Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

SPBU Ceningan Kehabisan BBM, Nusa Penida Segera Dapat 112 Ton

Kab. Klungkung
3 min read
SPBU Ceningan Kehabisan BBM, Nusa Penida Segera Dapat 112 Ton
Pemantauan stok BBM di Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Istimewa)
  • SPBU Ceningan menjadi satu-satunya dari empat penyalur di Nusa Penida yang kehabisan Pertamax, Pertalite, dan Biosolar; tiga lokasi lain masih melayani normal tanpa antrean panjang.

  • Sebanyak 112 ton BBM dijadwalkan masuk ke Nusa Penida, terdiri dari 73 ton Pertamax dan 39 ton Pertalite. SPBU Ceningan akan menerima 56 ton.

  • Polisi memantau stok dan pelayanan, meminta pengelola mengatur antrean serta memprioritaskan kendaraan umum. Tidak ditemukan pembelian jeriken, sementara lalu lintas tetap kondusif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Klungkung, IDN Times- Stok bahan bakar minyak (BBM) di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, menjadi perhatian polisi. Dari empat titik penyalur yang dipantau, SPBU Ceningan menjadi satu-satunya lokasi yang mengalami kekosongan stok BBM.

Meski demikian, kondisi tersebut dipastikan tidak berlangsung lama. Berdasarkan rencana distribusi, sebanyak 112 ton BBM segera disalurkan ke sejumlah titik di Nusa Penida. Pasokan tersebut terdiri dari 73 ton Pertamax dan 39 ton Pertalite.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Nusa Penida, Komisaris Polisi (Kompol) I Ketut Kesuma Jaya, bersama personel melakukan pengecekan stok dan aktivitas pelayanan BBM sejak pukul 19.00 Wita Senin kemarin, 12 Oktober 2026.

Empat lokasi yang dipantau yakni APMS 01 Batumulapan di Desa Batununggul, APMS 02 Sental di Desa Ped, SPBU Banjar Nyuh, serta SPBU Ceningan.

“Pengecekan ini untuk mengetahui kondisi stok BBM sekaligus memastikan aktivitas pengisian berjalan lancar,” ujarnya, Selasa (13/10/2026).

  1. 1. Hanya di Ceningan yang kosong, tiga titik masih punya stok

    IMG-20261013-WA0022.jpg
    Pemantauan stok BBM di Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Istimewa)

    BBM di APMS 01 Batumulapan, APMS 02 Sental, dan SPBU Banjar Nyuh masih berjalan normal. Tidak ditemukan antrean panjang hingga mengular ke badan jalan.

    Sementara di APMS 01 Batumulapan, stok tercatat sebanyak 14.381 liter Pertamax, 9.588 liter Pertalite, dan 5.513 liter Pertadex. Pasokan berikutnya dijadwalkan sebanyak 16 ton Pertamax dan 8 ton Pertalite.

    Kemudian APMS 02 Sental masih menyimpan 13.889 liter Pertamax dan 5.248 liter Pertalite. Untuk Biosolar, stoknya tercatat nihil. Pasokan berikutnya direncanakan sebanyak 8 ton Pertamax dan 8 ton Pertalite.

    SPBU Banjar Nyuh memiliki 9.753 liter Pertamax, 6.678 liter Pertalite, dan 3.807 liter Biosolar. Lokasi tersebut dijadwalkan mendapat tambahan 8 ton Pertamax dan 8 ton Pertalite.

    Berbeda dengan tiga titik tersebut, SPBU Ceningan dalam kondisi kosong untuk jenis Pertamax, Pertalite, dan Biosolar.

  2. 2. Ceningan dijadwalkan dapat 56 ton BBM

    IMG-20261013-WA0024.jpg
    Pemantauan stok BBM di Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Istimewa)

    Berdasarkan data yang dihimpun kepolisian, SPBU tersebut dijadwalkan menerima 41 ton Pertamax dan 15 ton Pertalite. Dengan demikian, Ceningan akan mendapat tambahan sekitar 56 ton BBM dalam distribusi berikutnya.

    Jika seluruh rencana pasokan terealisasi, total BBM yang dijadwalkan masuk ke wilayah Nusa Penida mencapai 112 ton. Rinciannya yakni 73 ton Pertamax dan 39 ton Pertalite.

    Kondisi ini menjadi perhatian karena BBM merupakan kebutuhan vital bagi mobilitas masyarakat, termasuk transportasi maupun aktivitas ekonomi di kawasan kepulauan tersebut.

  3. 3. Polisi minta pengelola atur antrean

    IMG-20261013-WA0023.jpg
    Pemantauan stok BBM di Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Istimewa)

    Jaya mengatakan pengecekan dilakukan untuk memastikan pelayanan BBM tetap berjalan tertib, sekaligus mengantisipasi munculnya antrean panjang yang berpotensi mengganggu lalu lintas.

    “Kami mengimbau pengelola agar mengutamakan pelayanan kepada kendaraan umum, mengatur antrean dengan baik, serta tidak membiarkan kendaraan mengantre hingga menggunakan badan jalan,” kata Kesuma Jaya.

    Polisi juga memastikan tidak menemukan pembelian BBM menggunakan jeriken dalam pengecekan tersebut. Arus lalu lintas di sekitar lokasi penyalur BBM juga masih terpantau kondusif.

    Pengelola APMS dan SPBU diminta terus berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai distribusi dan ketersediaan BBM. Terutama untuk mengantisipasi kekosongan di SPBU Ceningan, serta nihilnya stok Biosolar di sejumlah titik.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More