Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ramalan Hindu Bali 2 November 2026, Waspadai Hari Buruk Wadah
Ilustrasi merajan atau tempat persembahyangan di setiap rumah umat Hindu di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Senin, 2 November 2026 bertepatan dengan Soma Ribek; Amerta Dadi dinilai baik untuk upacara Dewa Yadnya dan pemujaan leluhur.
  • Hari ini baik untuk membuat senjata, taji, pisau besar, bendungan, kentongan, bajra, kendang, serta perangkat sejenis.
  • Sejumlah aktivitas dinilai tidak baik, termasuk pernikahan, ngaben, pembangunan rumah, pekerjaan tanah, rapat, Manusa Yadnya, dan Pitra Yadnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Ramalan hari baik Hindu Bali untuk Senin, 2 November 2026, memuat sejumlah waktu yang dinilai baik maupun tidak baik bagi kegiatan adat, upacara, pembangunan, dan pekerjaan tertentu.
  • Who?
    Umat Hindu Bali yang merayakan Soma Ribek serta masyarakat yang menggunakan perhitungan hari baik Hindu Bali dalam menentukan kegiatan adat dan keseharian.
  • Where?
    Ramalan ini berkaitan dengan tradisi penentuan hari baik dalam kehidupan masyarakat Hindu Bali; lokasi pelaksanaan kegiatan tertentu per saat ini masih belum diketahui.
  • When?
    Senin, 2 November 2026, bertepatan dengan perayaan Soma Ribek bagi umat Hindu yang merayakannya.
  • Why?
    Beberapa kegiatan dihindari karena perhitungan hari memuat Carik Walangati, Kala Siyung, Kala Temah, Kala Sor, Kaleburau, Salah Wadi, Sampar Wangke, dan Panca Prawani.
  • How?
    Amerta Dadi dinilai baik untuk Dewa Yadnya dan pemujaan leluhur. Kala Bancaran baik membuat senjata, Banyu Urug baik membuat bendungan, sedangkan Karnasula baik membuat kentongan, bajra, kendang, dan sejenisnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rahajeng semeng semeton sareng sami (Selamat pagi semuanya) semoga kabar baik dan sehat ya. Selamat hari raya Soma Ribek untuk umat Hindu yang merayakan. Hari ini ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali menyambutmu pada Senin, 2 November 2026.

Mengawali pagi ini ada ramalan amerta dadi yang baik untuk upacara Dewa Yadnya dan pemujaan terhadap leluhur. Bagaimana dengan ramalan lainnya? Apakah semuanya baik? Yuk baca selengkapnya di bawah ini.

1. Baik membuat senjata

Pameran dan bursa keris yang digelar di Balai Kalurahan Gilangharjo Pandak Bantul.(IDN Times/Daruwaskita)

Kala bancaran adalah hari baik untuk membuat senjata, taji, pengiris (pisau besar untuk mengiris atau untuk menyadap nira). Banyu urug artinya baik untuk membuat bendungan. Namun, tidak baik untuk membuat sumur. 

Carik walangati merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. Kala siyung adalah hari yang tidak baik, hari ini harus diwaspadai karena mengandung pengaruh buas. 

2. Baik membuat kentongan

Ilustrasi kentongan milik warga Bantul. IDN Times/Daruwaskita

Karnasula artinya baik untuk membuat kentongan, bajra, kendang, kroncongan (denta sapi dari kayu) dan sejenisnya. Namun, tidak baik untuk membangun rumah tempat tidur, mengadakan rapat atau pertemuan. Kala temah merupakan artinya tidak baik untuk dewasa ayu. 

Kala sor merupakan hari yang tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, dan membuat terowongan. Kaleburau artinya tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya dan melaksanakan atiwa-tiwa/ngaben.

3. Tidak baik melaksanakan upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya

Ilustrasi ngaben (IDN Times/Yuko Utami)

Salah wadi adalah hari yang tidak baik untuk melakukan upacara Manusa Yadnya seperti wiwaha, mapendes, potong rambut, dan lainnya. Termasuk tidak baik melangsungkan upacara Pitra Yadnya, misalnya penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan sebagainya. 

Sampar wangke merupakan hari yang tidak baik untuk bersenggama, kalau dilanggar bisa melahirkan bayi yang penuh kesialan dan kemalangan. Panca prawani artinya tidak baik dipakai dewasa ayu. Pararasan: Aras Tuding, Pancasuda: Sumur Sinaba, Ekajalaresi: Buat Suka, Pratiti: Sadayatana.

Editorial Team

Related Article