Comscore Tracker

Mengenal Mitos 8 Dewa dalam Kepercayaan Tionghoa

Ada yang berwujud pengemis lho

Beberapa warga dunia mengenal dan memercayai keberadaan para dewa, termasuk juga warga Tionghoa. Mereka percaya dengan adanya 8 Dewa atau sering disebut dengan istilah Ba Xian.

Masing-masing Ba Xian memiliki beragam simbol kehidupan seperti kemiskinan, kekayaan, kaum tua, muda, dan sebagainya. Dikutip dari laman Tionghoa.info, yuk mengenai mitos dewa dalam kepercayaan Tinghoa.

Baca Juga: Sejarah dan Resep Sederhana Telur Teh Khas Imlek, Simbol Rezeki

Baca Juga: 10 Ucapan Hari Raya Imlek dalam Bahasa Bali dan Mandarin 

1. He Xian Gu, seorang gadis yang menjadi dewa di usia 14 tahun

Mengenal Mitos 8 Dewa dalam Kepercayaan TionghoaIlustrasi He Xian Gu. (commons.wikimedia.org/nlamore)

Sebelum menjadi dewa, He Xian Gu memiliki nama He Qiong. Ia dilahirkan pada zaman Dinasti Tang sekitar tahun 618-907 Masehi di Kabupaten Zencheng, Provinsi Guangzhou, Guangdong.

Dikisahkan ia menelan serbuk mika, menyebabkan tubuhnya menjadi ringan dan dapat terbang. Ia mengumpulkan buah dewa untuk ibunya yang sudah tua, dari puncak gunung satu ke puncak gunung lainnya. He Qiong kemudian mulai merasakan perubahan lain pada tubuhnya, yaitu tidak perlu makan lagi.

Kesaktian yang dimiliki He Qiong sampai ke telinga Kaisar Wu Ze Tian dan memintanya ke istana. Dalam perjalanan ke istana, tubuhnya secara tiba-tiba hilang dari pandangan manusia biasa. Sejak saat itulah He Qiong di usia 14 tahun menjadi dewa bernama He Xian Gu. He Sian Gu dilukiskan sebagai seorang gadis yang membawa setangkai bunga mustika.

2. Han Xiang Zi, sastrawan yang belajar ilmu dewa

Mengenal Mitos 8 Dewa dalam Kepercayaan TionghoaIlustrasi Han Xiang Zi. (commons.wikimedia.org/Cleveland Museum of Art)

Han Xiang Zi digambarkan sebagai dewa berwajah menawan, membawa seruling, dan berpakaian seperti pelajar atau orang yang sedang belajar menuntut ilmu. Sebelum menjadi dewa, Han Xiang Zi adalah seorang sastrawan yang hidup pada zaman Dinasti Tang sekitar tahun 618 hingga 907 Masehi.

Ia memiliki kemampuan untuk membuat bunga peoni mekara dengan warna yang indah selama beberapa hari. Kemudian ia belajar ilmu dewa kepada Lu Dong Bin. Suatu ketika, Lu Dong Bin mengajak Han Xiang Zy ke puncak Pohon Persik ajaib, tapi terpeleset. Namun ketika terjatuh, tiba-tiba ia berubah menjadi dewa. Dewa Han Xiang Zi dipercaya sebagai pelindung para penyuling dan peramal.

3. Lan Cai He, digambarkan sebagai sosok pria dan perempuan

Mengenal Mitos 8 Dewa dalam Kepercayaan TionghoaIlustrasi Lan Cai He. (commons.wikimedia.org/Hong Zicheng)

Lan Cai He belajar ilmu kedewaan kepada Li Tie Guai. Lan Cai He digambarkan dalam dua bentuk. Sebagian warga Tionghoa menggambarkannya sebagai seorang pria dan sebagiannya lagi sebagai perempuan.

Ciri khasnya adalah memakai baju berwarna biru dan membawa keranjang bambu yang penuh dengan bunga. Karena itu ia sering disebut sebagai Dewa Pelindung para penjual bunga.

4. Cao Guo Jiu, seorang keturunan jenderal pada zaman Dinasti Song

Mengenal Mitos 8 Dewa dalam Kepercayaan TionghoaIlustrasi Cao Guo Jiu. (id.aliexpress.com/Metal Crystals Crafts Statue Store)

Cao Guo Jiu memiliki nama asli Cao Yi. Ia juga dikenal memiliki gelar Jing Xiu, dan dikenal dengan nama Cao Jing Xiu.

Cao Guo Jiu adalah keturunan seorang jenderal pada zaman Dinasti Song bernama Cao Bin. Cao Guo Jiu mundur dari jabatannya di istana dan memilih untuk betapa di puncak gunung. Dalam pertapaannya, ia bertemu Dewa Zhong Li Quan dan Lu Dong Bin yang mengajarkannya ilmu kedewaan.

Setelah bertahun-tahun mempelajari ilmu kedewaan, ia kemudian diceritakan berhasil menjadi dewa. Cao Guo Jiu digambarkan sebagai sosok pejabat tinggi yang membawa plakat giok. Ia juga digambarkan membawa alat musik sejenis castanet, sehingga disebut juga sebagai Dewa Pelindung para seniman.

5. Lie Tie Guai, pengemis yang suka membantu

Mengenal Mitos 8 Dewa dalam Kepercayaan TionghoaIlustrasi Lie Tie Guai. (commons.wikimedia.org/Shanghai Museum)

Lie Tie Guai yang memiliki nama asli Li Suan sering juga disebut dengan Li Si Tongkat Besi. Ia berasal dari San Zhou yang hidup pada zaman Dinasti Sui.

Lie Tie Guai sering digambarkan seperti sosok pengemis, wajahnya kotor, rambut acak-acakan, berjenggot panjang, membawa tongkat besi, dan membawa benda seperti kendi (buli-buli merah) berbentuk botol tabu.

Lie Tie Guai dikenal sebagai Dewa yang murah hati terutama kepada kaum miskin, sakit, mengalami kesusahan, dan membutuhkan pertolongan.

6. Zhang Guo Lao, seorang petapa yang meninggal namun muncul kembali dalam wujud orang tua

Mengenal Mitos 8 Dewa dalam Kepercayaan TionghoaIlustrasi Zhang Guo Lao. (commons.wikimedia.org/Hong Zicheng)

Sebelum menjadi dewa, Zhang Guo Lao adalah petapa Tao yang bertapa di Gunung Zhongtiao. Kala itu ia berusia ratusan tahun. Kaisar Taizong dan Kaisar Gaozhong beberapa kali mengundangnya ke istana, namun Zhang Guo Lao menolaknya.

Barulah pada zaman Pemerintahan Kaisar Wu Ze Tian, ia mau menerima tawaran untuk hadir ke istana. Dalam perjalanannya, ia meninggal dunia dan tubuhnya membusuk dimakan ulat.

Ia kemudian diceritakan kembali muncul dalam bentuk wujud orang tua yang menunggang keledai, dan duduk menghadap ke belakang sambil membawa alat musik Yugu.

7. Zhong Li Quan, berjulukan leluhur bermarga Yang

Mengenal Mitos 8 Dewa dalam Kepercayaan TionghoaIlustrasi Zhong Li Quan. (commons.wikimedia.org/Shanghai Museum)

Zhong Li Quan sering disebut dengan nama Han Zhong Li ini lahir di Provinsi Shanxi pada masa Dinasti Han. Ia memiliki beragam julukan seperti Zheng Yang Zu Shi artinya leluhur marga Yang yang sejati, dan Yun Fang Xian Sheng yang berarti penguasa awan.

Zhong Li Quan belajar ilmu kedewaan dan bahan kimia kepada Dewa Lie Tie Guai. Zhong Li Quan sering digambarkan sebagai sosok yang memiliki badan gemuk, berjenggot, berwajah ramah, memakai baju yang selalu terbuka di bagian depannya, dan membawa kipas dari bulu.

8. Lu Dong Bin, seorang bupati yang memilih pergi berkelana

Mengenal Mitos 8 Dewa dalam Kepercayaan TionghoaIlustrasi Lu Dong Bin. (commons.wikimedia.org/Shanghai Museum)

Lu Dong Bin memiliki nama asli Lu Yan dan sering disebut dengan Shunyang, lahir di Prefektur Jingzhao pada masa Dinasti Tang. Awalnya ia adalah seorang bupati, namun menanggalkan jabatannya untuk pergi berkelana.

Dalam perjalanannya, Lu Dong Bin bertemu Zhong Li Quan yang mengajarkan ilmu pedang. Sejak itu, Lu Dong Bin membawa pedang yang menjadi ciri khasnya. Setelah mendapatkan ilmu kedewaan, ia kemudian menjadi dewa. Lu Dong Bin dipercaya sebagai Dewa yang sering menolong umat manusia. Hal ini menjadikannya sebagai satu dari Ba Xian yang sangat dikenal. Hal ini juga dibuktikan dengan banyaknya tempat suci yang menjadi tempat pemujaan atau penghormatan kepada Lu Dong Bin.

Biasanya selama perayaan Tahun Baru Imlek, warga Tionghoa yang masih percaya akan keberadaan 8 dewa atau Ba Xian ini akan memuja mereka untuk memohon perlindungan-Nya. Kamu bisa menemukan tempat pemujaan Ba Xiang di kuil atau kelenteng.

Ari Budiadnyana Photo Community Writer Ari Budiadnyana

Menulis dengan senang hati

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya