Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penanaman 15 Ribu Bibit Mangrove di Kawasan Tahura Ngurah Rai
Ekowisata Mangrove Batu Lumbang di Pemogan(IDN Times/Ayu Afria)

Denpasar, IDN Times - Sebanyak 15 ribu bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata ditanam di Ekowisata Mangrove Batu Lumbang pada Minggu (26/7/2026) dengan melibatkan banyak pihak mulai dari PLN Indonesia Power, Kementerian Lingkungan Hidup, jajaran kementerian lainnya, kelompok nelayan hingga Pemerintah Provinsi Bali.

Senior Manager PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Bali, I Made Hartayasa, mengungkapkan bibit tersebut disediakan oleh mitra binaan PLN, yang telah dibina selama 5 tahun. Sebanyak 15 ribu bibit Mangrove tersebut ditanam di lahan 1.373,5 hektar di kawasan Tahura Ngurah Rai.

"Tentu penanaman ini dilakukan melihat lokasi kawasan Tahura ini cukup luas dan berdasarkan dari pemetaan yang sudah ada, lahan yang tersedia untuk ditanami Mangrove ini adalah lahan-lahan yang memang belum tercover oleh Mangrove yang sudah ada," jelasnya.

1. Mitra binaan PLN dilibatkan pengembangan kawasan Mangrove

Ekowisata Mangrove Batu Lumbang di Pemogan(IDN Times/Ayu Afria)

Senior Manager PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Bali, I Made Hartayasa, mengungkapkan pemilihan lokasi di kawasan Tahura Ngurah Rai dinilai karena masih luasnya lahan kosong. Untuk mewujudkan komitmennya memperluas cakupan Mangrove yang ada di kawasan Tahura Ngurah Rai, penanaman melibatkan kelompok usaha bersama Mangrove Batu Lumbang. Para mitra binaan yang terlibat terdiri dari 41 nelayan ditambah warga dengan jumlah sekitar 250 orang. Pembinaan yang telah dilakukan fokus pada kegiatan konservasi, dan pengembangan ekowisata itu sendiri yang diakuinya saat ini berkembang dengan baik.

"Ini adalah bagian dari komitmen kami PLN Indonesia Power sebagai penyedia energi listrik di Indonesia. Kami adalah salah satu unit yang menyediakan energi listrik untuk kebutuhan di Pulau Bali, dengan komitmen kami tidak hanya menyediakan energi listrik yang handal, ramah lingkungan, tetapi kami juga berkomitmen memberikan manfaat seluas-luasnya, memberikan dampak ekonomi, sosial dan lingkungan bagi masyarakat," jelasnya.

2. Ekowisata Mangrove Batu Lumbang jadi kawasan konservasi Mangrove terpenting

Ekowisata Mangrove Batu Lumbang di Pemogan(IDN Times/Ayu Afria)

Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PT PLN Indonesia Power, Ridho Hutomo, mengungkapkan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang merupakan salah satu kawasan konservasi mangrove terpenting di Indonesia yang memiliki koleksi mangrove terlengkap di Bali dengan 18 jenis Mangrove asli dan 15 jenis Mangrove asosiasi. Selain menjadi habitat berbagai flora dan fauna pesisir, kawasan ini juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi wilayah pesisir dari abrasi, serta berkontribusi dalam penyerapan karbon.

Bersama Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Guna Batu Lumbang, kawasan ini dikembangkan melalui rehabilitasi mangrove yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat pesisir. Program tersebut mencakup pembibitan, penanaman dan perawatan mangrove, pengembangan ekowisata berbasis digital, edukasi lingkungan, serta pemanfaatan hasil hutan bukan kayu yang melibatkan nelayan dan kelompok perempuan sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pendampingan secara berkelanjutan telah menjadikan Batu Lumbang sebagai salah satu pusat pembelajaran konservasi mangrove berbasis masyarakat di Provinsi Bali, yang menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Ekowisata Mangrove Batu Lumbang merupakan destinasi ekowisata berkelanjutan yang menjadi bukti bahwa konservasi dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, kami mendorong pengelolaan mangrove tidak hanya sebagai upaya rehabilitasi ekosistem, tetapi juga sebagai sumber penghidupan yang mampu menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan," jelasnya.

3. Tantangan konservasi Mangrove di Batu Lumbang

Ekowisata Mangrove Batu Lumbang di Pemogan(IDN Times/Ayu Afria)

Upaya konservasi Mangrove di Batu Lumbang masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari sampah yang terbawa aliran sungai ke kawasan Mangrove, tekanan terhadap ekosistem pesisir, hingga perlunya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, konservasi Mangrove memerlukan sinergi lintas sektor agar tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga memastikan keberlanjutan pengelolaan kawasan serta manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

"Keberhasilan konservasi Mangrove sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat sebagai pengelola kawasan," ungkap Ridho Hutomo.

Ke depan, PLN Indonesia Power akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar model konservasi berbasis masyarakat seperti di Batu Lumbang dapat memberikan dampak yang semakin luas.

Editorial Team

Related Article