Comscore Tracker

6 Benda Untuk Menangkal Santet, Konon Kucing Juga Bisa

Selama ada orang iri dan dengki, santet akan tetap abadi

Siapa sih yang gak kenal sama santet. Orang-orang yang usahanya mengalami kegagalan atau sepi, atau orang yang tiba-tiba linglung setelah menolak cinta, selalu dikaitkan karena diserang santet. Santet sebenarnya merupakan ilmu putih untuk pengasihan. Tetapi karena ada orang pintar yang mempelajari dan memodifikasinya untuk hal-hal tertentu, maka santet berubah menjadi ilmu hitam.

Ada macam-macam penggolongan ilmu santet. Menurut praktisi atau ahli retrokognisi, Hari Kurniawan atau akrab disapa Om Hao, terdiri dari ilmu santet merah untuk mencelakai seseorang tanpa menyentuhnya, menghancurkan rumah tangga, dan tempat usaha. Kedua adalah ilmu santet kuning untuk pengasihan semacam pelet. Santet atau guna-guna ini mengambil tiga unsur. Yaitu unsur udara, air, dan tanah. Unsur-unsur itulah yang dipakai sebagai media atau perantara untuk menjalankan ilmu tersebut. Makhluk-makhluk yang umum digunakan untuk santet adalah banaspati, pocong, kuntilanak, dan genderuwo.

"Banaspati adalah kurir yang pengirimannya paling cepat," terang Om Hao dalam video.

Pengiriman santet juga ada yang modern dan konvensional lho. Kalau modern seperti bisa racun kalajengking atau ular kobra, oli bekas, bensin, dan sebagainya. Sedangkan konvensional seperti jarum, silet, pecahan kaca, dan sampai yang modifikasi seperti ditabrak truk.

Dikutip dari kanal YouTube Kisah Tanah Jawa yang diunggah pada 26 September 2020, Om Hao membagikan cara menangkal ilmu santet. Tentu benda-benda itu tidak ada artinya apabila diri kita sendiri tidak mengiringinya dengan doa. Karena doa adalah sumber kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa yang dapat menangkal hal-hal jahat.

1. Pakai garam krosok yang masih kasar, bukan beryodium

6 Benda Untuk Menangkal Santet, Konon Kucing Juga BisaYouTube.com/kisahtanahjawa

Jenis yang dipakai bukan garam beryodium melainkan garam krosok yang masih kasar (NaCl atau natrium klorida). Garam ini ditaburkan di setiap sudut rumah.

"Energi santet sebenarnya tidak solid. Tetapi dalam bentuk partikel kecil seperti debu, yang mana terkadang saat gagal masuk ke dalam rumah target, akan meledak terus akan ada seperti suara pasir di atas," ujar Om Hao.

Baca Juga: Jenis-jenis Kasta Jin, Ada yang dari Golongan Bangsawan

2. Ketan putih, yang bisa terbakar apabila terkena santet

6 Benda Untuk Menangkal Santet, Konon Kucing Juga Bisafreepik.com

Ketan putih biasanya ditaruh ke dalam kantong, kertas koran, atau kain mori. Jika kiriman santetnya gagal, ketan tersebut akan terbakar seperti pop corn. Ketan yang dipakai jangan dicampur dengan beras. Karena menurut Om Hao, jadinya tidak efektif. Kamu juga harus berdoa menurut keyakinan masing-masing.

"Kalau dibantu pemuka agama lebih efektif," kata Om Hao.

3. Telur ayam kampung, bukan telur leghorn

6 Benda Untuk Menangkal Santet, Konon Kucing Juga BisaPixabay.com/Johan Taljaard

Telur jenis ini dinilai sangat efektif untuk menangkal santet, karena menurut Om Hao, memiliki nyawa atau kehidupan. Kandungan di dalam telur ayam kampung banyak darah. Banaspati lebih banyak mengincar darah. Setelah itu, telur-telur tersebut harus dilarung ke sungai atau dilabuh. Telur ini bisa dibungkus dengan kain atau koran, lalu ditanam di depan rumah.

"Jadi biar nanti ada ilmu, itu masuknya ke situ. Gak ke pemilik rumah," jelasnya.

4. Anjing dan kucing bisa menangkal santen

6 Benda Untuk Menangkal Santet, Konon Kucing Juga Bisaskipkrik / Reddit

Pernah ada satu kejadian yang dialami sendiri oleh Om Hao. Ia memiliki kucing hitam yang ditemukan mati membusuk selama tiga hari di rumhanya. Perutnya tiba-tiba membesar. Menurut Om Hao, santet tersebut gagal mengenainya dan menyerang kucing di rumah.

"Logam-logam sih isinya. saya gak tega mau autopsi gitu," ceritanya.

Baca Juga: Mengenal Ilmu Leak, Paling Ditakuti di Bali Tapi Diminati Orang Eropa

5. Daun kelor jadi andalan untuk menangkal segala ilmu hitam, termasuk menghilangkan susuk

6 Benda Untuk Menangkal Santet, Konon Kucing Juga BisaPixabay.com/svibhandik

Daun kelor dipercaya dapat menyembuhkan santet, melepas susuk, dan melepaskan orang susah meninggal karena memiliki 'pegangan'. Caranya yaitu mengibas-ngibaskan daun kelor ke tubuh penderita, atau bisa juga digantung di atas pintu maupun jendela dengan jumlah batang yang ganjil.

"Sosok astral itu pastinya masuknya lewat dari situ (Pintu atau jendela). Kalau anak kecil usianya belum ada tiga tahun sering rewel, nangis setiap malam, biasanya juga digantung di atas atau ditaruhu di dahinya. Fungsinya biar gak diganggu. Sebenarnya bukan tanamannya yang akan menjaga. Tetapi khodamnya," lanjut Om Hao.

6. Bunga kantil

6 Benda Untuk Menangkal Santet, Konon Kucing Juga Bisaalpinenurseries.com.au

Biasanya ditaruh di bawah bantal, tempat tidur, dalam lemari, dan di atas lemari. Kalau bunganya pecah dalam waktu satu minggu, berarti kekuatan santet tersebut lebih kuat. Tetapi apabila bunganya mengering, berarti energi itu bisa menyerap.

Ada catatan khusus dari Om Hao. Apabila mengalami kegagalan, bisa mencari kantil lain berwarna merah misalnya, atau bunga cempaka.

Sejatinya, ilmu apapun yang berkaitan dengan gaib, mistis, dan magis itu awalnya putih. Tetapi karena setiap manusia memiliki tujuan yang bermacam-macam, maka penggunaannya bisa jadi negatif.

Ilmu santet ada juga yang tidak bisa ditangkal dengan cara-cara di atas, kalau memang takdirnya orang itu menderita atau meninggal dalam keadaan disantet. Apakah di zaman modern, ilmu santet masih tetap ada? Menurut Om Hao, selama ada permintaan, selama masih ada orang yang iri hati, dengki, cemburu, sakit hati, maka penekun ilmu ini akan tetap abadi. Selain itu, efeknya buruknya tidak hanya terkena penekunnya. Tetapi juga orang yang meminta dan keturunannya. 

Kamu tidak dituntut untuk memercayai hal ini ya. Karena percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah kunci utamanya. Sekecil apapun usaha yang kamu lakukan harus diiringi dengan doa. Ingat, jangan lupa pula untuk bersyukur.

Baca Juga: 6 Doa Hindu Tuntunan Berumah Tangga, Biar Semakin Harmonis

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya