Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pasokan BBM Tersendat, Warga Tabanan Antre di SPBU hingga 2,5 Jam

Kab. Tabanan
2 min read
Pasokan BBM Tersendat, Warga Tabanan Antre di SPBU hingga 2,5 Jam
Warga di Tabanan antre BBM, pada Senin (12/10/2026) (IDN Times/Wira Sanjiwani)
  • Warga Tabanan kesulitan mendapatkan BBM pada Senin pagi karena sejumlah SPBU kehabisan stok, sementara pasokan baru mulai tersedia sekitar pukul 12.00 Wita.
  • Antrean kendaraan mengular di beberapa SPBU, termasuk Sanggulan, Gerokgak, dan Pesiapan; warga seperti Inna Wisnadewi menunggu hingga 2,5 jam di tengah cuaca panas.
  • Disperindag Tabanan menyebut pasokan BBM berkurang 50 persen, dari 16 kiloliter menjadi 8 kiloliter per SPBU, akibat keterlambatan kapal pengangkut minyak di Pelabuhan Manggis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tabanan, IDN Times - Warga di Kabupaten Tabanan kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), pada Senin (12/10/2026). Berdasarkan pantauan IDN Times, Senin pagi, beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Tabanan memasang pengumuman jika BBM sedang kosong dan segera diisi kembali.

Stok BBM ini kemudian mulai tersedia sekitar pukul 12.00 Wita. Antrean warga yang sudah menunggu pun mengular hingga beberapa puluh meter. Seperti yang terlihat di SPBU Sanggulan, SPBU Gerokgak, dan SPBU Pesiapan.

Antrean kendaraan merayap dan cukup panjang. Petugas polisi sampai kewalahan mengatur antrean yang hendak mengisi BBM. Warga harus mengantre 2,5 jam untuk bisa mengisi BBM.

  1. 1. Kesulitan mencari BBM saat berangkat kerja

    IMG-20261012-WA0031.jpg
    Warga di Tabanan antre BBM, pada Senin (12/10/2026) (IDN Times/Wira Sanjiwani)

    Warga yang ikut mengantre, Susie Adi, mengaku saat berangkat kerja pada Senin pagi sekitar pukul 10.00 Wita, beberapa SPBU yang ia lewati memasang pengumuman jika stok BBM sedang tidak tersedia.

    "SPBU di Desa Wanasari, SPBU Sanggulan, dan SPBU di Dadakan, Abiantuwung, ada tulisan BBM habis. Bahkan sepanjang perjalanan Tanah Lot-Canggu juga tidak ketemu ada yang jual bensin," katanya.

    Ia terpaksa berangkat kerja dengan kondisi BBM terbatas di sepeda motornya. "Semoga cukup sampai pulang nanti. Pulang kerja coba lagi,. semoga BBM sudah tersedia," katanya.

  2. 2. Mengantre BBM selama 2,5 jam

    IMG-20261012-WA0033.jpg
    Warga di Tabanan antre BBM, pada Senin (12/10/2026) (IDN Times/Wira Sanjiwani)

    Jika Sussie Adi menunggu sampai sore untuk membeli BBM, Inna Wisnadewi harus mengantre 2,5 jam di tengah terik matahari untuk mengisi penuh tangki sepeda motornya. Ia mengantre di SPBU Gerokgak.

    "Tadi antrenya dari jam 12.00 Wita. Setelah antri 2,5 jam baru dapat. Mana cuaca panas sekali," katanya.

    Jika ada yang rela berpanas-panas mengantre BBM, maka lain lagi warga Tabanan, Maya. Ia mengaku sempat hendak membeli BBM, sejak Minggu (11/10/2026) malam, di SPBU Gerogkak.

    "Tapi saya urungkan niat untuk beli karena antrdannya sudah panjang sekali," katanya.

  3. 3. Pengurangan jatah BBM hingga 50 persen

    IMG-20261012-WA0037.jpg
    Warga di Tabanan antre BBM, pada Senin (12/10/2026) (IDN Times/Wira Sanjiwani)

    Mengenai kondisi ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabanan berkoordinasi dengan pihak Pertamina. Kepala Disperindag Tabanan, I Gede Sukanada, mengatakan dari informasi yang ia dapatkan, pasokan BBM berkurang 50 perse, dan adanya keterlambatan kapal pengangkut minyak di Pelabuhan Manggis, Kabupaten Karangasem. Hal ini berdampak terhadap distribusi di lapangan.

    "Dari informasi, SPBU yang biasanya mendapatkan jatah 16 kiloliter (Kl), sekarang hanya menerima 8 Kl," ujar Sukanada.

    Pihaknya masih terus memantau ketersediaan BBM di sejumlah SPBU yang ada di Tabanan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More