Terjebak Antrean di SPBU Denpasar, Sopir Ekspedisi Telat Kirim Barang

Antrean BBM mengular di sejumlah SPBU Denpasar sejak pagi; sopir ekspedisi Made Sadya menunggu lebih dari dua jam di Tohpati hingga pengiriman barangnya tertunda.
Pelajar, wisatawan asing, serta pengendara roda dua dan empat ikut terdampak antrean panjang di SPBU Sanur, Bypass Ngurah Rai, Kesiman, Kertalangu, dan Hayam Wuruk.
Gubernur Bali meminta Pertamina memperkuat pasokan dan distribusi; Pertamina menjadwalkan pengiriman total 26.200 kL BBM pada 12, 14, dan 16 Oktober sambil mengevaluasi stok.
Denpasar, IDN Times - Made Sadya terlihat menahan kantuk di depan kemudi pickup berwarna hitam. Kedua kelopak matanya mengerut, mencoba terjaga. Berharap ada kemajuan dari penantian panjang mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tohpati, Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Timur, Kota Denpasar, Selasa (13/10/2026).
Sopir ekspedisi tersebut mengantre dari jam sembilan pagi. Hingga pukul 11.12 Wita, ia belum mendapat giliran.
"Sudah dari jam 9 tiang (saya) di sini, kanti mangkin pun (sampai sekarang)," ujar Sadya kepada IDN Times.
Semestinya Sadya telah tiba di pos pengambilan barang untuk dikirim hari ini. Namun, apa mau dikata. Jarum penanda bensin sudah berada di titik nadirnya. Sadya pun tertunduk lesu.
"Mau ngirim barang gak berani. Bensin sudah tut tut tut," tuturnya sambil menirukan jarum penanda bensin mobilnya.
Table of Content
1. Kesaksian petugas pengisian nitrogen ban, antrean BBM sejak pukul 7 pagi

Antrean BBM di SPBU Tohpati Gatsu Timur meluber hingga ke badan jalan. (IDN Times/Yuko Utami) Kesaksian seorang pegawai pengisian nitrogen ban SPBU Tohpati Gatsu Timur yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan antrean BBM telah mengular sejak pukul 07.00 Wita.
Laki-laki asal Surabaya, Jawa Timur, ini terlihat mengatur antrean kendaraan roda dua yang hendak membeli BBM. Sesekali ada pengendara yang hendak menyalip antrean, tapi pegawai ini sigap mengatur agar tertib.
"Tadinya ada dua polisi jaga di sini, tapi gak tau di mana sekarang. Ya jadinya petugas jaga dadakan," tuturnya.
2. Pelajar antre BBM kelaparan, ganjal dengan mi instan

Antrean BBM mengular di SPBU kawasan Sanur, Jalan Bypass Ngurah Rai. (IDN Times/Yuko Utami) Putri, seorang pelajar di Denpasar, terpaksa pulang lebih lama. Ia mengantre BBM di SPBU kawasan Sanur, Jalan Bypass Ngurah Rai, sekitar satu jam.
"Iya saya antre sama teman, sekarang lapar jadi beli mi," kata Putri sambil menggenggam mi instan kuah berukuran cup.
Siang pada pukul 11.48 Wita, matahari terasa terik. Keringat Putri bercucuran sambil melahap mi kuah.
"Kalau gak makan takut pingsan kak," kelakarnya sambil tertawa kecil.
Putri dan temannya hanya dua dari puluhan orang antre di SPBU Sanur. Pemantauan IDN Times di lapangan melihat ada juga wisatawan asing ikut mengantre BBM.
3. Antrean BBM juga mengular di kawasan SPBU Jalan Bypass Ngurah Rai dan Hayam Wuruk

Kondisi SPBU di kawasan By Pass Ngurah Rai, kendaraan roda empat berukuran besar masih antre BBM. (IDN Times/Yuko Utami) Pengamatan IDN Times berlanjut di SPBU Jalan Bypass Ngurah Rai, Kesiman, Kertalangu, Kota Denpasar. Tampak kendaraan roda empat berukuran besar mengantre BBM. Sebelumnya kawasan ini memang terkenal dengan antrean panjang untuk kendaraan roda empat.
Antrean panjang juga terjadi di SPBU Jalan Hayam Wuruk, Kecamatwn Denpasar Timur. Kendaraan roda empat terlihat antre dengan minim gerakan maju. Sementara itu, kendaraan roda dua terlihat antre BBM hingga di Jalan Merdeka.
4. Respon antrean mengular di SPBU, Gubernur Bali telah berdialog dengan pihak Pertamina

Gubernur Bali, Wayan Koster (IDN Times/Yuko Utami) Sebelumnya pada Senin (12/10/2026) l, Gubernur Bali, Wayan Koster, telah memanggil jajaran PT Pertamina Patra Niaga ke Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha.
Koster meminta penjelasan terkait antrean panjang kendaraan yang hendak membeli BBM pada sejumlah SPBU di Bali.
Berdasarkan rilis resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, disebutkan bahwa jajaran PT Pertamina Patra Niaga hadir bersama perwakilan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas). Pertemuan juga dihadiri Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bali Ida Bagus Setiawan.
Koster meminta Pertamina bergerak cepat memperkuat pasokan dan mengoptimalkan distribusi BBM, khususnya jenis Pertalite dan Pertamax untuk memastikan kebutuhan masyarakat Bali terpenuhi.
“Pengelolaan BBM di Bali agar dilakukan secara ketat. Hal ini penting untuk menjaga kondusifitas Bali di mata masyarakat dunia,” tegas Koster.
Meskipun berharap kondisi penyaluran BBM kembali normal, tapi antrean mengular di lapangan masih tak terelakkan hingga berita ini diterbitkan.
5. Pertamina tengah mengevaluasi kondisi antrean SPBU di lapangan, stok BBM diangkut berkala

Ilustrasi kendaraan pengangkut BBM dari Pertamina. (IDN Times/Yuko Utami) Sementara itu, pihak Pertamina Patra Niaga mengungkapkan bahwa rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 kiloliter (kL) per hari.
Angka tersebut menjadi acuan Pertamina dalam merencanakan pasokan dan menentukan prioritas distribusi agar kebutuhan setiap SPBU dapat terpenuhi sesuai kondisi di lapangan.
Pertamina juga telah menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut BBM secara bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026 melalui Terminal BBM Sanggaran dan Manggis, dengan total muatan mencapai 26.200 kL.
“Jadwal kedatangan ini merupakan bagian dari upaya memastikan pasokan tetap terjaga dan kebutuhan BBM masyarakat Bali terpenuhi,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, dalam keterangan resminya.
Pertamina menegaskan tengah melakukan evaluasi kebutuhan berdasarkan perkembangan stok dan tingkat konsumsi di setiap wilayah.
“Kami akan terus mengupayakan percepatan pemulihan pasokan dan melakukan evaluasi secara berkala agar kondisi ketersediaan BBM dapat segera kembali normal,” imbuhnya.
















![[QUIZ] Pilih Wisata Bali, Ini Bestie di BABYMONSTER yang Akan Menemanimu](https://image.idntimes.com/post/20260507/clipdown_7263db7b-4f6f-44bb-a539-75e184e3fed3.jpg)




