Denpasar, IDN Times - Persoalan sekolah negeri yang kekurangan siswa di sejumlah wilayah Bali kembali menjadi perhatian serius kalangan legislatif dan eksekutif. Seperti kasus kekurangan siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Sejak hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), SDN 5 Pohsanten hanya terdapat dua orang siswa baru. Pun fenomena serupa juga terjadi di Kabupaten Karangasem.
Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali, I Nyoman Suwirta, mengungkapkan fenomena sekolah minim peminat ini bukan kejadian baru, melainkan berulang setiap tahun.
Menurut Suwirta, dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini, Dinas Pendidikan telah mengirimkan surat terkait sekolah-sekolah yang masih memiliki kuota kosong. Namun, ia mengakui tidak semua siswa yang diterima di sekolah negeri mendapat tempat sesuai keinginan mereka. Sebab banyak siswa justru diterima di sekolah yang sebenarnya tidak mereka daftar.
“Ada sekolah yang penuh, otomatis terkunci, sehingga siswa yang ingin masuk ke sana tidak akan bisa lagi dan diwajibkan mencari sekolah lain,” ujar Suwirta di Gedung DPRD Bali, pada Selasa (14/7/2026).
