Ekowisata Mangrove Batu Lumbang di Pemogan(IDN Times/Ayu Afria)
Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PT PLN Indonesia Power, Ridho Hutomo, mengungkapkan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang merupakan salah satu kawasan konservasi mangrove terpenting di Indonesia yang memiliki koleksi mangrove terlengkap di Bali dengan 18 jenis Mangrove asli dan 15 jenis Mangrove asosiasi. Selain menjadi habitat berbagai flora dan fauna pesisir, kawasan ini juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi wilayah pesisir dari abrasi, serta berkontribusi dalam penyerapan karbon.
Bersama Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Guna Batu Lumbang, kawasan ini dikembangkan melalui rehabilitasi mangrove yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat pesisir. Program tersebut mencakup pembibitan, penanaman dan perawatan mangrove, pengembangan ekowisata berbasis digital, edukasi lingkungan, serta pemanfaatan hasil hutan bukan kayu yang melibatkan nelayan dan kelompok perempuan sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Pendampingan secara berkelanjutan telah menjadikan Batu Lumbang sebagai salah satu pusat pembelajaran konservasi mangrove berbasis masyarakat di Provinsi Bali, yang menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Ekowisata Mangrove Batu Lumbang merupakan destinasi ekowisata berkelanjutan yang menjadi bukti bahwa konservasi dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, kami mendorong pengelolaan mangrove tidak hanya sebagai upaya rehabilitasi ekosistem, tetapi juga sebagai sumber penghidupan yang mampu menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan," jelasnya.