Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Nomor Kontak Penting saat Liburan di Bali pada Musim Kemarau

Kab. Gianyar
3 min read
Nomor Kontak Penting saat Liburan di Bali pada Musim Kemarau
Wisata di Pulau Bali, Indonesia. (IDN TImes/Herka Yanis)
  • Kemarau panjang di Bali akibat El Nino Godzilla membuat panas lebih menyengat, sehingga wisatawan disarankan melindungi kulit dengan tabir surya, topi, kacamata, serta pakaian cerah dan longgar.
  • Wisatawan perlu rutin minum air mineral dan menghindari minuman sangat manis atau berkafein. Aktivitas luar ruangan sebaiknya dilakukan pagi atau sore, sementara siang hari diisi kunjungan indoor.
  • Perlengkapan seperti tisu, botol minum, dan kipas mini perlu dibawa dalam tas ringan. Simpan juga nomor teman perjalanan, pemandu, serta layanan darurat di Bali untuk berjaga-jaga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bali termasuk jajaran provinsi yang mengalami kemarau panjang di Indonesia. Satu penyebab kemarau panjang ini karena adanya El Nino Godzilla. Panas terasa lebih menyengat dari biasanya, sehingga ada sejumlah tips yang harus diperhatikan. Khususnya bagi kamu yang baru pertama kali ke Bali.

Supaya liburanmu tetap nyaman dan aman saat musim kemarau, kamu wajib menyimak 5 tips berlibur saat musim ke akar di Bali. Apa saja tipsnya? Yuk baca selengkapnya di bawah ini.

  1. 1. Perlindungan ekstra untuk kulit dan tubuh

    Ilustrasi sunscreen. IDN Times/Febriyanti Revitasari
    Ilustrasi sunscreen. (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

    Matahari bersinar terik saat kemarau, sehingga kulit sebagai area terluar tubuh wajib mendapatkan perlindungan. Kamu wajib mengoleskan tabir surya secara berkala maupun handbody dengan kandungan tabir surya. 

    Jika kamu melakukan aktivitas di luar ruangan saat musim panas di Bali, gunakan topi berukuran lebar untuk menutupi kepala. Kamu juga bisa menggunakan kacamata hitam sebagai proteksi tambahan untuk matamu. 

    Soal outfit atau pakaian saat liburan, hindari menggunakan pakaian berbahan tebal dan warna gelap. Sebab, bahan itu akan menyerap panas, tubuhmu akan semakin kepanasan dan berkeringat. Gunakanlah pakaian berwarna cerah dan longgar supaya menghindari panas dan tubuh terasa lebih adem.

  2. 2. Cukupi kebutuhan cairan tubuh

    ilustrasi minum air putih (IDN Times/Nurulia R. Fitri)
    ilustrasi minum air putih (IDN Times/Nurulia R. Fitri)

    Jangan sampai situasi kemarau dan panas di Bali membuatmu dehidrasi. Minumlah air mineral secara rutin dan teratur. Kalau kamu harus beraktivitas di luar ruangan, maka bekali dirimu dengan air mineral. Supaya kamu dapat mengisi tubuhmu dengan air mineral.

    Hindari minum minuman dengan rasa amat manis atau disertai kandungan kafein saat kemarau. Sebab minuman dengan kandungan manis dan kafein dapat menimbulkan terkikisnya cairan tubuh. Kamu akan terus merasa kehausan.

  3. 3. Hindari aktivitas outdoor pada siang hari

    pemandangan ikonik di Jatiluwih (dok.pribadi/Natalia Indah)
    pemandangan ikonik di Jatiluwih (dok.pribadi/Natalia Indah)

    Mengatur jadwal perjalanan saat liburan gak kalah penting, termasuk liburan di tengah musim kemarau di Bali. Kalau kamu tipe orang yang suka beraktivitas di luar ruangan, maka hindari bepergian saat siang hari. 

    Misalnya, jika kamu ingin menyusuri sawah di Ubud maupun Jatiluwih, disarankan mulai pada pagi hari saat udara masih sejuk. Kamu juga bisa memilih bepergian saat sore hari, kondisi ketika sinar matahari tidak terlalu menyengat. 

    Kamu bisa memaksimalkan waktu liburan saat siang hari di Bali dengan mengunjungi destinasi wisata dalam ruangan atau indoor. Pilihannya bisa dengan mengunjungi museum, kedai kopi, restoran, atau tidur siang di kamar hotel.

  4. 4. Siapkan perlengkapan tambahan

    ilustrasi kipas mini, kipas portabel, portable fan
    ilustrasi kipas mini, kipas portabel, portable fan (vecteezy.com/Deni Prasetya)

    Perlengkapan tambahan saat berlibur musim kemarau di Bali, kamu dapat mempersiapkan perlengkapan tambahan. Perlengkapan tambahan ini berupa tisu atau sapu tangan, botol minum berisi air putih, dan kipas mini portabel.

    Masukkan perlengkapan tambahan ini dalam sebuah tas kecil. Jangan membawa beban terlalu berat atau banyak saat bepergian ke luar, agar kamu tidak cepat lelah.

  5. 5. Simpan nomor buddy travel hingga nomor darurat

    IMG_8036.jpeg
    Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Bali, Ida Bagus Gede Widnyana Putra. (IDN Times/Yuko Utami)

    Tips kelima sekaligus terakhir, kamu dapat menyimpan nomor buddy travel atau sahabat liburanmu. Jika bepergian bersama teman atau rombongan, kamu dapat menyimpan nomor sahabat liburanmu, untuk berjaga-jaga jika situasi di luar kendalimu. Termasuk menyimpan nomor pramuwisata yang memandu perjalanan liburanmu.

    Kamu juga dapat menyimpan nomor darurat sejumlah instansi di Bali. Nomor di bawah ini dapat kamu hubungi dalam situasi darurat.

    • BPBD Provinsi Bali: 0361-251177, 085792440799
    • BPBD Kabupaten Badung: 08113894000
    • BPBD Kabupaten Gianyar: 0361-8958447/4795632, 08113884353
    • BPBD Kabupaten Bangli: 0366-91448
    • BPBD Kabupaten Karangasem: 0363-22173, 081138205087
    • BPBD Kabupaten Klungkung: 0366-21047/23000
    • BPBD Kabupaten Tabanan: 0361-811171
    • BPBD Kabupaten Jembrana: 0365-41166, 082146559989
    • BPBD Kabupaten Buleleng: 0362-23022
    • BPBD Kota Denpasar: 0361-223333, 081236706882
    • PMI Provinsi Bali: 0361-9583035, 081339474681
    • Basarnas Bali: 0361-7033000/705536, 081138115115
    • BBMKG Wilayah III Badung: 0361-751122

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More