Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tabanan Terima Bantuan 160 Liter Disinfektan untuk Cegah ASF
Ilustrasi ternak babi (Dok.IDN Times/Istimewa)
  • Pemerintah Kabupaten Tabanan menerima bantuan 160 liter disinfektan dari BBVet Denpasar untuk mencegah penyebaran penyakit African Swine Fever (ASF) pada ternak babi.
  • Bantuan disinfektan telah didistribusikan ke tiga puskeswan dan akan digunakan untuk sterilisasi serta peningkatan sanitasi peternakan babi di wilayah Tabanan.
  • Dinas Pertanian Tabanan belum menerima laporan resmi kasus ASF, namun tetap meningkatkan kewaspadaan karena kemungkinan adanya kasus yang belum dilaporkan oleh peternak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Kabupaten Tabanan menerima bantuan 160 liter disinfektan dari Balai Besar Veteriner Denpasar untuk mencegah penyebaran penyakit African Swine Fever (ASF) pada ternak babi.
  • Who?
    Dinas Pertanian Tabanan melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh Gede Eka Parta Ariana, bersama Balai Besar Veteriner Denpasar serta para peternak babi di wilayah Tabanan.
  • Where?
    Kegiatan penerimaan dan distribusi disinfektan berlangsung di Kabupaten Tabanan, Bali, dengan penyaluran melalui tiga Puskeswan di wilayah tersebut.
  • When?
    Bantuan diterima sekitar dua minggu sebelum tanggal Kamis, 11 Juni 2026, dan saat ini proses distribusi ke peternak masih berlangsung.
  • Why?
    Bantuan diberikan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular pada babi dan mencegah potensi penyebaran ASF setelah adanya kematian mendadak ternak di wilayah Tabanan.
  • How?
    Disinfektan didistribusikan dari Dinas Pertanian ke tiga Puskeswan, kemudian disalurkan kepada peternak sesuai kebutuhan guna sterilisasi kandang dan peningkatan sanitasi peternakan babi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tabanan, IDN Times - Kematian mendadak ternak babi di Kabupaten Tabanan beberapa waktu lalu membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 524/7215/PKH/Distan Tentang Peningkatan Kewaspadaan Penyakit Menular pada Babi.

Tidak hanya SE, dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit menular African Swine Fever (ASF) pada ternak babi, Dinas Pertanian Tabanan menerima bantuan 160 liter disinfektan dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar untuk mendukung langkah antisipasi di lapangan.

1. Bantuan disenfektan akan disalurkan melalui Puskeswan

Ilustrasi ternak babi (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, drh Gede Eka Parta Ariana, menjelaskan bantuan disinfektan telah diterima sekitar dua minggu lalu.

Disinfektan ini nantinya digunakan untuk sterilisasi dan meningkatkan sanitasi peternakan babi sebagai upaya pencegahan penyebaran infeksi penyakit menular, termasuk ASF.

"Bantuan telah didistribusikan ke tiga puskeswan. Selanjutnya, puskeswan akan menyalurkan disinfektan ke peternak sesuai kebutuhan di wilayah masing-masing," ujarnya, Kamis (11/6/2026).

2. Tabanan membutuhkan 720 liter disinfektan

Ilustrasi ternak babi (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Jika dilihat dari kebutuhan, Eka Parta memaparkan jika jumlah bantuan yang diterima masih jauh dari kebutuhan ideal. Mengingat populasi ternak babi di Tabanan cukup besar, yakni 37.566 ekor babi.

Dari jumlah populasi tersebut, kebutuhan disinfektan untuk pencegahan penyakit mencapai 720 liter. Sementara bantuan yang diberikan saat ini baru 160 liter.

"Bantuan ini dari Balai Besar Veteriner Denpasar dan tahun ini baru satu kali didapatkan oleh Tabanan. Penyalurannya bergantung pada permintaan serta ketersediaan dari pusat," ujar Eka Parta.

3. Tabanan belum ada laporan infeksi ASF

Ilustrasi foto ternak babi. (IDN Times/Istimewa)

Hingga saat ini, Dinas Pertanian Tabanan belum menerima laporan resmi terkait kasus kematian babi yang mengarah pada ASF. Meski demikian, pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya kasus yang belum dilaporkan oleh masyarakat.

Menurut Eka Parta, peternak cenderung enggan melapor karena khawatir mengalami kerugian ekonomi besar, seperti yang terjadi pada kasus ASF sebelumnya yang sempat menyebabkan harga babi anjlok.

"Kami juga tidak bisa langsung menyatakan kematian ternak babi itu ASF tanpa uji laboratorium. Harus ada pemeriksaan yang jelas agar tidak menimbulkan polemik,” jelasnya.

Editorial Team

Related Article