali Legian Beach memadukan seni lukis, patung, mode, tari, dan musik sebagai perayaan kreativitas Indonesia.
  • Sekitar 15 seniman Komunitas Seni Mangurupa dari Badung menampilkan karya bertema alam, tradisi, dan budaya, termasuk Tatang Budi Santoso serta pematung I Ketut Putrayasa.
  • Pameran diperluas melalui pertunjukan Dance Generation, koleksi Debz Collections dan EP Art, serta karya yang dipajang di lobi resort untuk melengkapi pengalaman menginap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bali selalu punya cara untuk membuat perjalanan terasa istimewa. Selain pantai berpasir putih, hamparan sawah hijau, dan pura yang menyimpan jejak tradisi, Pulau Dewata juga menawarkan pengalaman wisata melalui seni serta kreativitas yang terus berkembang. Dari pertunjukan tari hingga karya seni kontemporer, Bali menghadirkan ruang bagi wisatawan untuk mengenal kekayaan budaya lewat perspektif yang lebih beragam.

Pengalaman tersebut hadir dalam Pullman Xchange: Symphony of Elements 2026 yang mempertemukan seni lukis, patung, mode, tari, dan musik dalam sebuah perayaan kreatif di Alun-Alun Garden Pullman Bali Legian Beach. Ravi Khubchandani, General Manager Pullman Bali Legian Beach, mengatakan event ini merupakan pameran seni tahunan untuk merayakan keindahan keberagaman melalui perpaduan warna, bentuk, perspektif, dan material.

“Pullman Xchange: Symphony of Elements mencerminkan keindahan ketika berbagai suara kreatif hadir dalam satu ruang. Melalui pameran ini, kami ingin menghadirkan pengalaman yang menarik, inspiratif, dan bermakna bagi para tamu maupun komunitas. Di samping itu, sekaligus terus memberikan ruang bagi kreativitas Indonesia,” ujarnya di sela-sela acara Pullman Xchange di Pullman Bali Legian Beach, Jumat (23/10/2026).

Lantas, seperti apa event ini berlangsung? Simak ulasan lengkapnya berikut ini, yuk!

  1. 1. Mengenal karya seni dari Komunitas Seni Mangurupa

    salah satu karya Komunitas Seni Mangurupa di area lobi Pullman Bali Legian Beach (dok.pribadi/Natalia Indah)
    salah satu karya Komunitas Seni Mangurupa di area lobi Pullman Bali Legian Beach (dok.pribadi/Natalia Indah)

    Pameran ini menghadirkan karya lukis dan patung dari para seniman Komunitas Seni Mangurupa yang berasal dari Kabupaten Badung. Terdapat sekitar 15 seniman yang terlibat, dengan sorotan pada dua seniman dengan rekam jejak internasional yaitu Tatang Budi Santoso dan I Ketut Putrayasa.

    Dewa Putu Ardana, Ketua Umum Komunitas Seni Mangurupa, mengatakan Tatang Budi Santoso dikenal melalui narasi visual yang simbolis dan menggugah pemikiran yang telah berpartisipasi dalam berbagai pameran internasional. Di antaranya seperti Olympic Fine Arts 2008 di Beijing dan karyanya berjudul Borderless pun menjadi bagian dari koleksi Olympic Museum di Lausanne, Swiss.

    “Sementara itu, pematung Bali I Ketut Putrayasa memiliki portofolio internasional dengan proyek serta pameran di Belgia, Prancis, Singapura, hingga Turki. Pencapaiannya meliputi Best Final Project Artwork di ISI Denpasar, karya The Octopus Queen yang berupa instalasi bambu setinggi 25 meter yang meraih rekor MURI pada 2025, serta keterlibatannya dalam pertunjukan Kecak Kolosal dengan 5.555 penari di Pantai berawa yang juga memperoleh pengakuan MURI pada tahun 2018,” ungkapnya pada kesempatan yang sama.

    Dia menambahkan, setiap seniman memiliki karakter dan cara pandang yang berbeda dalam menuangkan tema Symphony of Elements tersebut. Karya-karya yang ditampilkan mengangkat berbagai aspek kehidupan, mulai dari alam, tradisi, hingga budaya. Pameran ini tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan karya seni secara fisik, namun juga menjadi wadah bagi para seniman untuk menyampaikan makna di balik karya mereka.

  2. 2. Merayakan keberagaman ekspresi dengan mode, gerak, dan musik

    salah satu koleksi Debz Collection dan EP Art by Eka Plawa (dok.pribadi/Natalia Indah)
    salah satu koleksi Debz Collection dan EP Art by Eka Plawa (dok.pribadi/Natalia Indah)

    Pullman Xchange: Symphony of Elements 2026 juga mengembangkan pengalaman seni melalui perpaduan karya visual dan pertunjukan langsung di Alun-Alun Garden, Pullman Bali Legian Beach. Ravi Khubchandani menjelaskan, lukisan dan patung menjadi bagian utama pameran, sementara tari, mode, serta musik menghadirkan dimensi lain yang membuat suasana lebih dinamis.

    “Salah satu penampilannya adalah Dance generation, kelompok tari asal Bali yang berhasil mencapai Quarter Finals Indonesia’s Got Talent 2023. Mereka menghadirkan pertunjukan kontemporer dengan koreografi dinamis serta elemen akrobatik,” terang Ravi.

    Dunia mode pun turut meramaikan acara melalui presentasi koleksi Debz Collections dan EP Art by Eka Plawa. Koleksi ini diperagakan dengan koreografi dari Lenny Hartono Management yang memiliki pengalaman di sejumlah panggung mode internasional, termasuk New York Fashion Week 2023. Ditambah lagi dengan alunan musik dari DJ Herllyna yang melengkapi rangkaian acara, menyatukan berbagai medium dalam pengalaman yang menggabungkan seni dan gaya hidup.

  3. 3. Menjadikan seni bagian dari pengalaman menginap di Bali

    karya seni lainnya di Pullman Bali Legian Beach (dok.pribadi/Natalia Indah)
    karya seni lainnya di Pullman Bali Legian Beach (dok.pribadi/Natalia Indah)

    Satu hal menarik dari Pullman Xchange: Symphony of Elements 2026 adalah pengalaman seni yang tidak berhenti setelah malam pembukaan saja. Sejumlah karya lukis dan patung juga ditampilkan di area lobby floor Pullman Bali Legian Beach, sehingga para tamu bisa menikmati karya seni sebagai bagian dari suasana resort.

    Pendekatan ini menghadirkan perspektif berbeda dalam menikmati akomodasi di Bali. Selain fasilitas dan kenyamanan, seni dapat menjadi elemen yang memperkaya pengalaman menginap sekaligus membuka ruang pertemuan antara seniman, tamu, serta komunitas kreatif. Bagi wisatawan yang tertarik pada seni, budaya, dan desain, kehadiran karya-karya tersebut menawarkan cara lain untuk mengenal kreativitas Bali maupun Indonesia lebih dekat.

    “Melalui Pullman Xchange: Symphony of Elements 2026, Pullman Bali Legian Beach menempatkan seni sebagai bagian dari pengalaman hospitality sekaligus ruang kolaborasi bagi para pelaku kreatif. Di tengah popularitas Bali sebagai destinasi wisata dunia, inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa daya tarik Pulau Dewata juga terletak pada gagasan, karya, serta ekspresi budaya yang terus berkembang,” ungkap Ravi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More