Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260129-WA0013.jpg
Vaksinasi rabies emergency di Desa Munduk Temu, Tabanan, Kamis (29/1/2026). (Dok.Humas Tabanan)

Tabanan, IDN Times - Kasus gigitan anjing positif rabies terjadi di Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan. Satu orang warga digigit oleh anjing peliharaannya. Sebelumnya, anjing tersebut sudah menunjukkan gejala seperti gelisah dan ketakutan sebelum menggigit tangan pemiliknya. Anjing tersebut mati sehari setelah menggigit. Dari hasil pemeriksaan laboratorium diketahui bahwa anjing tersebut positif rabies.

Dinas Pertanian Tabanan langsung menjalankan vaksinasi rabies emergency di desa tersebut, Kamis (29/1/2026) kemarin, untuk mencegah penyebaran penyakit rabies. Sebanyak 141 anjing dari estimasi populasi 210 ekor telah melakukan vaksinasi. Sisanya dilakukan vaksinasi hari ini, Jumat (30/1/2026).

1. Warga tetap diberikan edukasi mengenai bahaya rabies

Vaksinasi rabies emergency di Desa Munduk Temu, Tabanan, Kamis (29/1/2026) (Dok.Humas Tabanan)

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, drh I Gede Eka Partha Ariana, memaparkan kegiatan vaksinasi rabies emergency dilaksanakan oleh Tim Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) bersama Puskeswan III Kabupaten Tabanan. Fokus pelaksanaannya di wilayah terdampak untuk memutus rantai penularan rabies sejak dini. Tim kesehatan hewan menyasar anjing-anjing milik warga di Desa Munduk Temu, khususnya di wilayah Munduk Temu Kelod.

"Selain vaksinasi, tim juga memberikan edukasi kepada warga mengenai bahaya rabies, pentingnya vaksinasi hewan peliharaan, serta langkah-langkah pencegahan penyebaran rabies. Warga diberikan kesempatan untuk berdialog langsung, mengajukan pertanyaan, dan memperoleh informasi yang benar terkait penyakit rabies dan penanganannya," ujarnya.

2. Anjing rabies menggigit pemiliknya di bagian punggung tangan

Vaksinasi rabies emergency di Desa Munduk Temu, Tabanan, Kamis (29/1/2026). (Dok.Humas Tabanan)

Eka Partha mengatakan, kasus gigitan di Desa Munduk Temu itu terjadi sekitar pukul 00.00 Wita, pada Kamis (22/1/2026). Seekor anjing milik warga setempat menunjukkan perilaku tidak normal, menggonggong, dan meraung seperti kesakitan sambil berlari keluar masuk halaman rumah hingga ke kebun di bawah rumah.

Sebelumnya, Jumat (23/1/2026) lalu, anjing tersebut ditemukan dalam kondisi sakit. Sore harinya, sang pemilik berinisiatif mengikat anjing tersebut. Saat anak pemilik hendak memberi makan dan membantu mengikat anjing justru tergigit satu kali di bagian punggung tangan kiri sekitar pukul 19.00 Wita. Luka gigitan tersebut masuk kategori II. Setelah kejadian, korban segera mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir selama 10 menit di rumah.

Pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 02.00 Wita, kondisi anjing semakin melemah dan ditemukan mati pada pukul 02.30 Wita. Sekitar pukul 03.30 Wita, pemilik anjing menghubungi bidan Pustu setempat dan disarankan untuk segera merujuk korban ke UGD Puskesmas Pupuan I.

Korban tiba di UGD Puskesmas Pupuan I sekitar pukul 04.00 Wita, dan langsung mendapatkan tata laksana GHPR sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), termasuk pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR). Petugas UGD kemudian menghubungi Penanggung Jawab (PJ) Rabies untuk melaporkan kejadian tersebut.

3. Anjing dinyatakan positif rabies lewat pemeriksaan laboratorium

Vaksinasi rabies emergency di Desa Munduk Temu, Tabanan, Kamis (29/1/2026). (Dok.Humas Tabanan)

Eka Partha melanjutkan, petugas menginstruksikan agar bangkai anjing diamankan sementara, tidak dikubur, dan tidak terpapar sinar matahari sambil menunggu koordinasi dengan Dinas Pertanian. Pada pukul 09.30 Wita Sabtu (24/1/2026), petugas Puskeswan mendatangi rumah korban untuk mengambil sampel otak anjing dan dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan. Hasil pemeriksaan diterima, Selasa (27/1/2026) pukul 17.30 Wita, dan dinyatakan positif rabies.

"Dari hasil penelusuran kasus, tidak ditemukan adanya warga lain yang tergigit oleh anjing yang dinyatakan positif rabies tersebut," ujarnya.

Warga diimbau tetap waspada, memastikan hewan peliharaan mendapatkan vaksinasi rabies secara rutin, dan segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat apabila terjadi digigit hewan yang dicurigai rabies.

Editorial Team